Sunday, August 17, 2025

Ketapang (Terminalia catappa)

 

Ketapang (Terminalia catappa)



Deskripsi Umum

Ketapang adalah pohon peneduh dari keluarga Combretaceae yang banyak ditemukan di daerah tropis, termasuk Indonesia. Pohon ini dikenal dengan tajuknya yang melebar menyerupai payung, sehingga sering ditanam sebagai peneduh di jalan raya, taman, dan pekarangan rumah.

Selain sebagai peneduh, ketapang juga memiliki manfaat ekologis dan tradisional. Daun, biji, dan kulit pohonnya telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional serta dimanfaatkan dalam bidang perikanan.


Morfologi

  • Batang: Tinggi mencapai 10–25 meter, kokoh, bercabang horizontal membentuk lapisan bertingkat seperti payung. Kulit batang berwarna cokelat keabu-abuan.

  • Daun: Lebar, oval, berwarna hijau tua dan akan berubah menjadi kuning, merah, atau ungu sebelum gugur, sehingga memberikan tampilan menarik. Panjang daun bisa mencapai 15–25 cm.

  • Bunga: Kecil, berwarna putih kekuningan, muncul dalam kelompok pada ujung ranting.

  • Buah: Berbentuk lonjong-pipih, berkulit hijau saat muda dan berubah menjadi kuning-cokelat ketika masak. Di dalam buah terdapat biji yang bisa dimakan, rasanya mirip almond.


Habitat

Ketapang tumbuh baik di daerah tropis, terutama di wilayah pesisir karena toleran terhadap tanah berpasir dan kadar garam tinggi. Dapat ditemukan di pantai, taman kota, hingga pekarangan rumah.


Klasifikasi Ilmiah

  • Divisi: Spermatophyta

  • Subdivisi: Angiospermae

  • Kelas: Dicotyledonae

  • Bangsa: Myrtales

  • Suku: Combretaceae

  • Marga: Terminalia

  • Jenis: Terminalia catappa


Manfaat

  1. Estetika & Ekologis

    • Pohon peneduh dengan tajuk melebar.

    • Mampu menyerap polusi dan menjaga kelembaban lingkungan.

    • Menahan erosi di daerah pantai.

  2. Pengobatan Tradisional

    • Daun digunakan untuk mengobati diare, penyakit kulit, dan sebagai antibakteri alami.

    • Air rebusan daun sering dimanfaatkan dalam perikanan (misalnya untuk ikan cupang dan discus) karena menyehatkan air dan mencegah jamur.

  3. Pangan

    • Biji buahnya dapat dimakan, rasanya mirip kacang almond sehingga sering disebut “tropical almond”.


Budidaya Singkat

  • Iklim: Tropis dan subtropis, tahan terhadap panas dan kekeringan.

  • Media Tanam: Tanah berpasir atau tanah gembur dengan drainase baik.

  • Perawatan:

    • Pemangkasan cabang dilakukan bila ingin menjaga bentuk tajuk.

    • Penyiraman cukup saat masih muda, pohon dewasa tahan kekeringan.

    • Pemupukan ringan untuk merangsang pertumbuhan daun dan bunga.

No comments:

Post a Comment

Konsep Biologi untuk pembelajaran TKA Biologi Kelas XII

  🌳 Keanekaragaman Hayati Keanekaragaman hayati (Biodiversitas) adalah totalitas variasi kehidupan di bumi. Untuk analisis TKA, Anda wajib...