PENGERTIAN PROTISTA, CIRI CIRI, JENIS DAN PENJELASAN LENGKAP
Ketiga, Balantidium coli, yang berhabitat di kolon manusia. Selain itu, itu dapat menimbulkan penyakit balantidiosis atau disentri balantidium.
Kingdom Monera ( Archaebacteria dan Eubacteria)
Pengertian Monera dan Ciri – Ciri Kingdom Monera (Eubacteria atau bakteri dan Archaebacteria atau archae)
Monera atau organisme prokariota ini berasal dari bahasa Yunani. Monera ini berarti tunggal. Monera juga memiliki ciri – ciri untuk membedakan dengan organisme yang lain. Adapun ciri – ciri yang dimiliki oleh monera yaitu sebagai berikut.
Pertama, monera merupakan uniseluler atau bersel satu. Kedua, monera tidak memiliki membran inti atau prokariota. Monera juga memiliki kingdom. Kingdom monera ini terdiri dari dua, yaitu eubacteria atau bakteri dan archaebacteria atau archae. Masing – masing ciri – ciri dari kingkom tersebut dapat dijabarkan di bawah ini
A. Archaebacteria atau Archae
Archaebacteria memiliki ciri – ciri sebagai berikut:
- Archae merupakan organisme bersel satu.
- Archae hidup pada kondisi lingkungan yang ekstrim.
- Archae memiliki dinding sel yang tidak mengandung peptidoglikan, tetapi membran plasmanya mengandung lipid
- Sel dalam archae belum memiliki membran inti atau prokariotik, meskipun demikian ribosomnya mirip dengan ribosom eukariotik.
- Berkembang biak dengan cara pembelahan biner, fragmentasi, pembentukan tunas dan pembelahan ganda.
- Bersifat anaerob sehingga mampu menghasilkan ATP/
- Ciri yang terakhir, rata – rata archae memiliki ukuran 0, 1 µm – 15 µm.
Golongan Archaebacteria atau Archae
Archaebacteria atau Archae diduga sebaia organisme paling tua yang hidup di bumi. Archaebacteria biasa hidup di linhkungan yang ekstrem, misalnya di sumber air panas, kawah, telaga garam, telaga belerang dan gambut.
Archaebacteria terdiri dari tiga golongan, yaitu Metanobaceria, Halobacterium, dan Thermoplasma. Masing – masing golongan dapat dijelaskan sebagai berikut.
- Golongan pertama, Metanogen, Metanobacteria. Metanobacteria merupakan suatu bakteri yang bersifat hemoautotrof. Di mana Metanobacteria ini mampu menghasilkan gas metana atau CH4 dan tidak membutuhkan oksigen atau anaerob. Bakteri yang termasuk dalam kelompok ini biasanya hidup ditempat-tempat yang kurang oksigen, di lumpur, dan dirawa, serta dapat tumbuh dengan baik pada suhu 98°C dan mati pada suhu dibawah 84°C. Ada juga yang bersimbiosis dengan rumen herbivora dan saluran pencernaan rayap yang berperan sebagai agen fermentasi selulosa, contohnya Ruminococcus albus (menghidrolisis glukosa). Bakteri metanogen bersifat anaerobik dan kemosintetik.
Dalam memperoleh makanannya, bakteri metanogen membusukkan bahan organik yang ada di lingkungannya, kemudian menghasilkan gas metana. Banteri jenis ini punya cara khas dalam proses metabolisme energi yaitu membentuk gas metana (CH4) dengan cara mereduksi dioksida (CO2).
Contoh dari Metanobacteria yaitu bakteri Succinomonas Amylolytica yang hidup di saluran pencernaan pada hewan sapi.
- Golongan kedua, Halobacterium. Halobacterium ini merupakan jenis halofil yang hidup pada kondisi yang ekstrim dengan kadar garam yang tinggi. Halobacterium ini dapat dijumpai di Laut Mati dan Great Salt Lake.
- Golongan ketiga, Thermoplasma. Thermoplasma ditemukan di dalam air asam yang berasal dari mata air belerang yang panas.
Sahabat, sudah pahamkah kalian tentang monera? Seperti yang dijelaskan di atas bahwa monera memiliki dua kingdom yaitu bakteri dan archae. Archaebacteria atau Archae dan Bakteri atau Eubacteria merupakan organisme bersel satu atau tunggal.
Selain itu, bakteri dan archae juga tidak memiliki membran inti. Meskipun demikian, masing – masing kingdom, baik bakteri maupun archae juga memiliki perbedaan ciri – ciri, seperti ukuran dari bakteri dan archae.
Lebih lanjut, penggolongan untuk bakteri dan archae pun juga tidak sama. Di mana bakteri memiliki enam cara dalam penggolongan, sedangkan archae memiliki tiga cara dalam penggolongannya. Sama halnya dengan organisme yang lain bakteri memiliki manfaat yang menguntungkan dan merugikan bagi kehidupan manusia.
Sekalipun memiliki dampak yang merugikan, bakteri tetap dibutuhkan untuk kehidupan manusia, terutama bakteri yang bersifat baik. Salah satu contohnya dalam industri makanan seperti yakult dan yoghurt yang biasa kita konsumsi ternyata membutuhkan bakteri dalam pembuatannya.
B. Bakteri atau Eubacteria
Bakteri atau eubacteria memiliki ciri – ciri yang mungkin sama dan/ atau berbeda dengan archaebacteria atau archae . Ciri – ciri dari bakteri atau eubacteria, yaitu sebagai berikut. Pertama, bakteri merupakan organisme yang bersel tunggal atau uniseluler.
Kedua, inti sel bakteri tidak memiliki membran inti atau prokariotik. Ketiga, ukuran sel bakteri berkisar antara 1 – 5 µm, di mana setiap 1 µm sama dengan 1/1000 mm.
Keempat, bakteri bergerak dengan flagela atau pili. Kelima, beberapa jenis bakteri berperan penting untuk proses penguraian zat –zat organik. Keenam, bakteri hidup di berbagai lingkungan atau habitat. Ketujuh, bakteri berkembang biak secara aseksual dengan cara membelah diri.
Setelah memahami tentang ciri – ciri bakteri atau eubacteria, selanjutnya akan dijelaskan tentang struktur dari bakteri atau eubacteria di bawah ini.
Struktur Bakteri atau Eubacteria
Bakteri atau eubacteria memiliki struktur. Adapun struktur dari bakteri ini terdiri dari struktur bagian luar sel, struktur bagian dalam sel, flagela, dan pili atau fimbriae. Adapun penjelasan dari masing – masing struktur bakteri yaitu sebagai berikut.
Struktur bagian luar sel. Struktur bagian luar sel bakteri ini terdiri dari dinding sel, kapsul, dan membran plasma. Adapun bagian ini memiliki fungsinya masing – masing. Membran sitoplasma terdiri dari lapisan lipoprotein atau fosfolipid dan protein yang memiliki sifat permeabel.
Membran sitoplasma ini berperan untuk mengatur keluar masuknya zat – zat yang ada di dalam sel bakteri. Dinding sel, memiliki fungsi untuk melindungi dan memberi bentuk pada sel bakteri. Dinding sel ini terdiri dari hemiselulosa dan senyawa peptidoglikan. Senyawa ini terdiri dari protein dan asam amino.
Kapsul merupakan bagian yang paling luar. Kapsul ini berupa lapisan lendir. Kapsul memiliki fungsi untuk pelindung sel. Selain itu, dapat digunakan untuk cadangan makanan. Adapun gambar dari struktur bakteri atau eubacteria yaitu sebagai berikut:

Cyanobacteria atau ganggang hijau – biru merupakan suatu kelompok yang mengandung beberapa macam pigmen. Pigmen tersebut seperti klorofil atau pigmen hijau, fikosianin atau pigmen biru, karotenoid atau pigmen jingga, dan beberapa pigmen tambahan yang dapat menyebabkan menjadi berwarna – warni.
Pigmen klorofil ini dapat membuat bakteri mampu untuk melakukan suatu proses fotosintesis. Adapun contoh dari cyanobacteria yaitu sebagai berikut:
Chlamydias merupakan suatu kelompok bakteri yang memiliki ukuran yang paling kecil. Chlamydias hanya dapat hidup sebagai parasit bagi sel makhluk hidup yang lain. Contoh dari Chlamydias yaitu Chlamydia psittaci di mana bakteri ini dapat menyebabkan infeksi pada mata.
Spirochetes. Kelompok dari Spirochetes ini bukan merupakan suatu kelompok yang besar. Meskipun demikian, keberadaan dari kelompok Spirochetes ini dapat mempengaruhi kehidupan manusia.
Hal tersebut disebabkan beberapa jenis bakteri ini dapat menyebabkan penyakit pada manusia. Contoh dari Spirochetes yaiatu Treponema pallidium di mana bakteri ini dapat menyebabkan penyakit sifilis.
Proteobacteria merupakan suatu kelompok bakteri yang terbesar. Proteobacteria sendiri dikelompokkan menjadi bakteri ungu yang memiliki sifat fotoautotrof, preteobacteria kemoheterotrof dan proteobacteria kemoautotrof. Contoh dari Proteobacteria yaitu bakteri Escherichia coli.
Bakteri gram positif di mana pada kelompok bakteri gram positif ini, beberapa bakterinya ada yang dapat melakukan fotosintesis atau fotoautotrof.
Meskipun demikian, ada juga yang bersifat kemoheterotrof, dan ada juga yang membentuk endospora (merupakan struktur yang memiliki sifat tahan terhadap panas) pada saat lingkungan terdapat sedikit makanan. Contoh dari bakteri gram positif yaitu bakteri Bacillus sp. dan Clostridium sp.
Setelah mempelajari tentang tata cara penggolongan bakteri yang dibagi menjadi enam cara. Selanjutnya, dijelaskan tentang reproduksi bakteri.
Reproduksi Bakteri atau Eubacteria
Bakteri melakukan reproduksi dengan dua cara yaitu reproduksi aseksual dan reproduksi seksual. Masing – masing reproduksi, baik aseksual dan seksual, dapat dijelaskan sebagai berikut.
Reproduksi aseksual atau tidak kawin. Reproduksi ini dilakukan dengan cara membelah diri secara biner.
Reproduksi seksual atau kawin. Reproduksi ini dapat terjadi dalam tiga cara yaitu konjugasi, transformasi, dan transduksi. Masing –masing cara dalam reproduksi seksual atau kawin dapat dijelaskan sebagai berikut.
Transduksi merupakan suatu proses pemindahan materi genetik atau DNA melalui perantara atau infeksi virus.
Transformasi merupakan pemindahan satu gen atau DNA bakteri ke sel bakteri yang lain melalui proses fisiologis.
Konjugasi merupakan suatu cara reproduksi dengan memindahkan materi genetik melalui kontak langsung antarbakteri.
Demikian pemaparan tentang dua proses reproduksi bakteri, baik secara seksual maupun secara aseksual. Selanjutnya akan dijelaskan tentang peranan dari bakteri.
Peranan Bakteri atau Eubacteria dalam Kehidupan Manusia
Sama halnya dengan organisme yang lain, bakteri juga memiliki peranan dalam kehidupan manusia. Peranan yang dimilliki bakteri dalam kehidupan manusia dapat menguntungkan, namun juga dapat merugikan. Masing –masing peranan akan dijelaskan di bawah ini.
Bakteri yang menguntungkan. Bakteri yang menguntungkan ini dibagi menjadi bakteri pengikat nitrogen pada tanaman, bakteri nitrifikasi, bakteri penghasil antibiotik, dan bakteri dalam industri makanan. Penjelasan lebih lanjut tentang bakteri ini sebagai berikut.
Pertama, bakteri pengikat nitrogen pada tanaman. Beberapa bakteri yang berperan untuk mengikat nitrogen dari udara bebas, yaitu Azetobacter vinelandii, Clostridium pasteurianum, dan Rhizobium leguminosarum yang melakukan simbiosis dengan tanaman polong – polongan.
Adapun reaksi fiksasi dari N2 dapat dijelaskan sebagai berikut.
ATP
2N2 + 6H2O → 4NH3 + 3O2
Bakteri
Kedua, bakteri nitrifikasi. Bakteri Nitrosomonas dan Nitrosococcus dapat melakukan proses nitrifikasi dengan cara mengubah amonia atau NH3 menjadi nitrit atau NO2. Sedangkan, bakteri Nitrobacter dapat mengubah nitrit atau NO2 menjadi nitrat atau NO3.
Adapun reaksinya dapat dijelaskan sebagai berikut.
Nitrodomonas
2NH3 + 3O2 → 2 HNO2 + 2 H2O + energi
Nitrosococcus
2HNO2 + O2 → 2 HNO3 + energi
Nitrosococcus
Ketiga, bakteri penghasil antibiotik. Bakteri ini terdiri dari
Bakteri Streptomyces griseus jenis antibiotik yang dihasilkan yaitu Streptomisin,
Bakteri Streptomyces rimosus, jenis antibiotik yang dihasilkan yaitu Terasiklin,
Bakteri Streptomyces venezuelae jenis antibiotik yang dihasilkan yaitu Chloramphenicol.
Bakteri Streptomyces aureofaciens, jenis antibiotik yang dihasilkan yaitu Aureomisin.
Bakteri Bacillus polymixa jenis antibiotik yang dihasilkan yaitu Polimiksin.
Keempat, bakteri dalam industri makanan. Bakteri ini terdiri dari
Bakteri Lactobacillus bulgaricus, produk makanan yang dihasilkan yaitu Yoghurt.
Bakteri Acetobbacter xylinum, produk makanan yang dihasilkan yaitu Nata de coco.
Bakteri Lactobacillus casei, produk makanan yang dihasilkan yaitu Yakult.
Bakteri Streptococcus lactis, produk makanan yang dihasilkan yaitu Mentega.
Bakteri Acetobbacter sp., produk makanan yang dihasilkan yaitu Asam cuka.
Bakteri yang merugikan. Bakteri yang merugikan ini terdiri dari bakteri yang menjadi penyebab penyakit pada manusia, bakteri yang menjadi penyebab penyakit pada hewan ternak, dan terakhir, bakteri yang dapat menyebabkan penyakit pada tanaman. Masing –masing dijelaskan lebih lanjut, sebagai berikut.
Pertama, bakteri yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia, yaitu sebagai berikut
Bakteri Clostridium tetani yang dapat menyebabkan penyakit tetanus.
Bakteri Salmonella tphosa yang dapat menyebabkan penyakit tipus.
Bakteri Mycobacterium tuberculosis yang dapat menyebabkan penyakit TBC.
Bakteri Diplococcus pneumoniae yang dapat menyebabkan penyakit radang paru – paru.
Bakteri Shigella dysentriae yang dapat menyebabkan penyakit disentri atau pencernaan.
Kedua, bakteri yang dapat menyebabkan penyakit pada hewan ternak, yaitu sebagai berikut.
Bakteri Bacillus anthracis yang dapat menyebabkan penyakit antraks pada sapi.
Bakteri Cytophaga columnaris yang dapat menyebabkan penyakit penyakit pada ikan.
Bakteri Streptococcus agalactia yang dapat menyebabkan penyakit radang payudara sapi.
Bakteri Actinomyces bovis yang dapat menyebabkan penyakit bengkak rahang pada sapi.
Ketiga, bakteri yang dapat menyebabkan penyakit pada tanaman, yaitu sebagai berikut.
Bakteri Xanthomonas oryzae yang dapat menyebabkan penyakit menyerang pucuk batang padi.
Bakteri Xanthomonas campestris yang dapat menyebabkan penyakit menyerang tanaman kubis.
Bakteri Pseudomonas solenacearum yang dapat menyebabkan penyakit daun layu pada terung – terungan.
Bakteri Erwinia amylovora yang dapat menyebabkan penyakit busuk pada buah – buahan.
Bakteri Xanthomonas citri yang dapat menyebabkan penyakit nekrosis pada tanaman jeruk.
Setelah memahami tentang manfaat bakteri bagi kehidupan manusia, baik yang menguntungkan maupun merugikan. Selanjutnya, akan dijelaskan tentang Archaebacteria. Archaebacteria merupakan kingdom kedua dari bakteri yang dikenal juga dengan nama archae.
Sekalipun memiliki dampak yang merugikan, bakteri tetap dibutuhkan untuk kehidupan manusia, terutama bakteri yang bersifat baik. Salah satu contohnya dalam industri makanan seperti yakult dan yoghurt yang biasa kita konsumsi ternyata membutuhkan bakteri dalam pembuatannya.
Demikian sahabat, pemaparan kita tentang materi pengertian monera. Semoga artikel ini dapat membantu kalian semua untuk memahami lebih jauh tentang semua hal yang berkaitan dengan monera dan kingdomnya yaitu bakteri dan archae. Selamat belajar sahabat dan sukses selalu.
Referensi:
Rahardian, R dan Ananda, A. 2012. Mini Book Master Biologi SMA Kelas X, XI, & XI. Jakarta: PT Wahyu Media.
🌳 Keanekaragaman Hayati Keanekaragaman hayati (Biodiversitas) adalah totalitas variasi kehidupan di bumi. Untuk analisis TKA, Anda wajib...