Sunday, April 4, 2021

Kingdom ANIMALIA (HEWAN)

 KINGDOM ANIMALIA



Tujuan Pembelajaran:

- Setelah mempelajari bab ini, siswa diharapkan dapat:
- Menjelaskan dasar-dasar pengelompokan Dunia Hewan.
- Mengamati dan menyimpulkan informasi dari leteratur tentang cara perkembangbiakan anggota Dunia Hewan.
- Mengenali anggota masing-masing filum dan kelas pada Dunia Hewan berdasarkan ciri-cirinya.
- Mengidentifikasi peran anggota Dunia Hewan bagi kehidupan.
- Mengusulkan alternatif pemanfaatan Dunia Hewan bagi perkembangan sains, teknologi, dan lingkungan masyarakat.  
- Mengidentifikasi, membedakan, dan mengkomunikasikan ciri-ciri morfologi filum dalam Dunia Hewan.

Kingdom Animalia atau biasa disebut hewan organisme eukariotik (organisme dengan sel kompleks) yang multiseluler. Berbeda dengan tumbuhan, hewan tidak memiliki klorofil sehingga tidak dapat melakukan fotosintesis untuk membuat makanannya sendiri. Oleh karena itu, hewan harus mencari makanannya sendiri untuk mendapatkan energi kemudian makanan tersebut dicerna di dalam tubuhnya. Proses ini membutuhkan oksigen dan mengeluarkan karbon dioksida sebagai zat sisa.


Pengertian Kingdom Animalia

Kingdom animalia adalah salah satu kingdom yang memiliki anggota yang paling banyak dan bervariasi. Secara garis besar kingdom animalia dapat dikelompokkan menjadi dua golongan, yaitu golongan vertebrata (hewan bertulang belakang) dan golongan invertebrata (hewan tak bertulang belakang. Dan berikut akan dijelaskan mengenai ciri-ciri, struktur lapisan tubuh, dan klasifikasi dari kingdom animalia. Ciri khas pada hewan yaitu sel hewan tidak memiliki dinding sel. Hewan banyak mengandung sel otot untuk pergerakannya dan sel saraf yang berfungsi untuk merespon setiap rangsang.

Ciri Ciri Kingdom Animalia
  1. Makhluk Hidup Multiseluler (Memiliki banyak sel)
  2. Bersifat Heterotrof (tidak dapat membuat makanan sendiri)
  3. Memerlukan Oksigen
  4. Memiliki sel otot untuk penggerak dan sel saraf untuk rangsangan
  5. Reproduksi Umumnya Seksual, namun beberapa filum juga menggunakan reproduksi aseksual
  6. Bentuk Dewasanya selalu diploid (2n)

Klasifikasi Kingdom Animalia

Kingdom Animalia terdiri dari:
  1. Kelompok invertebrata yaitu kelompok hewan yang tidak mempunyai tulang belakang.
  2. kelompok vertebrata yang memiliki tulang belakang.

1. Invertebrata

Kelompok Invertebrata terbagi atas beberapa filum yaitu Porifera, Coelenterata, Plathyhelminthes, Nemathelminthes, Annelida, Mollusca, Arthropoda dan Echinodermata.

  • 1. Phylum Porifera (Hewan berpori/spons)

 Ciri2 Porifera:

  • Hewan multiseluler dengan tubuh berpori, jaringan yang belum terbentuk, memiliki rangka serta saluran air.
  • Bersifat heterotrof dengan memperoleh makanan di air yang masuk ke dalam tubuh melalui pori.
  • Hidup di laut, melekat pada batu atau benda lainnya.
  • Reproduksi secara aseksual dengan pembentukan tunas, gemmule (tunas internal) dan regenerasi. Reproduksi secara seksual dengan pembentukan gamet.
  • Porifera digolongkan menjadi tiga kelas berdasarkan penyusun rangka, yaitu Hexactinellida, Demospongiae dan Calcaera.
  • Peranan Porifera sebagai spons mandi atau alat gosok, dan berpotensi sebagai obat kanker.
2. Phylum Coelenterata (Hewan berongga)

  • Hewan multiseluler diploblastik yang tubuhnya telah terbentuk jaringan, berbentuk polip atau medusa dengan tentakel berpenyengat, memiliki rongga pencernaan, system saraf sederhana dan tidak memiliki system ekskresi.
  • Bersifat heterotrof dan menggunakan tentakel untuk menangkap mangsa.
  • Habitat terdapat di laut
  • Reproduksi secara aseksual dengan pembentukan tunas oleh polip dan reproduksi secara seksual dengan pembentukan gamet oleh medusa atau polip.
  • Berdasarkan bentuk dominan dalam siklus hidup dibedakan menjadi tiga kelas, yaitu Hydrozoa, Scyphozoa dan Anthozoa.

  • 3. Phylum Platyhelminthes ( Cacing pipih)


  • Hewan triploblastik aselomata dengan tubuh simetri bilateral berbentuk pipih, memiliki system saraf, system pencernaan dengan satu lubang, tidak memiliki system sirkulasi, respirasi dan ekskresi.

  • Hidup bebas di laut, air tawar, tempat lembab atau parasit pada hewan serta manusia.
  • Bersifat hemafrodit, reproduksi seksual secara sendiri atau silang, reproduksi aseksual dengan fragmentasi yang diikuti regenerasi.
  • Klasifikasi dibedakan menjadi tiga kelas, yaitu Turbellaria, Trematoda dan Cestoda.



  • 4. Phylum Nemathelminthes ( Cacing Benang)

  • Hewan triploblastik pseudoselomata, tubuh simetri bilateral berbentuk bulat panjang dilapisi kutikula dengan system pencernaan lengkap, system sirkulasi oleh cairan pseudoselom, tidak memiliki system respirasi dan ekskresi.
  • Hidup bebas atau parasit
  • Hidup di tanah basah, dasar perairan tawar atau laut bebas, bersifat parasitik pada manusia, hewan dan tumbuhan.
  • Reproduksi secara seksual
  • Contoh Nemathelminthes yang parasitik yaitu cacing gelang, cacing tambang, cacing kremi, cacing filarial dan cacing Trichinella.



  • 5. Annelida (Cacing Gelang)

  • Hewan triploblastik selomata, tubuh simetri bilateral bersegmen, memiliki otot, system pencernaan lengkap, system sirkulasi, system saraf tangga tali yaitu sistem saraf yang terdiri dari ganglia otak di depan tubuh dekat dengan faring dan tali saraf yang menembus segmen tubuh serta memiliki system ekskresi. Tidak memiliki system respirasi, bersifat hemafrodit atau gonokoris (alat kelamin jantan dan betina terpisah pada individu yang berbeda).
  • Hidup bebas di dasar laut, perairan tawar, tanah dan tempat yang lembab atau parasit pada vertebrata.
  • Reproduksi secara seksual atau aseksual.
  • Dibedakan atas 3 kelas yaitu, Polychaeta, Oligochaeta dan Hirudinea.




  • 6. Mollusca ( Hewan Lunak )
  • Hewan triploblastik selomata dengan simetri bilateral, bertubuh lunak, hidup bebas di laut, air tawar maupun darat.
  • Tubuh terdiri dari kaki, massa visceral dan mantel. Bercangkang, system pencernaan yang lengkap, system sirkulasi terbuka dan tertutup. System saraf terdiri atas ganglion dan serabut saraf. Respirasi dengan insang atau rongga mantel. Ekskresi dengan nefridia, bereproduksi seksual secara internal atau eksternal dan bersifat dioseus (alat kelamin jantan dan betina terdapat pada individu yang berbeda) atau monoseus (alat kelamin jantan dan betina pada satu individu).
  • Dibedakan menjadi 3 kelas yaitu, Gastropoda, Pelecypoda dan Cephalopoda.



  • 7. Arthropoda ( hewan kaki beruas)





















  • Hewan triploblastik selomata dengan simetri bilateral, memiliki kaki dan tubuh beruas, hidup di berbagai habitat secara bebas, parasit, komensal atau simbiotik.
  • Tubuh terdiri dari kaput (kepala), toraks (dada) dan abdomen (perut). Eksoskeleton (rangka luar), jumlah anggota tubuh beragam, system indra berkembang baik, system saraf tangga tali (sistem saraf yang terdiri dari ganglia otak di depan tubuh dekat dengan faring, dan tali saraf yang menembus segmen tubuh), system pencernaan lengkap, ekskresi melalui tubula malphigi (suatu saluran sebagai system ekskresi pada arthropoda) atau dibantu dengan kelenjar ekskresi tertentu.
  • Respirasi menggunakan insang, trakea atau paru-paru yang berbuku. System sirkulasi terbuka. Bersifat dioseus (alat kelamin jantan dan betina terdapat pada individu yang berbeda) dan reproduksi seksual secara internal dan mengalami ekdisis (peristiwa terlepasnya kutikula) sebagian bermetamorfosis.
  • Dibedakan menjadi 4 kelas berdasarkan struktur tubuh dan kaki yaitu Arachnoidea, Myriapoda, Crustacea dan Insecta.



8. Echinodermata (Hewan berkulit duri)
  • Hewan triploblastik selomata dengan simetri bilateral, permukaan tubuh berduri, hidup bebas di dasar laut.
  • Duri tumpul atau runcing, memiliki system ambulakral, system saraf berupa cincin pusat saraf yang bercabang, system pencernaan yang lengkap dan tidak memiliki system ekskresi.
  • Respirasi menggunakan insang, system sirkulasi dengan cairan rongga tubuh. Bersifat dioseus dan reproduksi seksual secara eksternal dan dapat beregenerasi.
  • Dibedakan menjadi 5 kelas yaitu, Asteroidea, Ophiuroidea, Echinoidea, Holothuroidea dan Crinoidea.


2. Vertebrata



Vertebrata merupakan kelompok hewan yang memiliki vertebrae (tulang belakang) memanjang pada bagian dorsal (punggung) kepala hingga ekor. Vertebrata terbagi atas beberapa kelas, diantaranya yaitu:

1. Kelas AGNATHA (Cyclostomata)

  • Tidak memiliki rahang
  • Tubuh seperti ikan, tidak bersisik, dan tidak mempunyai pasangan sirip
  • Jantung 2 ruang
  • Contoh : belut laut (Petromyzon )
  • ikan hantu/hagfish (Myxine )
2. Pisces

 


Kelas pisces merupakan kelompok hewan yang hidup di air. Bagian luar tubuh ikan dilindungi oleh eksoskeleton berupa sisik. Pisces dapat bernapas di dalam air berkat insang yang ada pada tubuhnya. Pisces adalah hewan poikiloterm (hewan berdarah dingin) yang dapat menyesuaikan suhu tubuhnya dengan suhu air tempat hidupnya. Ordo dari pisces yaitu, Agnatha, Chondricthyes dan Ostheichthyes.


3. AMPHIBIA
Amfibi merupakan kelompok hewan yang dapat hidup di air maupun di darat. Contoh hewan amfibi yaitu, katak, kodok, salamander. Amfibi bernapas dengan paru-paru dan kulitnya. Jenis amfibi yang hidup di darat harus menemukan air untuk dapat bertelur. Larva amfibi disebut kecebong. Kecebong mirip dengan ikan kecil dan hidup di air. Pada masa ini kecebong bernapas dengan insang. Amfibi merupakan hewan poikiloterm (berdarah dingin). Ordo dari Amfibi yaitu: Anura, Caudata, Gymnophiona.


4. Reptilia


Reptil merupakan vertebrata pertama yang dapat beradaptasi di daerah kering. Reptil bersifat autotomi yaitu dapat memutuskan bagian tubuh tertentu jika dalam keadaan bahaya. Contoh, ular, buaya, alligator, kadal, kura-kura. Ordo dari reptile yaitu: Squamata, Crocodilia, Chelonia dan Rynchochepalia.


5. Aves



Nama lain dari Aves yaitu Burung. Memiliki bulu yang menutupi seluruh permukaan tubuh. Bulu burung terbagi atas filoplumae (sebagai sensoris), plumulae (sebagai isolator) dan plumae (untuk terbang). Burung merupakan hewan Homoiterm (berdarah panas). Burung memiliki Saccus pneumaticus (kantung hawa) yang berfungsi sebagai respirasi saat terbang, mengatur berat badan saat terbang, memperkeras suara dan membungkus organ dalam agar tidak dingin ketika terbang.

Contoh Lainnya : elang, penguin, bebek.

Kelas Aves memiliki 27 ordo diantaranya yaitu: Apterygiformes, Struthioniformes, Rheiformes, Casuarriiformes, Tinamiformes, Podicipediformes, Gaviiformes, Spheniscitormes, Procellariiformes, Pelecaniformes, Ciconiiformes, Anseriformes, Falconiformes, Galliformes, Gruiformes, Caradriiformes, Columbiformes, Psittaciformes, Cuculiformes, Strigiformes, Caprimulgiformes, Apodiformes, Trogoniformes, Coliiformes, Coraciiformmes, Piciformes dan Passeriformes.



6. Mammalia


Kelas Mammalia merupakan kelas yang memiliki mammae gland (kelenjar susu) dan rambut yang menutupi permukaan tubuh. Mammalia terbagi atas Mammalia bertelur (ex: platypus), Mammalia berkantung (ex:Kanguru, Koala) dan Mammalia berplasenta yang bersifat vivipar (melahirkan) (Contoh :kucing, anjing, harimau, hyena dll).


Klasifikasi Mamalia

Klasifikasi Mamalia terdiri dari beberapa ordo:

  1. Monotremata (mamalia berparuh bebek), hewan ovivar. Contoh, Platypus
  2. Marsupilia (hewan berkantong), Contoh; kanguru
  3. Insectivora (hewan pemakan serangga). Contoh, landak
  4. Chiroptera (mamalia bersayap). Contoh, kelelawar
  5. Rodentia (hewan pengerat). Contoh, marmut
  6. Lagomorpha (golongan kelinci)
  7. Cetacea (golongan paus)
  8. Sirenia (sebangsa duyung)
  9. Carnivora (pemakan daging)
  10. Proboscidea (mamalia berbelalai)
  11. Perissodactila (berkuku gasal): zebra, badak
  12. Artiodactyla (berkuku genap): babi, unta, jerapah, domba
  13. Primata (derajat yang paling tinggi).

Perbedaan vertebrata secara umum

 

Sistem Organ Kingdom Animalia

  • 1. Sistem Rangka

Sistem Rangka pada Kingdom Animalia terbagi atas 2 yaitu Eksoskeleton dan Endoskeleton. Eksoskeleton adalah rangka yang berada di luar tubuh hewan dan fungsinya untuk membungkus dan melindungi organ dalam yang lunak. Contoh pada hewan Invertebrata yaitu dari filum Athropoda.

Sedangkan Endoskeleton adalah rangka yang terdapat dalam tubuh hewan. Endoskeleton dibungkus oleh kulit dan daging. Contoh pada hewan Vertebrata.

  • 2. Sistem Respirasi (Pernapasan)

Kelompok Vermes (Cacing) menggunakan permukaan tubuhnya untuk bernapas. Sistem Pernapasan Serangga disebut system penapasan Trakea. Sedangkan Ikan dan Hewan Laut lainnya seperti udang, kepiting, cacing laut dan bintang laut bernapas menggunakan system Insang.

Katak dewasa menggunakan paru-paru dan kulit untuk bernapas. Adapun larva katak (berudu) menggunakan insang luar. Pada salamander, insang luar tetap ada hingga dewasa. Burung memiliki paru-paru yang dibantu oleh Saccus pneumaticus (kantung hawa).

  • 3. Sistem Sirkulasi (Sistem Peredaran Darah)

Sistem peredaran darah pada makhluk hidup multiseluler dapat dibedakan atas peredaran darah terbuka dan peredaran darah tertutup. Pada peredaran darah terbuka, darah yang mengalir tidak selalu berada dalam pembuluh darah. Adapun peredaran darah tertutup, darah mengalir dalam sistem pembuluh darah.

Jantung ikan memiliki dua ruang yaitu atrium dan ventikel. Pada Amphibia, jantungnya memiliki tiga ruang, yaitu atrium kanan, atrium kiri, ventrikel. Jantung Reptilia memiliki empat ruang, namun sekat antara ventrikel kanan dan kiri belum sempurna. Pada Aves dan Mammalia, jantungnya memiliki empat ruang sehingga tidak akan terjadi pencampuran antara darah kaya O2 dengan darah kaya CO2 .

  • 4. Sistem Reproduksi.

Sistem Reproduksi pada Kingdom Animalia sangat bervariasi. Ada yang bereproduksi secara Aseksual, Seksual, maupun keduanya. Reproduksi secara aseksual yaitu reproduksi yang terjadi secara pembelahan, pertunasan dan regenerasi. Contoh hewan yang memiliki system reproduksi secara aseksual yaitu amoeba, hydra dll.

Reproduksi secara seksual yaitu reproduksi yang terjadi dengan peleburan antara gamet jantan dan gamet betina sehingga terjadi fertilisasi dan menghasilkan individu baru. Fertilisasi terbagi menjadi dua, fertilisasi internal dan eksternal. Fertilisasi internal yaitu pembuahan yang terjadi di dalam tubuh, contoh hewannya yaitu kucing, anjing, tikus, kelinci dsb. Sedangkan fertilisasi eksternal yaitu pembuahan yang terjadi di luar tubuh. Contoh hewannya yaitu Katak, kodok, dan beberapa jenis ikan.


Selain itu ada organisme yang bereproduksi secara parthenogenesis (sel telur yang berkembang menjadi individu baru tanpa dibuahi oleh sel sperma), contoh lebah dan semut.










Wednesday, February 17, 2021

Wewaler

 Wewaler 



Gugon tuhon

Budaya Wewaler



   Wewaler padha karo gugon tuhon. Gugon tuhon saka Tembung gugu (pracaya marang kandhaning liyan) lan tuhu (nyata, temen). Gugon tuhon yaiku ngandel marang prakara sing dianggep duwe kadayan ngungkuli kodrat, mangka sanyatane ora. Gugon tuhon ing madyaning masarakat Jawa diarani pepali utawa larangan. Gugon tuhon kalebu kaprecayan tansah duwe rasa sumelang menawa ora bisa nyembadani prekara sing dianggep mbebayani iku. 


Gugon tuhon


Gugon tuhon salugu yaiku bocah utawa wong sing dadi mangsane Bathara Kala miturut dongeng yaiku bocah sukerta. Miturut kaprecayan, kanggo ngusadhani supaya ora dimangsani Bathara Kala, kudu ditanggapake wayang kanthi lakon Amurwakala.

Gugon tuhon wasita sinandi yaiku kalebu pitutur sing ora kalairake kanthi melok. Akeh nggunakake tembung boten ilok utawa ora ilok sing sejatine ngemu teges ora becik.

Gugon tuhon kalebu wewaler yaiku wewaler saka leluhur utawa wong sing dadi cikal bakal amarga nindakake sawijining bab, banjur wewaler kanggo anak putu supaya ora melu nindakake.


Budaya Jawa kaperang dadi loro arupa pituduh lan wewaler. Kabeh ngandhut 6 perkara yaiku Ketuhanan Yang Maha Esa, rohani, kamanungsan, kabangsan, kulawarga, lan kadonyan. 


Pituduh 


    Mungguhe bebrayan Jawa, pituduhe urip iku kaperang dadi enem prekara, kaya kacetha ing ngisor iki.

Pituduh magepokan karo Gusti Kang Maha Wisesa

Pituduh kang magepokan karo rohani

Pituduh kang magepokan karo kamanungsan

Pituduh kang magepokan karo kabangsan

Pituduh kang magepokan karo kulawarga

Pituduh kang magepokan karo kadonyan


Wewaler


    Kaya dene pituduh, wewalere bebrayan Jawa uga kapantha dadi enem pepanthan, kaya ing ngisor iki.


Wewaler kang magepokan karo Gusti Kang Murbeng Urip

Wewaler kang magepokan karo rohani

Wewaler kang magepokan karo kamanungsan

Wewaler kang magepokan karo kabangsan

Wewaler kang magepokan karo kulawarga 

Wewaler kang magepokan karo kadonyan

SERAT TRIPAMA DHANDANGGULA

 SERAT TRIPAMA DHANDANGGULA

Serat Tripama Dandhanggula – Sejarah, Pengertian, Pupuh Lan Pitutur Luhur




Berikut ini adalah pembahasan selengkapnya mengenai materi Serat Tripama Pupuh Dhandanggula.


Sejarah Serat Tripama Dhandanggula

Serat tripama minangka karya sastra budaya Jawa awujud tembang macapat dhandanggula, kang kasusun saka pitung bait. Serat Tripama pisanan muncul ing jaman Mangkunegaran, sing digawe Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkunegara IV (KGPAA Mangkunegara IV) ing Surakarta. Serat tripama iki pisanan diterbitake ing koleksi gaweyan dening Mangkunegara IV, jilid III (1927).


Serat Tripama, kalebu ngemot bab kaprawiran, kanthi ketelitian sing luwih tepat. Serat tripama iki nerangake bab iki kanthi njupuk telung crita saka paraga ing carita wayang, yaiku Patih Suwanda, Kumbakarna, lan Basukarna. Serat tripama dhewe ditulis udakara taun 1860 lan digunakake minangka panutan lan sumber inspirasi sing bisa dadi panutan, iki ora mung ditrapake kanggo para prajurit, nanging uga kanggo para pimpinan lan masarakat saiki supaya bisa nindakake tugas masing-masing kanthi bener lan bisa dipertanggungjawabake.


Pengertian Serat Tripama Tembang Dhandanggula

Serat tripama (telung suri tauladhan) miturut KGPAA Mangkunegara IV (1809-1881) ing Surakarta, ditulis nganggo tembang dhandhanggula, ana pitung baus lan nyritakake Patih Suwanda (Bambang Sumantri), Kumbakarna, lan Suryaputra (Adipati Karna). Alesan milih telung tokoh ing ndhuwur yaiku duwe watak apik lan kesatria lan duwe semangat nasional lan patriotisme tumrap negarane masing-masing. Umume, serat tripama iki awujud pitutur/paribasan gegayutan karo nilai teladan sing apik saka telung tokoh kasebut.


Serat tipama awujud Dhandanggula kang cacahe 7 pada. Pada nemer siji lan nomer loro nyritakake Patih Suwanda, pada nomer telu lan papat nyritakake Kumbakarna, banjur pada kaping lima lan nomer enem nyritakake babagan Adipati Karna, lan duwe kesimpulan lan penutup ing bait kaping pitu. Dahandang Gula saka tembung Dhandang (pengarep) lan Gula (kabecikan). Tembang Dhandanggula anduweni watak luwes, ngresepake, lan rasa kasraman.


Baca Juga : Pupuh Kinanthi Beserta Artinya


Tembang Dhandanggula Serat Tripama

Serat Tripama

KGPAA MANGKUNEGARA IV


1. yogyanira kang para prajurit,

    lamun bisa samya anulada,

    kadya nguni caritane,

    andelira sang Prabu,

    sasrabau ng Maespati,

    aran Patih Suwanda,

    lalabuhanipun,

    kang ginelung triperkara,

    guna kaya purunne kang denantepi,

    nuhoni trah utama.


becike para prajurit kabeh,

bisa niru (nyontoa),

kaya dongengan jaman kuna,

andel-andele sang Prabu

Sasrabau ing Maespati,

asmane Patih Suwanda,

lelabuhane (jasane),

kang digelung ing 3 perkara,

yaiku guna kaya purun kang diantepi,

netepi trah wong utama.


2. lire lalabuhan tri prakawis,

    guna bisa saniskareng karya,

    binudi dadi unggule,

    kaya sayektinipun,

    duk bantu prang Manggada nagri,

    amboyong putri dhomas,

    katur ratunipun,

    purunne sampun tetela,

    aprang tandhing lan aditya Ngalengka aji,

    suwanda mati ngrana.


Tegese lelabuhan telung prakara,

yaiku guna  bisa mrantasi, 

gawe supaya dadi unggul,

kaya 

nalika paprangan negara Manggada,

bisa mboyong putri dhomas,

diaturake marang ratu, 

purun kekendale wis nyata,

nalika perang tandhing karo Dasamuka  ratu negara Ngalengka,

patih Suwanda gugur ing madyaning paprangan.


3. wonten malih tuladan prayogi,

    satriya gung nagari ngalengka,

    sang Kumbakarna namane,

    tur iku warna diyu,

    suprandene nggayuh utami,

    duk awit prang Ngalengka,

    dennya darbe atur,

    mring raka amrih raharja,

    dasamuka tan keguh ing atur yekti,

    de mung mungsuh wanara.


Ana maneh conto sing prayoga (becik),

yaiku satriya agung ing negara Ngalengka,

sing asmane Kumbakarna,

Sanadyan wujude buta,

parandene kepengin nggayuh kautaman,

Nalika wiwit perang Ngalengka,

dheweke nduwe atur,

marang ingkang raka supaya Ngalengka tetep slamet (raharja),

Dasamuka ora nggugu guneme Kumbakarna,

jalaran mung mungsuh bala kethek.


4. Kumbakarna kinen mangsah jurit,

    mring kang raka sira tan lenggana,

    nglungguhi kasatriyane,

    ing tekad datan purun,

    anung cipta labih nagari,

    lan nolih yayahrena,

    myang leluhuripun,

    wus mukti aneng Ngalengka,

    mangke arsa rinusak ing bala kapi,

    punagi mati ngrana.


Kumbakarna didhawuhi maju perang,

ora mbantah jalaran nglungguhi,

netepi  watak satriyane,

tekade ora gelem,

mung mikir labuh negara,

lan ngelingi bapak ibune,

sarta leluhure,

sing wis mukti ana ing Ngalengka,

saiki arep dirusak bala kethek,

luwih becik gugur ing paprangan.


5. wonten malih kinarya palupi,

    suryaputra Narpati Ngawangga,

    lan Pandhawa tur kadange,

    len yayah tunggil ibu,

    suwita mring Sri Kurupati,

    aneng nagri Ngastina,

    kinarya gul-agul,

    manggala golonganing prang,

    bratayuda ingadegken  senapati,

    ngalaga ing Korawa.


Ana maneh sing kena digawe patuladhan,

yaiku R. Suryaputra ratu ing negara Ngawangga,

karo Pandhawa isih sadulur,

pada bapa tunggal ibu,

ngabdi marang Prabu Kurupati,

ing negara Ngastina,

dadi kesayangan,

didadekake manggalaning (panglima ) prajurit Ngastina,

nalika ing perang Bratayuda,

mbela ing Kurawa.


6. minungsuhken kadange pribadi,

    aprang tandhing lang sang Dananjaya,

    Sri karna suka manahe,

    dene sira pikantuk,

    marga dennya arsa males-sih,

    ira sang Duryudana,

    marmanta kalangkung,

    dennya ngetog kasudiran,

    aprang rame Karna mati jinemparing,

    sumbaga wiratama.


Dimungsuhake karo sedulure dhewe,

yaiku R. Arjuna (Dananjaya),

Prabu Karna seneng banget atine,

jalaran oleh dalan kanggo males,

kabecikane Prabu Duryudana,

tekade temenanan banget,

anggone ngetog kekendelan,

wusanane Karna gugur kena panah,

kondhang minangka prajurit kang utama.


 

7. katri mangka sudarsaning Jawi,

    pantes lamun sagung pra prawira,

    amirita sakadare,

    ing lalabuhanipun,

    aja kongsi mbuwang palupi,

    manawa tibeng nistha,

    ina esthinipun,

    sanadyan tekading buta,

    tan prabeda budi panduming dumadi,

    marsudi ing kotaman.


Conto telu-telune mau minangka patuladhan tanah Jawa,

Becik (pantes) yen sakabehe para perwira,

nuladha sakadare (sakuwasane),

ing lelabuhanipun,

aja nganti mbuwang conto,

jalaran yen tibaning apes dadi ina,

sanadyan tekade buta,

ora beda kalawan titah liya,

nggolek kautaman.


Kesimpulan

1. Pada Kapisan lan Kaloro


Pada pertama lan nomer loro nyritakake Bambang Sumantri sing jejuluk Patih Suwanda. Patih Suwanda minangka gubernur Prabu Maespati, yaiku Arjuna Sasrabahu. Dheweke dadi panutan sing setya lan mantep banget kanggo nindakake kewajiban sing diperintah nggawa Putri Citrangada lan 800 kanca.


Saka pada kasebut, kita bisa nyimpulake yen telung sipat pahlawan Patih Suwanda kaya ing ngisor iki:

Guna: ahli, pinter lan trampil lan ngabdi marang Bangsa lan negara.

Kaya: Nalika Patih Suwanda diutus Prabu Arjuna Sasrabahu, dheweke bali nggawa barang rampasan perang. Barang jarahan kasebut ora digunakake kanggo kabutuhan pribadi, nanging kanggo kesejahteraan Bangsa lan Negara Maespati.

Purun: gagah, Patih Suwanda mesthi wani ing kabeh perkara lan ing saben gelut.


2. Pada Katelu lan Papat


Pada kaping telu lan nomer papat nyritakake babagan raksasa sing jenenge Kumbakarna sing adhine Prabu Alengka, Dasamuka (Rahwana). Kumbakarna minangka tokoh raksasa sing duweni watak kerajaan lan setya karo negarane. Iki bertentangan karo watak sedulure sing sombong lan sembarangan.


Nalika Alengka diserang dening tentara kethek, Kumbakarna terus perang kanthi ora sabar kanggo mbela adhine sing salah amarga nyulik Dewi Shinta, nanging minangka ksatria sing bisa ngorbanake awak lan jiwa kanggo negarane, uga warisan saka leluhure. Pasukan kethek sing akeh banget akhire nggawe Kumbakarna guguur ing perang.


3. Pada Kaping Lima lan Nomer Enem


Pada kaping lima lan nomer enem nyritakake Prabu Suryaputera utawa Raja Karna saka Anga. Amarga dheweke ngerti ora setya marang bapake, Prabu Salya, apamaneh nalika biyunge, Dewi Kunthi, njaluk bali menyang Pandawa, nulungi adhine-adhine ing perang Baratayudha. Nalika semana Karna nolak amarga dheweke wis janji janji bakal mbela mungsuh Pandhawa, yaiku Kaurawa. Sebabe amarga Duryudhana ngundhakake pangkat saka putra kreta dadi Raja Anga. Supaya kesetiaan dheweke bakal terus berjuang sajrone dheweke isih urip lan ambegan.


4. Pada Kapitu


Bait kaping pitu nerangake manawa telung tokoh kasebut kudune ditiru, sing kudu ditiru yaiku pengabdian lan sipat teladan kanggo ngetokake watak utama lan luhur.


Pitutur Luhur

Serat tripama ngemot konsep pertahanan negara kanthi rinci ing lirik kasebut.

Piwulang babagan bab katresnan kanggo mbela bangsa lan negara.

Kepentingan bangsa lan negara kudu dadi prioritas tinimbang kepentingan pribadi.

Sekian materi bab Serat Tripama Tembang Dhandanggula dari Synaoo.com. Semoga materi yang disajikan dapat bermanfaat bagi teman-teman.

Sunday, January 24, 2021

TUMBUHAN (PLANTAE)

 



TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah mempelajari bab ini, siswa diharapkan dapat:
  1. Mengindentifikasi, membedakan, dan mengkomunikasikan ciri-ciri divisi dalam Dunia Tumbuhan.
  2. Member contoh anggota tiap divisi dalam Dunia Tumbuhan.
  3. Mengidentifikasi cara perkembangbiakan divisi-devisi dalam Dunia Tumbuhan.
  4. Mengenal tiap anggota divisi dalam Dunia Tumbuhan berdasarkan morfologinya.
  5. Mengidentifikasi peran anggota Dunia Tumbuhan bagi kehidupan.
  6. Mengusulkan alternatif pemanfaatan Dunia Tumbuhan bagi perkembangan sains, teknologi, dan lingkungan pada masyarakat.  

A. Lumut (Bryophytes)
Lumut berasal dari bahasa Yunani bryon yang artinya tumbuhan.
Ciri-ciri Lumut:
  1. sel-sel penyusun tubuhnya telah memiliki dinding sel
  2. Susunan arkegoniumnya sama dengan tumbuhan paku. Lumut dan paku disebut arkegoniata.
  3. Batang terdiri dari selapis sel kulit, lapisan kulit dalam, dan silinder pusat
  4. Hanya tumbuh memanjang dan tidak tumbuh membesar
  5. Rizoid tampak seperti benang-benang


Skema Metagenesis Tumbuhan Lumut
Klasifikasi Lumut

1. Lumut Daun (Bryophyta)


2. Lumut Hati (Hepaticophyta)



3. Lumut Tanduk (Anthocerotophyta)


Siklus Hidup Lumut Daun



Peranan Lumut bagi Kehidupan

1. Pembalut atau pengganti kapas


2. Hiasan


3. Menyerap air dan melembapkan tanah



B. Tumbuhan Paku

Ciri-ciri Paku:
  1. Lapisan pelindung sel (jaket steril) yang terdapat di sekeliling organ reproduksi
  2. Embrio multiseluler terdapat dalam arkegonium
  3. Kutikula pada bagian luar
  4. Sistem transpor internal mengangkut air dan zat makanan dari dalam tanah

Struktur Tubuh Tumbuhan Paku




Skema Metagenesis Tumbuhan Paku



Skema Metagenesis Paku Homospora



Klasifikasi Tumbuhan Paku




Peranan Tumbuhan Paku bagi Kehidupan
  • Karangan bunga


  • Tanaman hias


  • Sayuran




C. Tumbuhan Biji

Ciri-ciri Tumbuhan Biji:
  1. Biji dihasilkan oleh bunga atau runjung
  2. Sperma menuju sel telur melalui tabung serbuk sari
  3. Memiliki saluran (xilem dan floem) untuk mengangkut air, mineral, makanan, dan bahan-bahan lain
  4. Memiliki klorofil

1. Tumbuhan Biji Terbuka (Gymnospermae)

Ciri-ciri Tumbuhan Biji Terbuka:
  1. Meliputi tumbuhan yang berupa semak-semak atau pohon-pohon yang batangnya keras dan berkayu
  2. Merupakan akar tunggang dan batangnya bercabang-cabang
  3. Daunnya kaku, sempit, jarang, serta berdaun pipih
  4. Bunga yang sesungguhnya belum ada
  5. Bakal biji terdapat pada badan mirip makroskofil dan disebut daun buah
  6. Serbuk sari terdapat pada badan sehungga tumbuhan biji disejajarkan dengan paku heterospora


























































Tuesday, November 17, 2020

FUNGI ATAU JAMUR

 

FUNGI ATAU JAMUR: CIRI, STRUKTUR, CARA HIDUP, REPRODUKSI, DAN KLASIFIKASI


Materi Biologi berikut ini akan menjelaskan tentang fungi atau jamur, yakni ciri, struktur, cara hidup, reproduksi, dan klasifikasi jamur.  Jamur bukan  termasuk jenis tumbuhan. Sekalipun dia menyerupai tumbuhan. Jamur merupakan suatu organisme yang bersifat eukariot.

Struktur tubuh jamur terdiri dari uniseluler atau bersel satu dan multiseluler atau bersel banyak. Dinding sel jamur terdiri dari kitin. Bukan selulosa seperti yang ada pada sel tumbuhan. Selain itu, jamur tidak memiliki kloroplas.


Akibatnya, jamur tidak dapat membuat makanan sendiri. Dengan demikian, jamur memiliki sifat hetetotrof. Jamur dapat memperoleh makanan dari materi organik atau yang telah mati. Caranya dengan hidup secara parasit, simbiotik, dan saprofit.

Hifa merupakan suatu benang- benang halus yang ada pada jamur. Hifa memiliki fungsi tertentu. Adapun fungsi hifa untuk menyerap makanan yang telah dicerna terlebih dahulu secara ekstraseluler dengan bantuan enzim.

Jamur juga melakukan reproduksi. Adapun reproduksi jamur dilakukan dengan dua cara, yaitu reproduksi secara seksual dan aseksual. Reproduksi secara seksual dilakukan dengan konjugasi.

Sedangkan, reproduksi secara aseksual dilakukan melalui fragmentasi, pembentukan tunas, dan spora aseksual. Apakah ciri- ciri dari jamur?

Ciri – Ciri Jamur
Sekilas nampak bahwa jamur memiliki bentuk dan sifat yang hampir sama dengan tumbuhan. Akibatnya, tidak jarang orang salah paham dalam mengartikan jamur. Meskipun demikian, terdapat beberapa ciri dari jamur, yaitu sebagai berikut.

Pertama, Eukariotik. Jamur merupakan suatu organisme yang lebih maju dibandingkan dengan Monera. Hal tersebut ditunjukkan dengan adanya membran inti sel atau dikenal dengan sebutan organisme eukariotik.

Kedua, Uniseluler dan multiseluler. Spesies jamur sangat banyak. Jamur ada yang tersusun dari satu sel atau dikenal dengan uni seluler. Namun, adapula yang tersusun atas banyak sel atau yang dikenal dengan multiseluler.

Jamur yang uniseluler sering disebut berbentuk khamir. Sedangkan, jamur yang multiseluler berbentuk kapang atau mold atau cendawan atau mushroom.

Ketiga, Tidak berklorofil. Jamur tidak memiliki klorofil, sehingga jamur memperoleh makanan dari makhluk hidup yang lain.

Keempat, Heterotrof. Pada umumnya, jamur memiliki sifat saprofit. Artinya memperoleh makanan dari sisa organisme yang telah mati.

Kelima, Hifa. Hanya terdapat pada jamur yang bersifat multiseluler dengan bentuk yang memanjang menyerupai benang- benang. Hifa terdiri dari bagian yang memiliki sekat dan yang tidak memiliki sekat.

Keenam, septa. Merupakan bagian hifa yang memiliki sekat antarsel. Ketujuh, miselium. Bagian hifa yang bercabang – cabang dan saling berkumpul. Kedelapan, miselium vegetatif. Merupakan bagian yang memiliki fungsi untuk menyerap zat organik makanan.

Kesembilan, miselium vegetatif.  Merupakan bagian yang memiliki fungsi untuk alat reproduksi yang dapat menghasilkan spora. Kesepuluh, dilapisi zat kitin. Zat kitin melapisi dinding sel jamur.

Kesepuluh, hidup di tempat yang kaya akan zat organik, lembab, dan kurang cahaya. Kesebelas, reproduksi secara aseksual melalui pembelahan dan secara seksual dengan cara peleburan inti sel dari dua sel induk. Terakhir, tidak mempunyai akar, batang, dan daun sejati.

Demikian ciri – ciri yang dimiliki oleh jamur. Kemudian, bagaimana struktur jamur?

Struktur Jamur
Adapun struktur dari jamur dapat dijelaskan sebagai berikut.

Merupakan bagian vegetatif jamur yang berbentuk benang. Hifa memiliki sel yang memanjang dengan jumlah nukleus yang dipisahkan menjadi beberapa bagian oleh septa atau septum.
Merupakan cabang- cabang hifa yang terlihat seperti anyaman.
Hifa senositik. Merupakan hifa pada jamur yang tidak memiliki sekat.
Hifa monositik. Merupakan hifa pada jamur yang memiliki sekat dengan satu inti sel.
Hifa dikariotik. Merupakan hifa yang memiliki dua inti sel.
Hifa haustoria. Merupakan hifa khusus pada jamur parasit yang memiliki fungsi untuk menyerap makanan pada inangnya.
Selanjutnya, bagaimanakah cara hidup jamur?

Cara Hidup Jamur
Beberapa jamur memiliki cara hidup yang berbeda- beda. Hal tersebut disesuaikan dengan struktur tubuh yang mereka miliki. Selain itu, disesuaikan pula dengan habitat tempat hidup masing – masing jamur. Adapun cara hidup jamur yaitu sebagai berikut.

Saprofit. Jamur saprofit memperoleh zat organik dari makhluk hidup yang telah mati. Tipe jamur ini dapat disebut dengan jamur dekomposer.

Parasit. Jamur parasit memperoleh zat organik dari makhluk hidup yang masih hidup yang menjadi inangnya. Tipe jamur ini pada umumnya dikenal dengan jamur patogen atau penyebab penyakit.

Mutual. Jamur mutual hidup pada inangnya. Meskipun demikian, memiliki sifat yang menguntungkan.

Selanjutnya, apa sajakah tipe reproduksi jamur?

 Tipe Reproduksi Jamur
Tipe reproduksi jamur dibedakan ke dalam dua cara yaitu seksual dan aseksual, adapun penjelasannya sebagai berikut.

Aseksual. Untuk jamur uniseluler akan membentuk kuncup atau tunas untuk menghasilkan keturunan. Sedangkan , untuk jamur multiseluler akan dapat melakukan proses fragmentasi dan menghasilkan spora aseksual atau sporangoispora atau konidiospora. Kedua spora aseksual tersebut memiliki sifat haploid.

Seksual. Reproduksi jamur secara seksual dimulai dengan cara penyatuan hifa atau singgami yang terdiri dari proses plasmogami dan kariogami. Dari proses tersebut akan menghasilkan spora seksual yaitu zigospora, askospora, dan basidiospora.

Selanjutnya, bagaimanakah klasifikasi jamur?
Klasifikasi Jamur
Berdasarkan divisinya, jamur dapat diklasifikasikan ke dalam empat kelompok besar. Adapun kelompok- kelompok tersebut yaitu sebagai berikut.

Ascomycotina
Ascomycotina merupakan suatu divisi jamur yang sebagian besar bersifat parasit dan saprofit. Meskipun demikian, ada juga jamur yang bersimbiosis dengan ganggang hijau – biru dan ganggang hijau bersel satu.

Reproduksinya dilakukan dengan dua cara yaitu seksual dan aseksual. Secara seksual dilakukan dengan membentuk tunas yang terjadi pada jamur uniseluler. Sedangkan, reproduksi secara aseksual dengan cara membentuk spora yang terbentuk dari konidiafor.

Adapun contoh dari jamur kelompok ini yaitu sebagai berikut. Pertama, Aspergillus merupakan jamur yang hidup sebagai saprofit dan parasit. Kedua, Claviceps purprea merupakn jamur yang hidup parasit pada bakal buah graminea.

Ketiga, Neurospora crassa merupakan jamur yang biasa digunakan untuk pembuatan oncom. Keempat, Penicillum merupakan jamur yang hidup sebagai saprofit di semua tempat. Kelima, Saccharomyces merupakan jamur yang biasanya dikenal sebagai ragi, khamir, dan yeast.

Keenam, Trichoderma merupakan jamur penghasil protein sel tunggal. Ketujuh, Xylaria tabacina merupakan jamur yang pada umumnya hidup parsit pada tanaman petai cina. Adapun daur hidup Ascomycotina yaitu sebagai berikut.

Basidiomycotina
Basidiomycotina merupakan suatu jamur yang hidup sebagai saprofit dan parasit. Selain itu, memiliki tubuh buah atau basidiokarp.

Pada umumnya, divisi ini berkembang biak dengan seksual. Sedangkan perkembang biakan secara aseksual jarang terjadi pada jamur jenis basidiomycotina.

Adapun contoh dari jamur pada divisi basidiomycotina yaitu sebagai berikut. Pertama, Amanita phalloides merupakan jamur yang hidup pada sisa- sisa kotoran ternak sebagai saprofit.

Kedua, Auricularia polytricha merupakan jamur yang hidup pada kayu yang telah mati sebagai saprofit, pada umumnya dikenal dengan jamur kuping. Ketiga, Clavaria zippeli merupakan jamur yang pada umumnya terdapat ditanah kawasan hutan sebagai saprofit.

Keempat, Polyporus giganteus merupakan jamur yang pada umumnya hidup di kayu – kayu yang telah lapuk atau dikenal dengan jamur papan. Kelima, Pleurotus merupakan jamur yang banyak ditemukan di batang kayu yang telah mati atau yang masih hidup, dikenal dengan jamur tiram.

Keenam, Puccinia graminis merupakan jamur yang hidup sebagai parasit pada daun rumput- rumputan. Ketujuh, Ustilogo maydis merupakan jamur yang hidup sebagai parasit pada jagung.

Kedelapan, Volvariella volvacea merupakan jamur yang dapat dimakan atau yang lebih dikenal dengan jamur merang. Adapun daur hidup Basidiomycotina yaitu sebagai berikut.




Deuteromycotina
Divisi deuteromycontina merupakan suatu kelompok jamur yang berkembang biak dengan cara aseksual. Kelompok jamur ini memiliki hifa yang bersekat – sekat. Selain itu, hidupnya secara saprofit pada sisa makanan. Meskipun demikian, ada juga yang bersifat parasit.

Sebagai parasit, jamur ini dapat menyebabkan penyakit pada manusia, ternak, dan juga tanaman. Adapun contoh jamur dari kelompok divisi ini yaitu sebagai berikut. Pertama, Candida albicans merupakan jamur yang hidup parasit dan menjadi penyebab penyakit infeksi pada vagina.

Kedua, Chadosporium, curvularia, Epidermophyton floocosum merupakan jamur yang menyebabkan penyakit pada kaki atlet.


Ketiga, Helminthosporium oryzae merupakan jamur yang menjadi parasit yang dapat menyebabkan kerusakan pada kecambah dan buah pada tanaman inang serta menimbulkan noda hitam pada daun.

Keempat, Troghophyton dan Microsporum merupakan jamur yang menyebabkan penyakit kurap. Kelima, Sclerothyum rolfsie merupakan jamur yang menyebabkan busuk pada tanaman budidaya.

Zygomycotina
Kelompok jamur zygomycotina hampir semua anggotanya dapat ditemui di daratan. Jenis jamur kelompok zygomycotina ini bersifat saprofit dan multiseluler atau bersel banyak yang berbentuk benang atau hifa yang tidak bersekat.

Reproduksinya dilakukan dengan seksual. Secara seksual menghasilkan bentuk spora seksual yang memiliki dinding tebal, zigospora, dan aseksual. Adapun contoh dari jamur ini yaitu sebagai berikut. Pertama, Rhizopus stolonifer merupakan jamur untuk proses pembuatan tempe.

Kedua, Rhizopus nigricans merupakan jamur yang menghasilkan asam fumarat. Ketiga, Mucor mucedo merupakan jamur yang hidup pada roti dan makanan yang mengandung karbohidrat.  Adapun daur hidup Cygomycotina yaitu sebagai berikut:





Jamur sangat berperan penting dalam kehidupan manusia. Dalam bidang industri makanan, jamur dapat dimanfaatkan dalam proses pembuatan tempe, roti, dan tape.

Kemudian, dalam bidang industri minuman, jamur dapat dimanfaatkan dalam proses pembuatan anggur dan bir. Dalam industri farmasi, jamur dapat dimanfaatkan pada proses pembuatan obat- obatan atau zat antibiotik.

Selanjutnya, apa sajakah peran dari jamur?

Peran Jamur

Jamur memiliki peran bermanfaat, namun ada juga yang merugikan bagi kehidupan makhluk hidup. Adapun manfaat jamur yaitu sebagai berikut.

Pertama, Saccharomyces cerevisiae yang digunakan untuk membuat tape. Kedua, Saccharomyces cerevisiae yang digunakan untuk membuat roti. Ketiga, Asperigillus oryzae yang digunakan untuk pembuatan sake minuman khas Jepang.

Keempat, Neurospora sitophila yang digunakan untuk pembuatan oncom. Kelima, Aspergillus wentii yang digunakan untuk membuat kecap. Keenam, Penicillium camemberti dan Penicillium roqueforti yang digunakan untuk membuat keju.

Ketujuh, Penicillium notatum dan Penicillium chrysogenum yang digunakan untuk penghasil antibiotik penisilin. Kedelapan, Volvariella volvacea atau jamur merang yang dapat dimakan. Kesembilan, Auricularia polytricha atau jamur kuping yang dapat dimakan. Kesepuluh, Rhizopus oryzae yang digunakan untuk membuat tempe.

Peran jamur yang menguntungkan, dalam siklus materi akan berperan bagi kelangsungan hidup semua organisme. Sebagai dekomposer atau pengurai, hasil penguraiannya akan dikembalikan lagi ke tanah sehingga dapat menyuburkan tanah.

Sedangkan jamur yang merugikan antara lain sebagai berikut. Pertama, Fusarium yang dapat menyebabkan penyakit pada tomat, tebu, dan pisang. Kedua, Puccinia graminis atau jamur karat yang menjadi parasit pada tumbuhan graminae dan tumbuhan dikotil.

Ketiga, Saprolegnia parasitica merupakan parasit pada ikan. Keempat, Ustilago atau jamur api merupakan parasit pada jagung dan tebu. Kelima, Aspergillus flavus, merupakan jamur yang menghasilkan racun aflatoksin yang mematikan.

Jamur yang berperan merugikan akan menurunkan kualitas dan kuantitas dari bahan – bahan yang penting bagi kehidupan manusia. Jamur bahkan menyerang bahan – bahan lain yang bernilai ekoomi, seperti kulit, kayu, tekstil, bahan – bahan baku pabrik yang lain. Dia akan menjadi agen penyebab penyakit.

Selanjutnya, bagaimana jamur melakukan simbiosis?

Simbiosis Jamur

Jamur melakukan simbiosis dengan empat cara yaitu Linchen, Mikorhiza, kapang, dan khamir. Adapun penjelasan dari masing  – masing simbiosis yaitu sebagai berikut.

Linchen atau lumut kerak

Linchen atau yang disebut juga dengan lumut kerak merupakan suatu simbiosis antara jamur dan mikroorganisme berklorofil. Simbiosis tersebut memiliki sifat saling menguntungkan atau simbiosis mutualisme.

Berdasarkan simbiosis tersebut, jamur akan memperoleh menfaat dari hasil fotosintesis mikroorganisme. Sedangkan, mikroorganisme tersebut mendapatkan suplai air dan nutrisi lain dari jamur.

Jamur yang bersimbiosis tersebut dapat berasal dari kelompok Ascomycotina, Basidiomycotina, dan Deuteromycotina. Kelompok mikroorganisme yang bersimbiosis adalah dari kelompok Cyanobacterium atau ganggang hijau. Keberadaan dari Linchen dapat menjadi salah satu indikator udara bersih.

Sumber lain menyatakan bahwa linchen merupakan hasil simbiosis antara fungsi (Asymycotina dan Basidiomycota) yang dinamakan dengan mikobion dengan alga biru atau alga hijau yang dinamakan dengan fikobion.

Tumbuh pada pohon, di tanah, atau di karang. Berperan sebagai organisme perintis dan sensitif terhadap polusi udara. Linchen ini hidup sebagai epifit atau menempel dan endolitik atau menembus batuan dan mampu melapukkan batuan.

Lebih lanjut, Linchen dapat membentuk tanah untuk kehidupan makhluk lain. Oleh sebab itu, dikenal dengan organisme perintis.

Reproduksinya dilakukan dengan cara aseksual. Aseksual dilakukan dengan cara fragmentasi atau soredium (di mana beberapa sel ganggang yang terbungkus oleh hifa jamur). Sedangkan, reproduksi secara seksual dilakukan dengan menghasilkan askospora atau basidispora.  Contohnya: Physcia, Parmelia grafis yang hidup di pohon – pohon, Usnea berbata yang menghasilkan asam usnin untuk melawan bakteri tuberkulosa, Cladonia rengifernia yang merupakan makanan rusa kutub, dan Certraria merupakan bahan obat.

Adapun struktur anatomi dari Lichenes atau Linchen yaitu sebagai berikut. Pertama, lapisan korteks merupakan lapisan luar yang terdiri dari sel – sel jamur yang rapat dan kuat yang memiliki fungsi untuk menjaga agar Linchenes tetap tumbuh.

Kedua, lapisan gonidium merupakan lapisan yang mengandung alga dan menghasilkan makanan melalui fotosintesis.

Ketiga, lapisan empulur merupakan lapisan yang tersusun dari sel – sel jamur namun tidak rapat yang memiliki fungsi untuk menyimpan cadangan air dan sebagai tempat untuk berkembang biak.

Lebih lanjut, menurut bentuknya Lichenes dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu sebagai berikut. Pertama, krustos merupakan bentuk talus seperti kerak, datar dan tipis, melekat erat pada substrat seperti batu dan kulit pohon. Contohnya adalah Acarospora dan Graphis scipta.

Kedua, folios, memiliki bentuk talus seperti daun, datar, lebar, banyak lekukan, melekat pada batu dan ranting. Contohnya adalah Parmelia.

Ketiga, frutikos, memiliki bentuk talus tegak atau semak, menggantung atau jumbai atau pita pada batu, daun atau batang pohon. Contohnya yaitu Usnea longissima dan Cladonia perforata.

Mikorhiza

Mikorhiza merupakan suatu simbiosis antara jamur dan tumbuhan tingkat tinggi atau vascular. Pada umumnya, jamur bersimbiosis pada bagian akar tumbuhan yaitu tanaman pinus dan kacang – kacangan.

Jamur akan membentuk mikoriza yang berasal dari golongan Zygomycota, Ascomycota, atau Basidiomycota. Ada dua jenis mikoriza yaitu ektomikoriza yang ada pada akar pinus dan endomikoriza yang ada pada tanaman kacang- kacangan.

Ektomikoriza memiliki hifa yang tidak dapat menembus ke dalam akar atau korteks, namun hanya sampai pada lapisan epidermis.

Sedangkan endomikoriza memiliki hifa yang menembus akar sampai ke bagian korteks. Selain terdapat pada tanaman kacang – kacangan juga dapat hidup di akar anggrek dan sayuran, misalkan kol.

Berdasarkan simbiosis tersebut, jamur akan mendapatkan manfaat senyawa organik untuk suplai makanannya. Sedangkan tumbuhan dapat memfiksasi nitrogen bebas, memperoleh suplai air, dan menyerap mineral yang lain.

Kapang

Merupakan istilah bagi tahapan aseksual dari Zygomycota, Ascomycota, dan Basidiomycota. Reproduksi secara seksual menghasilkan zigosporangia, askokarpus atau basidiokarpus. Sedangkan , aseksual dengan menghasilkan konidiospora.

Adapun spesiesnya meliputi Penicillium requeforti sebagai bahan yang digunakan untuk membuat keju.

Khamir atau ragi

Merupakan jamur bersel tunggal, habitat air dan lembab, reproduksi secara aseksual dengan tunas. Sedangkan seksual dengan cara membentuk askus atau basidium.

Adapun spesiesnya adalah Saccharomyces cerevisiae, yang digunakan sebagai bahan pengembang adonan roti dan fermentasi alkohol. Candida sp yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.

Demikian pemaparan tentang ciri- ciri sampai pada peran menguntungkan dan merugikan dari fungi atau jamur. Semoga artikel ini membantumu dalam memahami tentang fungi atau jamur terutama ciri, struktur, cara hidup, reproduksi, dan klasifikasi jamur. Selamat belajar.

Referensi:

  1. Zakrinal & S., Sinta Purnama. 2009. Jago Biologi SMA. Jakarta: Media Pusindo.
  2. Rahmah, A., Khairunnisa, A, Nestiyanto, Sari, Y, Kholifah, dan Nita, K. S. 2015. Big Book Biologi SMA Kelas 1, 2, & 3. Jakarta: Cmedia.
  3. Tim Guru Indonesia. Rangkuman Lengkap Biologi SMA IPA Kelas 10,11, dan 12. Jakarta: Cmedia
  4. Novel, S.S.  2014. Pintar dan Juara Biologi SMA. Jakarta: PandaMedia.
  5. Tim Guru Eduka. 2014. Mega Bank Soal Biologi & Kimia SMA Kelas 1, 2, & 3. Jakarta: Cmedia.
  6. Kusnadi, Muhsinin, S. dan Sanjaya, Y. New Pocket Book Biologi SMA Kelas X, XI, & XII. Jakarta: Cmedia
  7. Rahardian, R dan Ananda, A. 2013. Top Pocket No.1 Biologi SMA Kelas X, XI, dan XII. Jakarta: Wahyumedia.
  8. Lestari, E. 2015. Jawara Ujian Biologi SMA Kelas 10,11, 12. Jakarta: Tangga Pustaka.


Konsep Biologi untuk pembelajaran TKA Biologi Kelas XII

  🌳 Keanekaragaman Hayati Keanekaragaman hayati (Biodiversitas) adalah totalitas variasi kehidupan di bumi. Untuk analisis TKA, Anda wajib...