Thursday, July 23, 2020

Ruang Lingkup Biologi



BIOS = HIDUP  LOGOS = PENGETAHUAN

Biologi adalah ilmu yang mengkaji dan mempelajari tentang mahluk hidup Jadi Biologi merupakan ilmu pengetahuan yang paling dekat dengan kehidupan.Biologi merupakan bidang ilmu yang luas, bagian dari IPA serta berkaitan dengan ilmu-ilmu yang lain contohnya fisika, kimia.Geografi .

Sains

Biologi termasuk dalam ilmu SainsSains adalah ilmu pengetahuan tentang fenomena-fenomena/kejadian-kejadian di alam untuk mempempelajari alam apa adanya

 

 

Karakteristik (Ciri – ciri )ilmu biologi :

  1. Memiliki kajian berupa benda-benda konkrit. Contoh tumbuhan, hewan (Mahluk Hidup)
  2. Dikembangkan berdasarkan pengalaman empiris (pengalaman nyata, yang dapat dirasakan atau dilakukan oleh orang lain)
  3. Menggunakan cara berfikir logis / menggunakan logika.

            Cara befikir logis ada 2, yaitu :

a)      Berfikir deduktif → dari umum ke khusus

            Contoh : Semua memerlukan makanan untuk menghasilkan tenaga

a)      Berfikir induktif → dari khusus ke umum

            Contoh : Semua mahluk hidup membutuhkan oksigen untuk bernafas

      4. Membutuhkan langkah-langkah yang sistematis, sehingga setiap orang yang ingin

           membuktikan gejala hidup yang sama.

       5. Hasil kajian bersifat objektif / bebas dari subjektif, apa adanya dan selalu memihak  

           kebenaran

      6.hasil kajian bersifat hukum, yaitu ketentuan yang berlaku umum, di manapun
         diberlakukan, hasilnya  akan sama, misalnya hukum Hardy-Weinberg

 

Cabang = cabang Bioilogi

a)Morfologi, yaitu cabang Biologi tentang penampakan atau bentuk luar

tubuh makhluk hidup.

b) Anatomi, yaitu cabang Biologi tentang struktur dalam tubuh makhluk hidup.

c) Fisiologi, yaitu cabang Biologi tentang fungsi alat tubuh makhluk hidup.

d) Histologi, yaitu cabang Biologi tentang susunan dan fungsi jaringan tubuh

makhluk hidup.

e) Sitologi, yaitu cabang Biologi tentang struktur dan fungsi sel.

f) Genetika, yaitu cabang Biologi tentang sifat-sifat keturunan beserta selukbeluknya.

g) Embriologi, yaitu cabang Biologi tentang perkembangan zigot sampai

fetus serta faktor-faktor yang memengaruhinya.

h) Teratologi, yaitu cabang Biologi tentang cacat perkembangan pada

embrio.

i) Patologi, yaitu cabang Biologi tentang penyakit dan pengaruhnya pada

organisme.

j) Endokrinologi, yaitu cabang Biologi tentang hormon.

k) Ekologi, yaitu cabang Biologi tentang hubungan timbal balik antara

makhluk hidup dan lingkungannya.

l) Taksonomi, yaitu cabang Biologi tentang pengelompokan makhluk hidup.

m) Zoologi, yaitu cabang Biologi tentang dunia hewan.

n) Botani, yaitu cabang Biologi tentang dunia tumbuhan.

o) Mikrobiologi, yaitu cabang Biologi tentang mikroorganisme atau jasad

renik.

p) Entomologi, yaitu cabang Biologi tentang serangga.

q) Ornitologi, yaitu cabang Biologi tentang burung.

r) Mikologi, yaitu cabang Biologi tentang jamur.

s) Bakteriologi, yaitu cabang Biologi tentang bakteri.

t) Virologi, yaitu cabang Biologi tentang virus.


Tingkatan Objek yang Dipelajari dalam Biologi

 

Kehidupan di bumi dibentuk oleh struktur hierarki yang sangat teratur. Tingkatan organisasi kehidupan ini dimulai dari tingkat molekul, sel, jaringan, organ, sistem organ, individu, populasi, komunitas, sampai tingkat bioma.

 

a. Organisasi Fungsional Tingkat Molekul

Tingkatan materi terendah adalah proton, neutron, dan elektron. Partikel proton, neutron, dan elektron bergabung membentuk atom (contohnya atom hidrogen, karbon, nitrogen, dan oksigen). Atom-atom lalu berikatan membentuk molekul, contohnya molekul air, glukosa, protein, dan DNA. 
Molekul-molekul ini saling berikatan dan membentuk ikatan yang lebih kompleks penyusun organel pada sel. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa molekul, atom, dan partikel subatomik merupakan organisasi fungsional tingkat biokimia (senyawa kimia penyusun makhluk hidup).

 

b. Organisasi Kehidupan Tingkat Sel

 

Berbagai jenis molekul saling berikatan dan membentuk organel. Organel adalah subunit sel dengan fungsi spesifik, contohnya ribosom sebagai tempat sintesis protein. Sintesis protein merupakan proses penyusunan protein. Berbagai senyawa serta organel berinteraksi satu sama lain membentuk suatu kesatuan yang disebut sel

Gambar sel hewan dan sel tumbuhan. (a) Sel hewan dan (b) sel tumbuhan merupakan organisasi kehidupan tingkat sel.

Suatu sel tunggal memiliki karakteristik makhluk hidup. Setiap sel memiliki materi hereditas, melakukan aktivitas metabolisme, mampu tumbuh serta berkembang. Karena memiliki karakteristik yang dibutuhkan sebagai makhluk hidup, sel disebut sebagai satuan unit terkecil kehidupan. Ukuran sel sangat kecil sehingga untuk melihatnya dibutuhkan mikroskop.

c. Organisasi Kehidupan Tingkat Jaringan

Jaringan ditemukan pada organisme multiseluler (bersel banyak). Jaringan adalah kumpulan sel yang memiliki bentuk serta fungsi yang sama. Kelompok sel ini memiliki fungsi yang spesifik. Berikut ini contoh-contoh jaringan pada makhluk hidup.

1) Jaringan pada hewan


Jaringan pada hewan terdiri atas beberapa jenis. Jaringan-jaringan tersebut di antaranya adalah jaringan epit, jaringan saraf, jaringan otot, dan jaringan darah. Jaringan epitel terdiri atas sel-sel epitel yang saling berhubungan. Jaringan saraf terdiri atas sel saraf yang berfungsi menerima serta merespons rangsangan. Jaringan otot merupakan serat panjang yang memiliki fungsi sebagai alat gerak aktif. Adapun jaringan darah terdiri atas sel-sel darah. Sel-sel darah ini memiliki fungsi yang berbeda. Ada yang mengedarkan oksigen, zat-zat makanan, ada pula yang berfungsi sebagai antibodi atau sistem kekebalan tubuh. Lebih jauh mengenai materi ini, akan dibahas di Kelas XI.

2) Jaringan pada tumbuhan


Seperti jaringan pada hewan, jaringan pada tumbuhan juga terdiri atas berbagai jenis. Jaringan yang terdapat pada tumbuhan di antaranya jaringan epidermis, jaringan pembuluh, jaringan penguat, dan jaringan meristem. Jaringan epidermis merupakan jaringan yang melapisi permukaan tumbuhan. Jaringan pembuluh terdiri atas xilem dan floem. Xilem berfungsi mengangkut air dan zat hara tanah dari akar ke daun, sedangkan floem berfungsi mengangkut hasil fotosintesis dari daun ke seluruh tubuh tumbuhan. Jaringan penguat pada tumbuhan terdiri atas sel-sel yang tebal dan kuat. Jaringan penguat ini berfungsi menyokong tubuh tumbuhan. Adapun jaringan meristem merupakan jaringan yang aktif membelah untuk menghasilkan sel-sel baru. 


d. Organisasi Kehidupan Tingkat Organ dan Sistem Organ


Organ hanya ditemukan pada organisme multiseluler. Organ merupakan struktur yang terbentuk dari beberapa jenis jaringan yang bekerja sama untuk menjalankan fungsi tertentu. Misalnya, jaringan saraf dan jaringan ikat menyusun organ otak dan bekerja sama untuk melaksanakan fungsi koordinasi. Jaringan epidermis, jaringan tiang, dan jaringan bunga karang menyusun organ daun dan bekerja sama untuk melaksanakan fungsi fotosintesis, transpirasi, serta pertukaran gas. 

; organ telinga untuk mendengar; dan organ mata untuk melihat. Organ-organ pada tumbuhan, contohnya daun 

untuk pertukaran gas, bunga untuk perkembangbiakan, dan akar untuk menyerap air dan garam mineral.

 

Organ-organ yang melakukan fungsi dan tugas saling berkait disebut sebagai sistem organ. Sebagai contoh, sistem pernapasan terbentuk dari kerja sama organ hidung, faring, laring, trakea, bronkus, dan paru-paru untuk menjalankan fungsi respirasi. Sistem pencernaan terbentuk dari kerja sama organ mulut, kerongkongan, lambung, usus, hati, dan pankreas. Sistem pencernaan berfungsi menjalankan pencernaan dan penyerapan sari-sari makanan. Sistem gerak untuk menyokong dan menggerakkan tubuh terdiri atas otot dan rangka. Sebutkan oleh Anda contoh sistem organ lainnya beserta nama organ-organ penyusunnya.

Pada tumbuhan, pembagian organ-organ untuk yang melakukan kerja spesifik dalam sistem organ tertentu tidak terlihat dengan jelas. Sistem organ pada tumbuhan itu sendiri diantaranya adalah sistem pernapasan, transpirasi, dan transportasi.

e. Organisasi Kehidupan Tingkat Individu

Individu dapat berupa organisme bersel tunggal (uniseluler) atau bersel banyak (multiseluler) seperti pada. Bakteri dan protozoa adalah contoh organisme bersel tunggal. Satu bakteri dan satu protozoa dikatakan sebagai satu individu. Manusia, kucing, pohon kelapa, dan tanaman melati merupakan contoh organisme multiseluler. Seorang manusia, seekor kucing, sebatang pohon kelapa, dan setangkai tanaman melati juga dikatakan satu individu. Individu multiseluler terbentuk dari sistem organ-sistem organ yang bekerja sama dalam suatu kesatuan. Setiap sistem organ tidak dapat melaksanakan fungsinya sendiri-sendiri. Setiap sistem organ memiliki kebergantungan pada sistem organ yang lainnya. Contohnya pada manusia, sistem pernapasan, sistem peredaran darah, sistem pencernaan, sistem pengeluaran, sistem koordinasi, sistem gerak, dan sistem reproduksi memiliki saling kebergantungan. Sistem peredaran darah tidak akan berfungsi dengan baik jika terjadi gangguan pada sistem pernapasan. Karena untuk memompa darah, jantung membutuhkan energi yang didapat dari oksigen. Jika jantung tidak dapat bekerja secara optimal maka peredaran oksigen dan sari-sari makanan pada tubuh akan terganggu pula. Hal ini dapat berakibat fatal bagi tubuh secara keseluruhan.

 

f. Organisasi Kehidupan Tingkat Populasi

Individu-individu sejenis yang berkumpul di suatu tempat tertentu pada waktu yang sama membentuk tingkat organisasi kehidupan yang disebut sebagai populasi. Murid-murid yang berada di sekolahmu dinamakan sebagai populasi manusia, kumpulan rumput yang ada di halaman sekolah dinamakan populasi rumput, kumpulan belalang dinamakan populasi belalang, kumpulan cacing tanah dinamakan populasi cacing, dan kumpulan lebah dinamakan populasi lebah.

 

g. Organisasi Kehidupan Tingkat Komunitas

Umumnya di suatu tempat terdapat lebih dari satu macam populasi. Perhatikan halaman sekolah Anda. Di sana mungkin terdapat populasi rumput, populasi cacing, populasi belalang, dan populasi semut. Kumpulan populasi yang menempati area sama dan saling berhubungan disebut komunitas. Di dalam komunitas selalu ada interaksi, baik antaranggota spesies yang sama, maupun interaksi antarpopulasi yang berlainan. Iklim di suatu daerah yang berinteraksi dengan komponen biotik di dalamnya akan menghasilkan satuan komunitas yang besar, bahkan menghasilkan komunitas dominan suatu vegetasi. Hal tersebut dapat disebut bioma. 

h. Organisasi Kehidupan Tingkat Ekosistem

Perhatikan kembali halaman sekolah Anda. Di manakah rerumputan menancapkan akarnya? Pada tanah, bukan? Dari mana rerumputan memperoleh karbon dioksida yang dibutuhkan untuk proses fotosintesisnya? Dari udara di sekelilingnya, bukan? Apakah syarat yang dibutuhkan selain ketersediaan karbon dioksida agar rerumputan dapat melakukan fotosintesis? Tentu sinar matahari dan air. Rerumputan juga membutuhkan senyawa anorganik yang didapatkan dari hasil penguraian, misalnya oleh cacing tanah, agar dapat melakukan fotosintesis dengan baik. Proses fotosintesis yang dilakukan rerumputan menghasilkan senyawa karbohidrat yang dibutuhkan makhluk hidup lainnya, misalnya oleh belalang. Belalang juga mendapatkan oksigen dari fotosintesis rerumputan tersebut. Dari keterangan di atas, Anda dapat menemukan suatu organisasi kehidupan yang menunjukkan saling keterkaitan, kebergantungan, dan hubungan timbal balik antarmakhluk hidup dan antarmakhluk hidup dengan lingkungannya. Bentuk organisasi kehidupan ini dinamakan organisasikehidupan tingkat ekosistem.

Ekosistem merupakan unit fungsional yang mencakup organisme (biotik) dengan lingkungannya yang tidak hidup (abiotik) dalam hubungan saling memengaruhi dan berinteraksi. Komponen biotik ekosistem terdiri atas produsen (tumbuhan), konsumen, dan pengurai. Pada contoh tersebut, yang bertindak sebagai produsen adalah rumput, konsumennya adalah belalang, dan pengurainya adalah cacing tanah. Adapun komponen abiotik pada contoh tersebut adalah tanah, udara, sinar matahari, zat anorganik, dan air. Di dalam organisasi kehidupan tingkat ekosistem, kita juga dapat melihat adanya aliran energi dari organisme fotosintetik ke herbivora dan karnivora. Perhatikan kembali contoh di atas. Jelaskan bagaimana aliran energi yangterjadi pada 
i. Organisasi Kehidupan Tingkat Bioma
Bioma adalah salah satu komunitas utama dunia yang diklasifikasikan berdasarkan vegetasi dominan dan ditandai oleh adaptasi organisme terhadap lingkungan suatu habitat tertentu. Contohnya, bioma tundra, bioma taiga, bioma gurun, bioma savana, bioma hutan hujan tropis, dan bioma hutan gugur.

( sumber http://budisma.web.id/ruang-lingkup-biologi.html )


Baca Juga :  Metode Ilmiah

Baca Juga :  Prinsip Keselamatan Kerja




Wednesday, July 22, 2020

Serat Wedhatama Pupuh Kinanti


Serat Wedhatama

A. Serat Wedhatama

     Yaiku salah sawijining seratan Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Sri Mangkunegara IV (KGPAA Sri Mangkunegara IV), Serat wedhatama ngandhut piwulang luhur kanggo mbangun budi pekerti.
Serat wedhatama duweni isi piwulang babakan budi pekerti utawa tumindak utama gerteni.
Serat wedhatama asale saka basa sansekerta, Wedhatama menurut kamuskawi-indonesia karangan  L. mardiwasito, saka tembung ''wedha'' kang tegese ilmu pangerten, lan tembung ''Tama'' kang tegese becik.
Miturut R. Tanojo tegese tembung ''wedhatama'' yaiku pepathokaning putra.
Di deleng saka tembung ''wedha'' tegese pepakem (patokan) lan tama utawa utama kang duwe teges anak. Pepathikaning putra tegese pathokan utawa pedoman kanggo putra lan putrine.

Serat wedhatama iku salah sawijining seratane Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo (KGPAA) Mangunegara IV Kang wujude tembang. Serat wedhatama ngemot tembang macapat yaiku pupuh pangkur, Sinom, Pocung, Gambuh lan kinanthi. Cacahe ana limang pupuh.


B. Pupuh Kinanthi

    1.      Padha gulangen ing kalbu,
            ing sasmita amrih lantip,
            aja pijer mangan nendra,
            kaprawiran den kaesthi pesunen sariranira,
            sudanen dhahar lan guling.
             
             Kalian biasakanlah megasah kalbu,
             agar (pikiranmu) tajam menangkap isyarat, 
             jangan hanaya selalu makan dan tidur, 
             jangkaulah sikap kepahlawanan, 
             latihlah dirimu dengan mengurangi makan dan minum.

    2.     Dadiya lakunireku,
            cegah dhahar lawan guling,
            lawan aja asukan-sukan,
            anganggoa sawatawis, ala watake wong suka,
            suda prayitnaning batin.

           Jadikan sebagai lelakon,
           kurangi makan dan tidur,
           jangan gemar berpesta pora,
           gunakan seperlunya (karena) tabiat orang yang gemar berpesta pora 
           adalah berkurangnya kepekaan batin.

    3.     Yen wus tinitah wong agung,
            aja sira gumunggung dhiri,
            aja raket lan wong ala,
            kang ala lakunireku,
            nora wurung ngajak-ajak, satemah anenulari.

           Jika kau sudah ditakdirkan menjadi pembesar,
           janganlah menyombongkan diri,
           jangan kau dekati orang yang memiliki tabiat buruk
           dan bertingkah laku tidak baik,
           sebab suka atau tidak suka
           (hal itu) akan menular padamu.

    4.     Nadyan asor wijilipun, 
            yen kelakuane becik,
            utawa sugih carita, carita kang dadi misil,
            iku pantes raketana, 
            darapon mundhak kang budi.

            Sekalipun berasal dari keturunan kelas bawah,
            namun memiliki kelakuan yang baik 
            atau memiliki banyak cerita yang berisi (berguna), 
            dia patut kau gauli, 
            (hal itu) akan menambah kebijaksanaanmu.

    5.     Yen wong anom pan wus tamtu, 
            manut marang kang ngadhepi, 
            yen kang ngadhep akeh bangsat, 
            nora wurung bisa anjuti, 
            yen kang ngadhep keh durjana, 
            nora wurung bisa maling.

            Jika masih muda, 
            biasanya mengikuti lingkungan, 
            jika di lingkungan itu banyak penjahat, 
            maka jahatnla ia. 
            Jika di lingkungannya banyak pencuri, 
            maka ia pun pandai mencuri.

    6.     Sanadyan ta nora melu, 
            pasthi wruh solahing maling, 
            kaya mangkono sabarang, 
            panggawe ala puniki, 
            sok weruha nuli bisa, 
            iku panuntuning eblis.

            Meskipun tidak ikut (mencuri)
            pasti mengetahui bagaimana cara mencuri. 
            Demikanlah (karakter) semua perbuatan jelek, 
            awalnya hanya tahu, 
            kemudian bisa melakukan, 
            itulah bujukan iblis.

    7.     Panggawe becik puniku, 
            gampang yen wus den lakoni, 
            angel yen durung kalakyan, 
            aras-arasen nglakoni, 
            tur iku den lakonana, 
            mupangati badaneki.

            Perbuatan yang benar itu akan mudah jika sudah dilaksanakan, 
            terasa sulit jika belum dilakukan, 
            enggan melaksanakan, 
            namun jika dilakukan (hal itu) akan bermanfaat bagi jiwa raga kita.

    8.     Yen wong anom-anom iku, 
            kang kanggo ing masa iki, 
            andhap asor kang den simpar, 
            umbag gumunggunging dhiri, 
            obral umuk kang den gulang, 
            kumenthus lawan kumaki.

            Para pemuda di masa sekarang 
            meninggalkan sopan santun dan rendah hati,
            sebaliknya mengumbar kesombongan dan tinggi hati.

    9.     Sapa sira sapa ingsun, 
            angalunyat sarta edir, 
            iku wewatone uga, 
            nom-noman adoh wong becik, 
            emoh angrungu carita, 
            carita ala miwah becik.

            Tidak mengenal teman satu sama lain, 
            kurang ajar, dan congkak, 
            itu juga kebiasaannya, 
            para pemuda menjauhi orang yang berperilaku baik, 
            tidak mau mendengar cerita yang baik maupun cerita yang jelek.

    10.  Cerita pan wus kalaku, 
           panggawe ala lan becik, 
           tindak bener ala lan ora, 
           kalebu jro cariteki, 
           mulane aran carita, 
           kabeh-kabeh den kawruhi.

           Adapun erita yang sudah terjadi, 
           adalah perbuatan baik dan buruk, 
           tingkah laku benar dan tidak               
           benar termasuk ke dalam jenis cerita, 
           oleh karena itu disebu cerita, 
           seluruhnya harus kau ketahui.

    11.    Mulane wong anom iku, 
            abecik ingkang taberi, 
            jejagongan lan wong tuwa, 
            ingkang sugih kojah ugi, 
            kojah iku warna-warna, ana ala ana becik.

            Oleh karena itu, 
            sebagai pemuda seharusnya rajin 
            berkomunikasi dan berembug dengan orang tua 
            yang banyak bicara. 
            Ingat, bicara itu banyak macamnya, ada yang baik, ada pula yang buruk.

    12.   Ingkang becik kojahipun, 
            sira anggoa kang pasthi, 
            ingkang ala singgahana, 
            aja sira anglakoni, 
            lan den awas wong akojah, 
            iya ing masa puniki.

            Pastikan kau ikuti pembicaraan yang baik, 
            yang kurang baik singkirkan, 
             jangan kau lakukan, 
             meskipun begitu, 
            di masa sekarang waspadalah setiap orang bicara.

    13.   Akeh wong kang sugih wuwus, 
            nanging den sampar pakolih, 
             amung badane priyangga, 
             kang den pakolehaken ugi, 
             panastene kang den umbar, 
             nora nganggo sawatawis.

             Banyak orang yang pandai bicara 
             namun pembicaraannya itu dibungkus 
             dengan maksud untuk mementingkan diri sendiri, 
              hanya dirinya yang diuntungkan, 
              mengumbar kedengkian tanpa batas.

    14.   Aja ana wong bisa tutur, 
            amunga ingsun pribadhi, 
            aja ana ingkang memadha, 
            angrasa pinter pribadhi, 
            iku setan nunjang-nunjang, 
            tan pantes den pareki.

             Jangan ada orang yang dapat berbicara 
             kecuali dirinya sendiri 
             dan jangan ada yang menyamai, 
             merasa paling pandai, 
             itu adalah perilaku setan, 
             tidak pantas kau dekati.

    15.    Sikakna di kaya asu, 
             yen wong kang mangkono ugi, 
            dahwen apan nora layak, 
             yen sira sandhinga linggih, 
            nora wurung katularan, 
            becik singkirana ugi.

            Jika kau temui orang seperti itu, 
            usirlah seperi kau menghalau anjing, 
            dia tak patut kau dekati apalagi menemaninya duduk, 
            niscaya kau akan ketularan, 
            lebih baik hindarilah.

    16.  Poma-poma wekasingsun, 
            mring kang maca layang iki, 
            lair batin den estokna, 
            saunine layang iki, 
            lan den bekti mring wong tuwa, 
            ing lair praptaning batin.

           Bagi yang membaca surat ini, 
            perhatikan dengan sungguh-sungguh nasihatku ini, 
            patuhilah secara lahir dan batin, 
            laksanakan apa yang tertulis dalam surat ini, 
            dan berbaktilah terhadap orang tua, 
            lahir dan batin.



C. Watak Tembang Kinanthi



Watake seneng, tresna asih, mitutura, nuladani, mula lumrahe kanggo menehi pitutur lan crita kang nalekane rasa tresna asih

Dikanthi-kanthi (diarahkan dan dibimbing) agar menjadi manusia sejati. Yang selalu menjaga bumi pertiwi. Pupuh kinanthi dalam serat wedhatama mengandung isi ajaran-ajaran tentang :

      1. Mempertajam perasaan / kepekaan perasaan agar menyingkirkan hawa nafsu supaya menjadi manusia yang berbudi luhur dengan cara bersemedi / bersepi-sepi dari keramaian agar mendapat ketenangan hati dan jiwa.

      2.  Agar selalu waspada untuk selalu mengetahui penghalang dalam hidup ( mawas diri) dan selalu menghilangkan keragu-raguan dalam hati supaya mantap dalam melangkah untuk berbuat kebaikan.

     3. Menghilangkan iri dengki, tidak berhati panas, tidak mengganggu orang lain, dan tidak 
melampiaskan hawa nafsu, namun hanya lah diam agar tenang.

Konsep Biologi untuk pembelajaran TKA Biologi Kelas XII

  🌳 Keanekaragaman Hayati Keanekaragaman hayati (Biodiversitas) adalah totalitas variasi kehidupan di bumi. Untuk analisis TKA, Anda wajib...