Monday, November 16, 2020

Kingdom Monera ( Archaebacteria dan Eubacteria)

Kingdom Monera ( Archaebacteria dan Eubacteria) 



       Pengertian Monera dan Ciri – Ciri Kingdom Monera (Eubacteria atau bakteri dan Archaebacteria atau archae)

       Monera atau organisme prokariota ini berasal dari bahasa Yunani. Monera ini berarti tunggal. Monera juga memiliki ciri – ciri untuk membedakan dengan organisme yang lain. Adapun ciri – ciri yang dimiliki oleh monera yaitu sebagai berikut.

       Pertama, monera merupakan uniseluler atau bersel satu. Kedua, monera tidak memiliki membran inti atau prokariota. Monera juga memiliki kingdom. Kingdom monera ini terdiri dari dua, yaitu eubacteria atau bakteri dan archaebacteria atau archae. Masing – masing ciri  – ciri dari kingkom tersebut dapat dijabarkan di bawah ini


A. Archaebacteria atau Archae

Archaebacteria memiliki ciri – ciri sebagai berikut:

-  Archae merupakan organisme bersel satu.

- Archae hidup pada kondisi lingkungan yang ekstrim.

- Archae memiliki dinding sel yang tidak mengandung peptidoglikan, tetapi membran plasmanya mengandung lipid

- Sel dalam archae belum memiliki membran inti atau prokariotik, meskipun demikian ribosomnya mirip dengan ribosom eukariotik.

- Berkembang biak dengan cara pembelahan biner, fragmentasi, pembentukan tunas dan pembelahan ganda.

- Bersifat anaerob sehingga mampu menghasilkan ATP/

- Ciri yang terakhir, rata – rata archae memiliki ukuran 0, 1 µm – 15 µm.


Golongan Archaebacteria atau Archae

          Archaebacteria atau Archae diduga sebaia organisme paling tua yang hidup di bumi. Archaebacteria biasa hidup di linhkungan yang ekstrem, misalnya di sumber air panas, kawah, telaga garam, telaga belerang dan gambut.

          Archaebacteria terdiri dari tiga golongan, yaitu Metanobaceria, Halobacterium, dan Thermoplasma. Masing – masing golongan dapat dijelaskan sebagai berikut.

- Golongan pertama, Metanogen, Metanobacteria. Metanobacteria merupakan suatu bakteri yang bersifat hemoautotrof. Di mana Metanobacteria ini mampu menghasilkan gas metana atau CH4 dan tidak membutuhkan oksigen atau anaerob. Bakteri yang termasuk dalam kelompok ini biasanya hidup ditempat-tempat yang kurang oksigen, di lumpur, dan dirawa, serta dapat tumbuh dengan baik pada suhu 98°C dan mati pada suhu dibawah 84°C. Ada juga yang bersimbiosis dengan rumen herbivora dan saluran pencernaan rayap yang berperan sebagai agen fermentasi selulosa, contohnya Ruminococcus albus (menghidrolisis glukosa). Bakteri metanogen bersifat anaerobik dan kemosintetik.

Dalam memperoleh makanannya, bakteri metanogen membusukkan bahan organik yang ada di lingkungannya, kemudian menghasilkan gas metana. Banteri jenis ini punya cara khas dalam proses metabolisme energi yaitu membentuk gas metana (CH4) dengan cara mereduksi dioksida (CO2).

Contoh dari Metanobacteria yaitu bakteri Succinomonas Amylolytica yang hidup di saluran pencernaan pada hewan sapi.

- Golongan kedua, Halobacterium. Halobacterium ini merupakan jenis halofil yang hidup pada kondisi yang ekstrim dengan kadar garam yang tinggi. Halobacterium ini dapat dijumpai di Laut Mati dan Great Salt Lake.

- Golongan ketiga, Thermoplasma. Thermoplasma ditemukan di dalam air asam yang berasal dari mata air belerang yang panas.

Sahabat, sudah pahamkah kalian tentang monera? Seperti yang dijelaskan di atas bahwa monera memiliki dua kingdom yaitu bakteri dan archae. Archaebacteria atau Archae dan Bakteri atau Eubacteria merupakan organisme bersel satu atau tunggal.

Selain itu, bakteri dan archae juga tidak memiliki membran inti. Meskipun demikian, masing – masing kingdom, baik bakteri maupun archae juga memiliki perbedaan ciri – ciri, seperti ukuran dari bakteri dan archae.

Lebih lanjut, penggolongan untuk bakteri dan archae pun juga tidak sama. Di mana bakteri memiliki enam cara dalam penggolongan, sedangkan archae memiliki tiga cara dalam penggolongannya. Sama halnya dengan organisme yang lain bakteri memiliki manfaat yang menguntungkan dan merugikan bagi kehidupan manusia.

Sekalipun memiliki dampak yang merugikan, bakteri tetap dibutuhkan untuk kehidupan manusia, terutama bakteri yang bersifat baik. Salah satu contohnya  dalam industri makanan seperti yakult dan yoghurt yang biasa kita konsumsi ternyata membutuhkan bakteri dalam pembuatannya.


B. Bakteri atau Eubacteria

Bakteri atau eubacteria memiliki ciri – ciri yang mungkin sama dan/ atau berbeda dengan  archaebacteria atau archae . Ciri – ciri dari bakteri atau eubacteria, yaitu sebagai berikut. Pertama, bakteri merupakan organisme yang bersel tunggal atau uniseluler.

Kedua, inti sel bakteri tidak memiliki membran inti atau prokariotik. Ketiga, ukuran sel bakteri berkisar antara 1 – 5 µm, di mana setiap 1 µm sama dengan 1/1000 mm.

Keempat, bakteri bergerak dengan flagela atau pili. Kelima, beberapa jenis bakteri berperan penting untuk proses penguraian zat –zat organik. Keenam, bakteri hidup di berbagai lingkungan atau habitat. Ketujuh, bakteri berkembang biak secara aseksual dengan cara membelah diri.

Setelah memahami tentang ciri – ciri bakteri atau eubacteria, selanjutnya akan dijelaskan tentang struktur dari bakteri atau eubacteria di bawah ini.

Struktur Bakteri atau Eubacteria

Bakteri atau eubacteria memiliki struktur. Adapun struktur dari bakteri ini terdiri dari struktur bagian luar sel, struktur bagian dalam sel, flagela, dan pili atau fimbriae. Adapun penjelasan dari masing – masing struktur bakteri yaitu sebagai berikut.

Struktur bagian luar sel. Struktur bagian luar sel bakteri ini terdiri dari dinding sel, kapsul, dan membran plasma. Adapun bagian ini memiliki fungsinya masing – masing. Membran sitoplasma terdiri dari lapisan lipoprotein atau fosfolipid dan protein yang memiliki sifat permeabel.

Membran sitoplasma ini berperan untuk mengatur keluar masuknya zat – zat yang ada di dalam sel bakteri. Dinding sel, memiliki fungsi untuk melindungi dan memberi bentuk pada sel bakteri. Dinding sel ini terdiri dari hemiselulosa dan senyawa peptidoglikan. Senyawa ini terdiri dari protein dan asam amino.

Kapsul merupakan bagian yang paling luar. Kapsul ini berupa lapisan lendir. Kapsul memiliki fungsi untuk pelindung sel. Selain itu, dapat digunakan untuk cadangan makanan. Adapun gambar dari struktur bakteri atau eubacteria yaitu sebagai berikut:


            Struktur bagian dalam sel. Struktur bagian dalam sel bakteri terdiri dari DNA, mesosom, plasmid, ribosom, dan endospora. Adapun penjelasan dari masing – masing bagian ini dapat dijelaskan sebagai berikut.

            Mesosom merupakan suatu bagian dari membran sitoplasma yang mengalami pelipatan. Mesosom ini berperan dalam sintesis dinding sel dan pada pembelahan nukleus atau inti sel. DNA merupakan bagian materi inti genetik. DNA ini sebagai pembawa sifat pada makhluk hidup, terutama bakteri.

            Endospora merupakan spora atau struktur yang memiliki dinding yang tebal. Dinding tebal ini terbentuk pada saat kondisi lingkungan yang tidak menguntungkan bagi bakteri. Kondisi lingkungan yang tidak menguntungkan, seperti panas, dingin, dan kering.

            Endospora akan kembali menjadi sel bakteri pada saat kondisi lingkungan mulai membaik. Plasmid ini berbentuk seperti cincin. Plasmid terdapat di bagian dalam sitoplasma. Plasmid ini berfungsi untuk alat pertahanan sel terhadap kondisi lingkungan yang ekstrim.

Ribosom merypakan suatu bagian dari organel sel yang memiliki peran utama dalam proses sintesis protein yang berada di dalam sel.

Flagela. Flagela merupakan suatu alat gerak bakteri. Flagela ini memiliki bentuk seperti rambut dan tersusun dari senyawa protein yang dinamakan dengan flagelin. Jumlah dan letak flagela dijadika salah satu dasar dalam penggolongan bakteri.

Pili atau fimbriae. Pili ini memiliki bentuk seperti benang filamen. Pili hanya dimiliki oleh bakteri gram negatif. Ukuran pili lebih kecil, pendek, dan lebih banyak dari flagela. Pili tidak memiliki fungsi sebagai alat gerak. Namun, pili memiliki fungsi sebagai gerbang masuknya bahan genetik selama berlangsungnya proses konjugasi.

Setelah memahami tentang struktur dari bakteri. Di mana bakteri memiliki empat struktur dengan fungsinya masing – masing. Selanjutnya akan dijelaskan tentang penggolongan bakteri.

Penggolongan Bakteri atau Eubacteria

Penggolongan bakteri dilakukan dengan beberapa cara yang didasarkan pada letak flagela pada sel bakteri. Kemudian, didasarkan pada bentuk tubuh bakteri. Ketiga, didasarkan pada pewarnaan gram. Keempat, didasarkan pada kebutuhan oksigen. Kelima, di dasarkan pada cara hidupnya.

Keenam, didasarkan pada pembagian di dalam filum atau divisi. Masing –masing penggolongan bakteri ini memiliki makna yang berbeda. Adapun penjelasan dari masing – masing penggolongan bakteri dapat dijelaskan sebagai berikut.

Penggolongan bakteri berdasarkan pada letak flagela pada sel bakteri. Penggolongan ini dibagi menjadi empat, yaitu monotrik, lopotrik, amfitrik, dan peritrik. Masing –masing dapat dijelaskan sebagai berikut.

Lopotrik merupakan bakteri yang memiliki dua atau lebih flagela. Yang terletak di salah satu ujung selnya. Amfitrik merupakan bakteri yang memiliki dua atau lebih flagela yang terletak di kedua ujung selnya.

Monotrik merupakan bakteri yang hanya memiliki satu flagela yang berada pada salah satu ujung selnya. Peritrik merupakan bakteri yang memiliki flagela yang berada di seluruh permukaan selnya.

Penggolongan bakteri yang berdasarkan pada bentuk tubuh bakteri. Penggolongan ini dibagi menjadi empat bagian, yaitu vibrio atau koma, spirilum atau spiral, basil atau batang, dan kokus atau bulat. Adapun penjelasan dari masing- masing bagian tersebut yaitu sebagai berikut.

Vibrio atau koma misalnya pada bakteri Vibrio cholerae merupakan bakteri yang dapat menyebabkan penyakit kolera. Spirilum atau spiral, misal pada bakteri Trponema palidum.

Basil atau batang, merupakan monobasil seperti bakteri E. coli, Salmonella thypi dan streptobasil terdiri dari bakteri Azotobacter dan Bacillus antracis.

Kokus atau bulat merupaka streptokokus seperti bakteri S. thermophillus, diplokokus seperti bakteri D. pneumoniae, dan stafilokokus seperti bakteri S. Aureus.

Penggolongan bakteri berdasarkan pewarnaan gram. Pewarnaan gram ini memiliki tujuan. Uji pewarnaan gram yang dilakukan oleh bakteri ini digunakan untuk mengetahui perbedaan struktur dinding sel.

Ada dua jenis bakteri yang didasarkan pada perbedaan pewarnaan gram yaitu bakteri gram positif dan bakteri gram negatif. Adapun penjelasan dari masing – masing pewarnaan gram ini dapat dijelaskan sebagai berikut.

Pertama, bakteri gram positif. Bakteri gram positif ini memberikan warna ungu pada pengecatan gram. Hal ini disebabkan dinding peptidoglikannya tebal. Lebih lanjut, bakteri gram positif ini memiliki dinding sel yang lebih sederhana.

Meskipun demikian, bakteri gram positif ini lebih tentang dibandingkan dinding sel bakteri gram negatif. Ketebalan bakteri gram positif yaitu sekitar 20 – 25 nm. Adapun contoh dari bakteri gram positif yaitu Aerococcus, Leuconostoc.

Kedua, bakteri gram negatif. Bakteri gram negatif ini memiiki dinding sel bakteri yang lebih  tipis dibandingkan dengan bakteri gram positif. Ketebatalan dinding sel bakteri gram negatif ini yaitu sekitar 10 – 15 nm.

Bakteri gram negatif ini memiliki kandungan peptidoglikan yang lebih sedikit. Meskipun demikian, bakteri gram negatif memiliki struktur yang lebih kompleks. Lebih lanjut, bakteri gram negatif dapat memberikan pewarnaan merah pada saat diuji pengecatan gram.

Warna merah tersebut disebabkan dinding peptidoglikannya tipis. Kemudian, sel bakteri gram negatif ini dilapisi oleh periplasma dan membran luar lipoprotein. Pada umumnya, jenis bakteri gram negatif ini merupakan bakteri yang memiliki sifat patogen. Adapun contoh dari bakteri gram negatif yaitu E. coli, Shigella, Salmonella tyhi, dan Enterobacter cloacae.

Penggolongan bakteri berdasarkan pada kebutuhan oksigen. Penggolongan ini dibagi menjadi lima jenis, yaitu bakteri aerob obligat, bakteri anaerob fakultatif, bakteri anaerob obligat,bakteri anaerob aerotoleran, dan bakteri mikroaerofilik. Di mana masing – masing bakteri dapat dijelaskan sebagai berikut.

Pertama, bakteri mikroaerofilik merupakan suatu jenis bakteri yang menggunakan oksigen untuk respirasi. Meskipun demikian, hanya dapat hidup dengan konsentrasi oksigen yang rendah. Adapun contoh dari bakteri mikroaerofilik yaiti Campylobacter fetus merupakan bakteri yang dapat menyebabkan aborsi spontan pada hewan ternak.

Kedua, bakteri aerob obligat merupakan suatu kelompok bakteri yang membutuhkan gas oksigen dalam proses respirasi. Contoh dari bakteri aerob obligat yaitu Acitenobacter baumanii merupakan bakteri yang dapat menyebabkan infeksi pada saluran pernapasan.

Ketiga, bakteri anaerob obligat merupakan bakteri yang tidak membutuhkan gas oksigen. Hal tersebut disebabkan dapat merusak sel bakteri tersebut. Contoh dari bakteri anaerob obligat yaitu Clostridium tetani merupakan bakteri yang dapat menyebabkan tetanus.

Keempat, bakteri anaerob fakultatif merupakan bakteri yang membutuhkan gas oksigen. Meskipun demikian, bakteri ini masih dapat hidup tanpa harus menggunakan oksigen. Contoh dari bakteri anaerob fakultatif yaitu Escherichia coli di mana bakteri ini dapat ditemukan dalam usus manusia.

Kelima, bakteri anaerob aerotoleran, merupakan suatu bakteri yang tidak menggunakan oksigen. Meskipun demikian, masih dapat hidup di tempat yang mengandung oksigen. Contoh dari bakteri anaerob aerotoleran yaitu Lactobacillus bulgarius dan Streptococcus lactis yang dapat digunakan untuk industri pembuatan yoghurt dan keju.

Penggolongan bakteri berdasarkan pada cara hidup. Penggolongan jenis ini dibedakan menjadi dua yaitu bakteri autotrof dan bakteri heterotrof. Masing –masing masih dibedakan lagi, yang dapat dijabarkan dalam penjelasan di bawah ini.

Pertama, bakteri autotrof merupakan suatu jenis bakteri yang dapat mensintesis makanannya sendiri dari zat anorganik menjadi zat organik. Bakteri autotrof ini dibedakan menjadi dua yaiatu bakteri fotoautotrof dan bakteri kemoautotrof. Masing –masing dapat dijelaskan sebagai berikut.

Bakteri fotoautotrof ini mendapatkan sumber energi untuk proses sintesis makanan berasal dari cahaya atau melalui fotosintesis. Contoh dari bakteri fotoautotrof yaitu bakteri sulfur hijau atau Chlorobium, sianobakteria atau Anabaena, dan bakteri sulfur ungu atau Chromatium.

Bakteri kemoautotrof merupakan bakteri yang menggunakan senyawa kimia sebagai sumber energi yang digunakan untuk sintesis senyawa organik. Contoh dari bakteri kemoautotrof yaitu bakteri nitrifikasi (Nitrosomonas dan Nitrobacter) dan Thiobacillus.

Kedua, bakteri heterotrof merupakan suatu bakteri yang tidak dapat mensintesis makanannya sendiri. Bakteri ini memanfaatkan bahan organik dari organisme yang lain. Bakteri heterotrof ini dibedakan menjadi dua yaitu parasit dan saprofit. Masing – masing dapat dijelaskan di bawah ini.

Saprofit merupakan suatu bakteri yang memperoleh makanan  dari sisa – sisa organisme yang telah mati. Organisme yang telah mati ini seperti bangkai hewan dan sampah organik. Contoh dari saprofit yaitu E. coli.

Parasit merupakan suatu bakteri yang mengambil makanan dari organisme yang lain atau inangnya. Hal ini dapat merugikan inangnya. Contoh dari parasit yaitu Mycobacterium tuberculosis.

Penggolongan bakteri berdasarkan pada pembagian dalam filum atau divisi. Penggolongan ini dibedakan menjadi lima filum, yaitu proteobacteria, bakteri gram positif, spirochetes, chlamydias, dan cyanobacteria atau ganggang hijau – biru. Masing – masing dapat dijelaskan di bawah ini.

Cyanobacteria atau ganggang hijau – biru merupakan suatu kelompok yang mengandung beberapa macam pigmen. Pigmen tersebut seperti klorofil atau pigmen hijau, fikosianin atau pigmen biru, karotenoid atau pigmen jingga, dan beberapa pigmen tambahan yang dapat  menyebabkan menjadi berwarna – warni.

Pigmen klorofil ini dapat membuat bakteri mampu untuk melakukan suatu proses fotosintesis. Adapun contoh dari cyanobacteria yaitu sebagai berikut:

  1. Ganggang hijau – biru bentuk benang atau filamen, contohnya yaitu Nostic, Oscillatoria, Anabaena.
  2. Ganggang hijau – biru bersel satu , contohnya yaitu Gleocapsa, Chroococcus.
  3. Ganggang hijau – biru bentuk koloni, contohnya yaitu Polycyshis.

Chlamydias merupakan suatu kelompok bakteri yang memiliki ukuran yang paling kecil. Chlamydias hanya dapat hidup sebagai parasit bagi sel makhluk hidup yang lain. Contoh dari Chlamydias yaitu Chlamydia psittaci di mana bakteri ini dapat menyebabkan infeksi pada mata.

Spirochetes. Kelompok dari Spirochetes ini bukan merupakan suatu kelompok yang besar. Meskipun demikian, keberadaan dari kelompok Spirochetes ini dapat mempengaruhi kehidupan manusia.

Hal tersebut disebabkan beberapa jenis bakteri ini dapat menyebabkan penyakit pada manusia. Contoh dari Spirochetes yaiatu Treponema pallidium di mana bakteri ini dapat menyebabkan penyakit sifilis.

Proteobacteria merupakan suatu kelompok bakteri yang terbesar. Proteobacteria sendiri dikelompokkan menjadi bakteri ungu yang memiliki sifat fotoautotrof, preteobacteria kemoheterotrof dan proteobacteria kemoautotrof. Contoh dari Proteobacteria yaitu bakteri Escherichia coli.

Bakteri gram positif di mana pada kelompok bakteri gram positif ini, beberapa bakterinya ada yang dapat melakukan fotosintesis atau fotoautotrof.

Meskipun demikian, ada juga yang bersifat kemoheterotrof, dan ada juga yang membentuk endospora (merupakan struktur yang memiliki sifat tahan terhadap panas) pada saat lingkungan terdapat sedikit makanan. Contoh dari bakteri gram positif yaitu bakteri Bacillus sp. dan Clostridium sp.

Setelah mempelajari tentang tata cara penggolongan bakteri yang dibagi menjadi enam cara. Selanjutnya, dijelaskan tentang reproduksi bakteri.

Reproduksi Bakteri atau Eubacteria

Bakteri melakukan reproduksi dengan dua cara yaitu reproduksi aseksual dan reproduksi seksual. Masing – masing reproduksi, baik aseksual dan seksual, dapat dijelaskan sebagai berikut.

Reproduksi aseksual atau tidak kawin. Reproduksi ini dilakukan dengan cara membelah diri secara biner.

Reproduksi seksual atau kawin. Reproduksi ini dapat terjadi dalam tiga cara yaitu konjugasi, transformasi, dan transduksi. Masing –masing cara dalam reproduksi seksual atau kawin dapat dijelaskan sebagai berikut.

Transduksi merupakan suatu proses pemindahan materi genetik atau DNA melalui perantara atau infeksi virus.

Transformasi merupakan pemindahan satu gen atau DNA bakteri ke sel bakteri yang lain melalui proses fisiologis.

Konjugasi merupakan suatu cara reproduksi dengan memindahkan materi genetik melalui kontak langsung antarbakteri.

Demikian pemaparan tentang dua proses reproduksi bakteri, baik secara seksual maupun secara aseksual. Selanjutnya akan dijelaskan tentang peranan dari bakteri.


Peranan Bakteri atau Eubacteria dalam Kehidupan Manusia

Sama halnya dengan organisme yang lain, bakteri juga memiliki peranan dalam kehidupan manusia. Peranan yang dimilliki bakteri dalam kehidupan manusia dapat menguntungkan, namun juga dapat merugikan. Masing –masing peranan akan dijelaskan di bawah ini.

Bakteri yang menguntungkan. Bakteri yang menguntungkan ini dibagi menjadi bakteri pengikat nitrogen pada tanaman, bakteri nitrifikasi, bakteri penghasil antibiotik, dan bakteri dalam industri makanan. Penjelasan lebih lanjut tentang bakteri ini sebagai berikut.

Pertama, bakteri pengikat nitrogen pada tanaman. Beberapa bakteri yang berperan untuk mengikat nitrogen dari udara bebas, yaitu Azetobacter vinelandii, Clostridium pasteurianum, dan Rhizobium leguminosarum yang melakukan simbiosis dengan tanaman polong – polongan.

Adapun reaksi fiksasi dari N2 dapat dijelaskan sebagai berikut.


ATP


2N2 + 6H2O → 4NH3 + 3O2


Bakteri


Kedua, bakteri nitrifikasi. Bakteri Nitrosomonas dan Nitrosococcus dapat melakukan proses nitrifikasi dengan cara mengubah amonia atau NH3 menjadi nitrit atau NO2. Sedangkan, bakteri Nitrobacter dapat mengubah nitrit atau NO2 menjadi nitrat atau NO3.


Adapun reaksinya dapat dijelaskan sebagai berikut.


Nitrodomonas


2NH3 + 3O2 → 2 HNO2 + 2 H2O + energi


Nitrosococcus


2HNO2 + O2 → 2 HNO3 + energi


Nitrosococcus


Ketiga, bakteri penghasil antibiotik. Bakteri ini terdiri dari


Bakteri Streptomyces griseus jenis antibiotik yang dihasilkan yaitu Streptomisin,

Bakteri Streptomyces rimosus, jenis antibiotik yang dihasilkan yaitu Terasiklin,

Bakteri Streptomyces venezuelae jenis antibiotik yang dihasilkan yaitu Chloramphenicol.

Bakteri Streptomyces aureofaciens, jenis antibiotik yang dihasilkan yaitu Aureomisin.

Bakteri Bacillus polymixa jenis antibiotik yang dihasilkan yaitu Polimiksin.

Keempat, bakteri dalam industri makanan. Bakteri ini terdiri dari


Bakteri Lactobacillus bulgaricus, produk makanan yang dihasilkan yaitu Yoghurt.

Bakteri Acetobbacter xylinum, produk makanan yang dihasilkan yaitu Nata de coco.

Bakteri Lactobacillus casei, produk makanan yang dihasilkan yaitu Yakult.

Bakteri Streptococcus lactis, produk makanan yang dihasilkan yaitu Mentega.

Bakteri Acetobbacter sp., produk makanan yang dihasilkan yaitu Asam cuka.

Bakteri yang merugikan. Bakteri yang merugikan ini terdiri dari bakteri yang menjadi penyebab penyakit pada manusia, bakteri yang menjadi penyebab penyakit pada hewan ternak, dan terakhir, bakteri yang dapat menyebabkan penyakit pada tanaman. Masing –masing dijelaskan lebih lanjut, sebagai berikut.


Pertama, bakteri yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia, yaitu sebagai berikut


Bakteri Clostridium tetani yang dapat menyebabkan penyakit tetanus.

Bakteri Salmonella tphosa yang dapat menyebabkan penyakit tipus.

Bakteri Mycobacterium tuberculosis yang dapat menyebabkan penyakit TBC.

Bakteri Diplococcus pneumoniae yang dapat menyebabkan penyakit radang paru – paru.

Bakteri Shigella dysentriae yang dapat menyebabkan penyakit disentri atau pencernaan.

Kedua, bakteri yang dapat menyebabkan penyakit pada hewan ternak, yaitu sebagai berikut.


Bakteri Bacillus anthracis yang dapat menyebabkan penyakit antraks pada sapi.

Bakteri Cytophaga columnaris yang dapat menyebabkan penyakit penyakit pada ikan.

Bakteri Streptococcus agalactia yang dapat menyebabkan penyakit radang payudara sapi.

Bakteri Actinomyces bovis yang dapat menyebabkan penyakit bengkak rahang pada sapi.

Ketiga, bakteri yang dapat menyebabkan penyakit pada tanaman, yaitu sebagai berikut.


Bakteri Xanthomonas oryzae yang dapat menyebabkan penyakit menyerang pucuk batang padi.

Bakteri Xanthomonas campestris yang dapat menyebabkan penyakit menyerang tanaman kubis.

Bakteri Pseudomonas solenacearum yang dapat menyebabkan penyakit daun layu pada terung – terungan.

Bakteri Erwinia amylovora yang dapat menyebabkan penyakit busuk pada buah – buahan.

Bakteri Xanthomonas citri yang dapat menyebabkan penyakit nekrosis pada tanaman jeruk.

Setelah memahami tentang manfaat bakteri bagi kehidupan manusia, baik yang menguntungkan maupun merugikan. Selanjutnya, akan dijelaskan tentang Archaebacteria. Archaebacteria merupakan kingdom kedua dari bakteri yang dikenal juga dengan nama archae.



Sekalipun memiliki dampak yang merugikan, bakteri tetap dibutuhkan untuk kehidupan manusia, terutama bakteri yang bersifat baik. Salah satu contohnya  dalam industri makanan seperti yakult dan yoghurt yang biasa kita konsumsi ternyata membutuhkan bakteri dalam pembuatannya.


Demikian sahabat, pemaparan kita tentang materi pengertian monera. Semoga artikel ini dapat membantu kalian semua untuk memahami lebih jauh tentang semua hal yang berkaitan dengan monera dan kingdomnya yaitu bakteri dan archae. Selamat belajar sahabat dan sukses selalu.


Referensi:


Rahardian, R dan Ananda, A. 2012. Mini Book Master Biologi SMA Kelas X, XI, & XI. Jakarta: PT Wahyu Media.

Sunday, October 25, 2020

VIRUS

 

Materi Virus Kelas X: Pengertian, Ciri, Struktur Tubuh, Jenis, Dampak



Sebagian besar penyebab penyakit yang ada di bumi berasal dari organisme yang tidak dapat dilihat oleh mata telanjang, salah satunya virus. Virus merupakan makhluk hidup yang bersifat parasit sebab membutuhkan inang sebagai tempatnya hidup hingga kemudian menyebabkan penyakit hingga kematian pada makhluk lain. Simak penjelasan lebih lengkapnya mengenai virus berikut ini.

PENGERTIAN VIRUS

Virus termasuk bagian dari mikroorganisme. Dinamakan bagian dari mikroorganisme karena merupakan makhluk hidup dengan ukuran hanya beberapa mikro atau mungkin lebih kecil dari itu, karena 1 mikron sama dengan 0,001 mm. Virus merupakan organisme parasit, yang mana ia membutuhkan inang untuk bertahan hidup. Virus harus menemukan inang untuk bereproduksi, termasuk melalui sel tubuh manusia. Tanpa menumpang ke tubuh inangnya, ia tidak bisa mereplikasi diri. Beberapa virus bahkan dapat membunuh sel inangnya untuk dapat berkembang biak. Jika ia tidak menemukan inang, virus tidak bisa hidup dalam waktu yang lama edufriends.

CIRI-CIRI VIRUS

Virus sering diperdebatkan statusnya sebagai makhluk hidup karena ia tidak dapat menjalankan fungsi biologisnya secara bebas. Karena karakteristik khasnya ini virus selalu terasosiasi dengan penyakit tertentu, baik pada manusia (misalnya virus influenza dan HIV), hewan (misalnya virus flu burung), atau tanaman (misalnya ­virus mosaik tembakau). Lalu apa saja ciri- ciri yang dimiliki oleh virus? Berikut beberapa diantaranya:

  • Hanya memiliki satu jenis asam nukleat yang diselubungi oleh kapsid atau selubung protein. Asam nukleat ini yaitu DNA atau RNA.
  • Ukurannya sangat kecil yaitu antara 25 – 300 nm. Untuk 1 nm sama dengan 10-9 m.
  • Tubuh virus tidak berbentuk sel. Sehingga virustidak memiliki inti sel, membran plasma, dan sitoplasma.
  • Virus hanya dapat hidup dan berkembang biak pada sel hidup atau dikenal juga sebagai parasit intraseluler obligat.
  • Virus merupakan suatu makhluk metaorganisme. Makhluk metaorganisme merupakan suatu bentuk peralihan antara benda mati atau memiliki sifat yang dapat dikristalkan dan makhluk hidup atau dapat berkembang biak.
  • Virus memiliki beberapa bentuk tubuh. Bentuk tubuh virus yaitu bulat, batang, bentuk T, dan silindris.

 STRUKUR TUBUH VIRUS



Pada umumnya struktur tubuh yang dimiliki oleh virus terdiri dari asam nukleat dan kapsid. Selain itu, virus juga memiliki struktur tambahan. Asam nukleat ini terdiri dari DNA atau deoxyribo nucleid acid atau RNA atau ribonucleid acid. Secara umum, struktur tubuh virus terdiri atas 4 bagian utama, yaitu kepala, isi tubuh, ekor, dan kapsid.

  • Struktur Virus Kepala Virus memiliki kepala berisi DNA atau RNA yang menjadi bahan genetik kehidupannya. Isi kepala ini dilindungi oleh kapsid, yaitu selubung protein yang tersusun oleh protein. Bentuk kapsid sangat bergantung pada jenis virusnya. Kapsid virus bisa berbentuk bulat, polihedral, heliks, atau bentuk lain yang lebih kompleks. Kapsid tersusun atas banyak kapsomer atau sub-unit protein. Kapsid adalah lapisan berupa rangkaian kapsomer pada tubuh virus yang berfungsi sebagai pembungkus DNA atau RNA. Fungsi kapsid ini adalah sebagai pembentuk tubuh dan pelindung bagi virus dari kondisi lingkungan luar.
  • Isi Tubuh virus atau biasa disebut virion, adalah bahan genetik yang berupa salah satu tipe asam nukleat (DNA atau RNA). Tipe asam nukleat yang dimiliki virus akan mempengaruhi bentuk tubuh virus. Virus dengan isi tubuh berupa RNA biasanya berbentuk menyerupai kubus, bulat, atau polihedral, contohnya pada virus-virus penyebab penyakit polyomyelitis, virus influenza, dan virus radang mulut dan kuku.
  • Ekor merupakan bagian dalam struktur tubuh virus yang berfungsi sebagai alat untuk menempelkan diri pada sel inang. Ekor yang melekat di kepala ini umumnya terdiri atas beberapa tabung tersumbat yang berisi benang dan serat halus.

 JENIS-JENIS VIRUS

VIRUS DNA

Virus DNA adalah virus yang materi genetiknya berupa asam nukleat yang berbentuk rantai ganda berpilin. Di dalam sel inangnya, DNA pada virus akan mengalami replikasi menjadi beberapa DNA dan juga akan mengalami transkripsi menjadi mRNA. mRNA kemudiana mengalami translasi untuk menghasilkan protein selubung virus. Masih di dalam sel inang, DNA dan protein virus mengkonstruksikan diri menjadi virus – virus baru. mRNA juga akan membentuk enzim penghancur (Lisozim) sehingga sel inang lisis (hancur) dan virus – virus keluar untuk menginfeksi sel inang lainnya. Contoh Virus ini :

  • Papiloma
  • Poliloma
  • Parvovirus B19
  • Adenovirus
  • Herpes simpleks I (luka di sekeliling mulut)
  • Herpes simpleks II (perlukaan genital)
  • Varicella zoster (cacar air)
  • Virus Epstein-Barr
  • Cytomegalovirus
  • Vaccinia
  • Roseola
  • Cacar sapi
  • Cacar
  • Bakteriofag
  • Hepatitis B virus
  • Smallpox virus
  • Transfusion Transmitted Virus
  • JC virus (progressive multifocal leukoencephalopathy)
  • Anellovirus
  • Salterprovirus

VIRUS RNA

Virus RNA adalah virus yang materi genetiknya berupa asam nukleat yang berbentuk rantai tunggal atau ganda tidak berpilin. Di dalam sel inangnya, RNA pada virus akan mengalami transkripsi balik menjadi Hibrid RNA-DNA dan akhirnya membentuk DNA. Selanjutnya DNA virus akan masuk ke inti sel inangnya, menyisip ke dalam DNA inangnya. DNA virus akan merusak DNA inangnya dan membentuk mRNA. mRNA akan mengalami translasi untuk menghasilkan protein selubung virus untuk menbentuk virus – virus baru. Contoh Virus ini:

  • HIV AIDS
  • Influenza
  • Virus Hepatitis E
  • Poliovirus
  • Paramyxovirus Paramyxovirus
  • Virus enterik
  • Virus rubella
  • Virus demam kuning
  • Virus ensefalitis
  • Virus tumor RNA DHF (demam berdarah)
  • Rabies Campak Rhinovirus (demam dan pilek)
  • Reovirus (diare)
  • Gondong
  • Rotavirus
  • Enterovirus
  • Hepatovirus
  • Virus ebola

DAMPAK POSITIF VIRUS

Istilah virus, memiliki konotasi terhadap sesuatu yang mematikan, tetapi reputasi buruk ini tidak berlaku secara universal sebab Virus memang tidak selalu merugikan. Terdapat beberapa virus yang bermanfaat bagi kehidupan manusia, berikut beberapa diantaranya:

BIDANG KESEHATAN

Beberapa virus yang berperan di bidang kesehatan sebagai pencegahan kanker serta pengendalian kesehatan tubuh adalah sebagai berikut :

  • Virus berperan dalam pembuatan beberapa vaksin. Seperti vaksin polio, campak, cacar, kanker, dan lain-lain. Kandungan yang terdapat di dalam manfaat vaksin adalah virus yang sudah mati ataupun dilemahkan dan mengakibatkan demam bagi orang yang disuntik vaksin. Kemudian, sistem imun akan merekamnya dan membentuk anti bodi dalam tubuh. Sehingga jika penyakit-penyakit tersebut datang menyerang maka sistem imun tubuh mencegahnya masuk.
  • Beberapa virus berperan dalam melakukan pengendalian terhadap beberapa sel kanker yang akan dibunuh dengan menggunakan cell-killing effects virus secara langsung, dibanding menggunakan sistem imun.
  • Virus-directed enzyme prodrug therapy (VDEPT), merupakan sebuah terapi virus dimana sel yang menjadi target dimasukkan enzim dan dapat mengaktifkan dan menonaktifkan prekusor maupun cytoxic yang tersusun secara sistematis.
  • Membuat antitoksin. Antitoksin ini terbentuk melalui penggabungan DNA virus dan gen yang bersifat menguntungkan. Kemudian, DNA virus menghubungkan DNA manusia dengan DNA bakteri. Sehingga, sel bakteri mengandung gen manusia yang dapat menghasilkan antitoksin.
  • Bahan pembuatan insulin. Virus penyebab kanker dicangkokkan dengan gen-gen penghasil insulin ke bakteri. Sehingga, bakteri tersebut dapat berkembangbiak dan memproduksi insulin.
  • Terapi gen dengan mengubah gen penyebab infeksi menjadi gen penyembuh
  • Bacteriophages telah berhasil menyembuhkan penyakit tifus pada ayam dan disentri. Pada tahun 1921, bacteriophages digunakan untuk melawan virus Staphylococcus yang menyerang kulit. Sistem kerjanya adalah menempel pada bakteri pathogen tersebut dan menginfeksinya hingga bakteri tersebut mati.

BIDANG PERTANIAN

Manfaat Virus di bidang pertanian dapat dilihat dari penggunaan organisme biologis dalam mengendalikan kerusakan oleh hama atau yang biasa disebut dengan pengendalian biologis. Kegiatan ini sudah banyak digunakan pada sistem-sistem pertanian, berikut beberapa diantaranya:

  • Pengendalian hama serangga melalui Baculoviruses, atau sekelompok virus yang dapat menginfeksi serangga dan artropoda lainnya. Baculoviruse ditanamkan pada gen tanaman pertanian. Kemudian larva serangga memakan tumbuhan tersebut. Virus kemudian menginfeksi sel dan tumbuh di dalam tubuh larva tersebut dan lama kelaman merusak jaringan tubuh tubuhnya.
  • Integrated Pest Management. Penerapan IPM ini mengandalkan agen-agen biologis. Sehingga, mengurangi penggunaan pestisida yang dapat mengakibatkan pencemaran lingkungan edufriends.

BIDANG SCIENCE

Pengembangan ilmu. Virus telah digunakan secara luas pada studi molekuler dan seluler yang dapat digunakan untuk memanipulasi dan mengetahui fungsi-fungsi dari sel. Selain itu, Virus juga dapat digunakan sebagai penelitian genetik, seperti replikasi DNA, transkipsi, formasi RNA, formasi protein, DNA dasar dari ketahanan tubuh.

Keanekaragaman Hayati dan Klasifikasi Makhluk Hidup

 


Keanekaragaman hayati(biodiversitas) menurut Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1994 adalah keanekaragaman  di antara makhluk hidup dari semua sumber termasuk di antaranya daratan, lautan, dan ekosistem akuatik lain, serta kompleks ekologi yang merupakan bagian dari keanekaragamannya, mencakup keanekaragaman dalam spesies, antara spesies dan ekosistem. Keanekaragaman hayati dapat dibedakan menjadi tiga tingkatan, yaitu sebagai berikut.

1. Keanekaragaman tingkat ekosistem. 
Keanekaragaman tingkat ekosistem dapat dijelaskan sebagai keanekaragaman yang terjadi sebagai akibat dari adanya interaksi antara makhluk hidup penyusun suatu daerah dengan lingkungannya. Contoh dari keanekaragaman tingkat ekosistem yaitu ekosistem padang rumput dengan hutan hujan tropis.

2. Keanekaragaman tingkat gen. 
Keanekaragaman tingkat gen dapat dijelaskan sebagai keanekaragaman yang terjadi sebagai akibat dari adanya variasi genetik dalam suatu spesies. Contoh keanekaragaman tingkat gen yaitu keanekaragaman warna mahkota bunga pada tanaman mawar. Di mana warna tanaman mawar, antara lain tanaman mawar merah, kuning, pink, dan putih.

3. Keanekaragaman tingkat jenis atau spesies. 
Keanekaragaman tingkat jenis atau spesies ini dapat dijelaskan sebagai keanekaragaman variasi bentuk dan penampakan yang dimiliki oleh spesies satu dengan spesies yang lainnya dalam suatu lingkungan. Contoh dari keanekaragaman tingkat jenis atau spesies ini yaitu penampakan yang dimiliki oleh buah cempedak atau Artocarpus cempedens dan buah nangka atau Artocarpus heterophylus yang merupakan satu famili.

Keanekaragaman hayati juga perlu dilestarikan. Pelestarian terhadap keanekaragaman hayati di negara Indonesia dapat digolongkan menjadi dua, yaitu sebagai berikut.

1. Pelestarian eks situ. 
Pelestarian eks situ merupakan suatu usaha pelestarian yang dilakukan dengan cara memindahkan makhluk hidup dari habitat aslinya. Contoh pelestarian eks situ yaitu kebun botani, taman safari, dan kebun binatang.

2. Pelestarian in situ. 
Pelestarian in situ merupakan suatu usaha pelestarian terhadap makhluk hidup yang dilakukan di habitat aslinya. Contoh pelestarian in situ yaitu taman nasional, hutan lindung, dan cagar alam.

Setelah memahami tentang keanekaragaman hayati. Selanjutnya akan dipaparkan tentang klasifikasi makhluk hidup. Namun, sebelum dipaparkan lebih jauh, apakah yang dimaksud dengan klasifikasi?

Klasifikasi merupakan suatu proses penggolongan terhadap makhluk hidup yang dilakukan secara sistematis menurut suatu aturan tertentu. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan kemudahan dalam mempelajari tentang ciri- ciri dan sifat yang dimiliki oleh suatu makhluk hidup.

Lalu, apa tujuan dan manfaat dari mempelajari tentang klasifikasi? Tujuan dari klasifikasi terhadap makhluk hidup dapat dijelaskan sebagai berikut.

1. Untuk menjelaskan tentang ciri – ciri yang dimiliki oleh makhluk hidup. Dengan memahami tentang deskripsi dari ciri – ciri makhluk hidup dapat diketahui perbedaan yang dimiliki antara makhluk hidup yang satu dengan makhluk hidup yang lain.
2. Untuk mengetahui tentang hubungan kekerabatan yang ada antara makhluk hidup yang satu dengan makhluk hidup yang lain.
3. Untuk memberi nama pada makhluk hidup spesies yang baru diketahui.
4. Untuk mengelompokkan makhluk hidup berdasarkan pada persamaan ciri- ciri yang dimiliki.

Dengan melihat tujuan dari sistem klasifikasi pada makhluk hidup tersebut, maka dapat diketahui beberapa manfaatnya. Adapun manfaat dari klasifikasi makhluk hidup, yaitu sebagai berikut.

1. Agar hubungan kekerabatan yang ada pada makhluk hidup dapat diketahui.

2. Memudahkan dalam mempelajari tentang makhluk hidup yang sangat beraneka ragam jenisnya.

Pengklasifikasian terhadap makhluk hidup bukannya tanpa dasar. Hal – hal yang menjadi dasar untuk sistem klasifikasi pada makhluk hidup dapat dijelaskan sebagai berikut ini.

1. Klasifikasi makhluk hidup berdasarkan perbedaan.
2. Klasifikasi makhluk hidup berdasarkan persamaan.
3. Klasifikasi makhluk hidup berdasarkan ciri biokimia.
4. Klasifikasi makhluk hidup berdasarkan ciri morfologi dan anatomi.
5. Klasifikasi makhluk hidup berdasarkan manfaat.

Bagaimana tahapan dari klasifikasi? Klasifikasi terhadap makhluk hidup memiliki tiga tahap. Tiga tahapan ini harus dilalui ketika ingin melakukan klasifikasi terhadap makhluk hidup. Tahapan – tahapan tersebut yaitu sebagai berikut:

1. Melakukan suatu proses identifikasi dan pengamatan yang dilakukan terhadap sifat yang dimiliki oleh makhluk hidup.
2. Mengelompokkan makhluk hidup berdasarkan pada ciri – ciri dan sifat yang diamati.
3. Memberikan nama pada makhluk hidup jenis baru. Tujuan dilakukan hal tersebut yaitu untuk mempermudah dalam pengenalan dan dapat membedakan dengan makhluk hidup yang lain.

Setelah memahami tentang tahapan klasifikasi. Bagaimana macam – macam klasifikasi? Macam – macam klasifikasi dapat dijelaskan sebagai berikut.

1. Klasifikasi sistem buatan. 
Klasifikasi sistem buatan diartikan sebagai suatu klasifikasi yang didasarkan pada ciri morfologi yang mudah diamati dari makhluk hidup. Contoh dari klasifikasi sistem buatan yaitu sistem klasifikasi tumbuhan yang terdiri dari pohon, herba, dan semak.

2. Klasifikasi sistem alami. 
Klasifikasi sistem alami diartikan sebagai suatu klasifikasi yang didasarkan pada sifat morfologi, fisiologi, dan anatomi yang dimiliki oleh makhluk hidup. Contoh dari klasifikasi sistem alami yaitu sapi, kerbau, dan kambing diklasifikasikan ke dalam golongan hewan yang berkaki empat atau morfologi.

3. Klasifikasi sistem filogenik. 
Klasifikasi sistem filogenik dapat diartikan sebagai suatu jenis klasifikasi yang didasarkan pada sejarah evolusi makhluk hidup dan hubungan kekerabatan antara takson yang satu dengan takson yang lain. Contoh klasifikasi sistem filogenik yaitu hubungan kekerabatan yang ada antara orang utan dan gorila.

Setelah mempelajari tentang macam- macam klasifikasi. Selanjutnya, dijelaskan tentang sistem nama makhluk hidup. Sistem pemberian nama untuk makhluk hidup yang terdiri dari dua bagian nama.

Kedua bagian nama tersebut dinamakan dengan sistem tata nama ganda atau dikenal pula dengan Binomial nomenclature. Sistem tata nama makhluk hidup ini diperkenalkan pertama kali oleh Carolus Linnaeus. Yang dilakukan pada tahun 1707 sampai 1778.

Hierarki taksonomi yang diperkenalkan oleh Carolus Linnaeus ini terdiri dari takson atau tingkatan. Tingkatan ini mulai dari tingkat yang tinggi sampai tingkat yang rendah. Tingkatan ini dapat dijabarkan sebagai berikut.

Kingdom – divisio atau tumbuhan / filum atau hewan – kelas – ordo – familia – genus – spesies

  1. KINGDOM. Kingdom merupakan tingkatan takson tertinggi makhluk hidup. Kebanyakan ahli Biologi sependapat bahwa makhluk hidup di dunia ni dikelompokkan menjadi 5 kingdom (diusulkan oleh Robert Whittaker tahun 1969). Kelima kingdom tersebut antara lain : Monera, Proista, Fungi, Plantae, dan Animalia
  2. FILUM/DIVISIO (KELUARGA BESAR). Nama filum digunakan pada dunia hewan, dan nama division digunakan pada tumbuhan. Filum atau division terdiri atas organism-organisme yang memiliki satu atau dua persamaan ciri. Nama filum tidak memiliki akhiran yang khas sedangkan nama division umumnya memiliki akhiran khas, antara lain phyta dan mycota.
  3. KELAS (CLASSIS). Kelompok takson yang satu tingkat lebih rendah dari filum atau divisio
  4. ORDO (BANGSA). Setiap kelas terdiri dari beberapa ordo. Pada dunia tumbuhan, nama ordo umumnya diberi akhiran ales.
  5. FAMILI. Family merupakan tingkatan takson di bawah ordo. Nama family tumbuhan biasanya diberi akhiran aceae, sedangkan untuk hewan biasanya diberi nama idea.
  6. GENUS (MARGA). Genus adalah takson yang lebih rendah dariada family. Nama genus terdiri atas satu kata, huruf pertama ditulis dengan huruf capital, dan seluruh huruf dalam kata itu ditulis dengan huruf miring atau dibedakan dari huruf lainnya.
  7. SPECIES (JENIS). Species adalah suatu kelompok organism yang dapat melakukan perkawinan antar sesamanya untuk menghasilkan keturunan yang fertile (subur)
Bagaimana aturan dari pemberian sistem nama pada makhluk hidup. Adapun aturan pada s1. istem nama Binomial nomenclatur ini dapat dijelaskan sebagai berikut ini.

1. Terdiri dari dua kata bahasa latin atau dilatinkan.
2. Kata pertama di awali dengan huruf besar. Kata pertama merupakan nama genus. Kata kedua di awali dengan huruf kecil. Kata kedua ini merupakan penunjuk spesies atau epitheton spesificum.
3. Tulisan harus bercetak miring, apabila dicetak atau ketik komputer. Atau diberikan garis bawah, jika ditulis tangan. Contoh: jika ditulis dengan menggunakan tulis tangan, maka Elaeis oleifera atau kelapa sawit. Kemudian, jika di ketik komputer, maka Rhinoceros sondaicus atau badak bercula satu.

Perkembangan sistem klasifikasi dapat dijabarkan ke dalam lima jenis, yaitu sistem dua kingdom, sistem tiga kingdom, sistem empat kingdom, sistem lima kingdom, dan sistem enam kingdom.

Demikian pemaparan tentang Keanekaragaman Hayati dan Klasifikasi Makhluk Hidup. Semoga artikel ini dapat membantu sahabat portal ilmu untuk memahami tentang materi biologi. Selamat belajar.

Referensi:

Rahardian, R dan Ananda, A. 2012. Mini Book Master Biologi SMA Kelas X, XI, & XI. Jakarta: PT Wahyu Media.

Thursday, October 22, 2020

Busana Adat Jawa - Pengertian, Wujud dan Filosofinya

 



 Busana Adat Jawa  




Wacan kang menehi katrangan sawjining babagan utawa perkara kanhi runtut saka wiwitan tumekaning pungkasan diarari teks dheskriptl. Ancase wacan dheskriptif ku meneti gambaran saengga pamaca bisa mangreteni prekara kang tanpa kudu meruhs kahanan sanyatane. Busana Jawa, mligine Jawa Tengah, ku nduweni kaendahan uga nduweni makna tarlambu Mula, ayo padha sinau wacan dheskriptif ngenani busana adat Jawa!

A. Pangerten Wacan Dheskriptif 

1. Pangerten Wacan Dheskriptif 

Tembung "dheskripsi" asale saka basa Latin yaiku descripcere kang tegese nulis utawa njlentrehake sawjining bab/perkara. Dheskripsi uga duwe teges njentrehake utawa menehi gambaran. Dadi, wacan dheskriptif yaiku sawijning karangan kang gagasan utamane nggambarake kanthi cetha obyek, panggonan, utawa prastawa kang dadi topik marang pamaca saengga wong kang maca bisa ngrasakake langsung kang lagi dicritakake ing wacan kasebut. 
Titikan/ciri-ciri wacan dheskriptif kang becik yaiku:
a. Nggambarake samubarang upamane kahanan, papan, utawa manungsa kanthi cetha. 
b. Nggunakake pancadriya (pandeleng, pangrasa, parngrungu, pangganda, lan pangecap). 
d. Bisa ngajak pamaca kaya-kaya pamaca bisa ndeleng, ngrasa, krungu, lan ngambu/ngganda dhewe. 
e. Anggone nggambarake utawa njlentrehake sawijining obyek kang dadi topik ditulis kanthi njlimet, kaya dene wujud, ukuran, werna, lan sapiturute.

2. Jinising Wacan Dheskriptit 

Wacan dheskriptil kabage dadi rong jinis, yaiku wacan dheskripsi imajinatif lan wacan dheskripsi faktual.

a. Dheskripsi Imajinatif (impresionis) 
Dheskripsi imajinatif utawa impresionis yaiku paragrat kang nggambarake ruwang utawa panggonan dumadine prastawa Gambaran ngenani panggonan kasebut kudu bisa dimangreteni marang pikiran lan rasa pangrasa wong kang maca 
b. Dheskripsi Faktual/Ekspositoris 
Dheskripsi faktual/ekspositoris yaiku paragraf kang nggambarake sawijining perkara utawa pawongan kanthi njertrehake tetengere wong kasebut apa anane saengga pamaca bisa mbayangake kahanane. Supaya obyek bisa nuwuhake daya khayal marang awake wong kang maca, penulis kudu bisa nggambarake saka sudut pandang ngendi wae. Tansaya rinci penulis anggone njentrehake sawjining prastawa, bakal luwih cetha kanggone wong kang maca mangreteni gambaran prastawa kang dicritakake mau. Umpama obyek kang digambarake iku sawijining pawongan, babagan kang prelu dijentrehake yaiku aspek fisik uga aspek rohani saka wong kang digambarake kasebut. Aspek rohani kaya dene pangrasa, watak, bakat, lan sapiturute. 

3. Tuladha Wacan Dheskripsi 
a. Dheskripsi Imajinatif 
Tuladha:
Borabudur iku mapan ing tlatah Kabupaten Magelang. Wewangunan ing Borobudur awujud candhi Budha kang karakit saka watu kali awama ireng. Candhi ki arupa candhi susun utawa tingkat saben tingkatan ana undhak-undhakane lan saben tingkatan ana stupane uga relief sing katatah ing tembok-tembok saben tingkatan candhi. Relief iki nggambarake kabudayan masarakat jaman semana. 

b. Dheskripsi Faktual  
Tuladha: 
Respati bocah kang awake gedhe dhuwur, pinter, lan kebak subasita. Respati uga seneng tetulung marang sapa wae. Dheweke uga ora tau ninggalake salat limang wektu. Kancane Respati akeh banget amarga dheweke kalebu bocah kang grapyak marang sapa wae. 

B. Maca Wacan Dheskriptif ngenani Busana Adat Jawa


BUSANA ADAT JAWA



   Busana kejawen mungguhe wong lanang iku dumadi saka wolung werna, yaiku: blangkon utawa dhesar, beskap utawa atela, sabuk utawa setagen, keris, cindhe utawa sindur, epek, timang, jarik utawa nyamping, lan selop.
Blangkon lan keris iku siji lan sijine ana perangane dhewe-dhewe. Perangan blangkon ana pitung werna, yaiku mathak, kemodho, wiron, cungkeng, mondholan, ubet utawa kupon, lan kuncung. Dene keris kang uga diarani dhuwung utawa wangkingan utawa curiga dumadi saka pitung perangan uga. Pitung perangane keris iku jenenge ukiran, mendhak, rangka, godhong, wilah/katga/parung, pendhok, lan ganja.
Bedakke Antara Busana Adat Jawa SOLO lan YOGYA

BLANGKON


   Blangkon kota Yogya yaiku bagian mburine ana mondolan(benjolan) kanggo panggonan gelungan rambut, amarga adat zaman biyen tradisi rambut lanang didawakake. Yen didelok saka ngarep blangkon Yogya luweh mbentuk huruf “A” ing bagian bathuk.
Blangkon kota Solo yaiku luweh trepes(rata) amarga wektu masa kolonial masyarakat Solo utawa Surakarta ngikuti budaya cukur kaya kaya wong Eropa. Blangkon Solo bagian ngarep luweh omba.

SURJAN  LAN BESKAP

SURJAN

BESKAP

   Surjan yaiku klambi khas Yogya kanggo wong lanang. Sering disebut uga busana takwan, surjan luweh akeh nggunakake motif kembang-kembang kaya sing biasa dinggo Sri Sultan Hamengkubuwono.
Beskap yaiku klambi khas Solo kanggo wong lanang. Wernane luweh cenderung ireng/peteng.


KERIS
KERIS


   Warangka pada keris Yogya cenderung luweh tumpul, ornamen ukiran keris lebih sederhana.
Warangka pada keris Solo cenderung luweh lancip, ornamen ukiran keris Solo lebih bermotif daripada keris Yogya.

BATIK


   Batik Solo cenderung nduweni werna luweh ing coklat sogan, motif batik Solo lebih kecil. Cara ngewirune yen jarik Solo ing bagian pinggiran wernane putih diumpetake, dadine saka njaba orak ketok.
Batik Yogya nduweni warna dasar putih, motif batik Yogya cenderung luweh gede. Cara ngewirune yen jarik Yogya bagian pinggiran sing putih diketokake utawa diweruhake.

SANGGUL


   Sanggul yaiku rambut tamnahan sing diwenehi dasaran bentuk bulat kaya tatakan gelas rada cilik, sing digawe saka kain gaas, kadang-kadang berbentuk oval utawa bulat cilik. Rambut tambahan (palsu) tersebut iso dibentuk macem-macem sanggul sing dikenal karo kabeh ibu-ibu kanggo sanggul tempel.
Sanggul Yogya disebut sanggul gelung tekuk, kanggo masang tusuk konde sanggul Yogya ana ing 1 tengah.
Sanggul Solo disebut sanggul konde, kanggo masang tusuk konde ing 1 tengah lan 2 ing pinggir.

KEBAYA


   Kebaya Yogya khas saka kebaya iki yaiku ana pita wernane emas sing ngelilingi lengan, ngelilingi gulu, diteruskengarep dada nganti bagian ngisor awak. Jarik khas Yogya werna dasare putih. Wiru jarikke nampakake werna putih(kain sing orak di batik) pas dilempit.
Kebaya Solo  orak ana ciri khas sing khusus, kebaya Solo orak ana pita-pita hiasan sing ngelilingi awak kaya kebaya yogya. Werna dasar jarikke coklat, hitam, utawa kuning. Orak nampakake kain putih(kain sing orak batik) pas di wiru.



Sumber : Buku Gegaran Nyinau Basa Jawa 2 Kelas XI SMA/SMK/MA






Konsep Biologi untuk pembelajaran TKA Biologi Kelas XII

  🌳 Keanekaragaman Hayati Keanekaragaman hayati (Biodiversitas) adalah totalitas variasi kehidupan di bumi. Untuk analisis TKA, Anda wajib...