Sunday, October 25, 2020

VIRUS

 

Materi Virus Kelas X: Pengertian, Ciri, Struktur Tubuh, Jenis, Dampak



Sebagian besar penyebab penyakit yang ada di bumi berasal dari organisme yang tidak dapat dilihat oleh mata telanjang, salah satunya virus. Virus merupakan makhluk hidup yang bersifat parasit sebab membutuhkan inang sebagai tempatnya hidup hingga kemudian menyebabkan penyakit hingga kematian pada makhluk lain. Simak penjelasan lebih lengkapnya mengenai virus berikut ini.

PENGERTIAN VIRUS

Virus termasuk bagian dari mikroorganisme. Dinamakan bagian dari mikroorganisme karena merupakan makhluk hidup dengan ukuran hanya beberapa mikro atau mungkin lebih kecil dari itu, karena 1 mikron sama dengan 0,001 mm. Virus merupakan organisme parasit, yang mana ia membutuhkan inang untuk bertahan hidup. Virus harus menemukan inang untuk bereproduksi, termasuk melalui sel tubuh manusia. Tanpa menumpang ke tubuh inangnya, ia tidak bisa mereplikasi diri. Beberapa virus bahkan dapat membunuh sel inangnya untuk dapat berkembang biak. Jika ia tidak menemukan inang, virus tidak bisa hidup dalam waktu yang lama edufriends.

CIRI-CIRI VIRUS

Virus sering diperdebatkan statusnya sebagai makhluk hidup karena ia tidak dapat menjalankan fungsi biologisnya secara bebas. Karena karakteristik khasnya ini virus selalu terasosiasi dengan penyakit tertentu, baik pada manusia (misalnya virus influenza dan HIV), hewan (misalnya virus flu burung), atau tanaman (misalnya ­virus mosaik tembakau). Lalu apa saja ciri- ciri yang dimiliki oleh virus? Berikut beberapa diantaranya:

  • Hanya memiliki satu jenis asam nukleat yang diselubungi oleh kapsid atau selubung protein. Asam nukleat ini yaitu DNA atau RNA.
  • Ukurannya sangat kecil yaitu antara 25 – 300 nm. Untuk 1 nm sama dengan 10-9 m.
  • Tubuh virus tidak berbentuk sel. Sehingga virustidak memiliki inti sel, membran plasma, dan sitoplasma.
  • Virus hanya dapat hidup dan berkembang biak pada sel hidup atau dikenal juga sebagai parasit intraseluler obligat.
  • Virus merupakan suatu makhluk metaorganisme. Makhluk metaorganisme merupakan suatu bentuk peralihan antara benda mati atau memiliki sifat yang dapat dikristalkan dan makhluk hidup atau dapat berkembang biak.
  • Virus memiliki beberapa bentuk tubuh. Bentuk tubuh virus yaitu bulat, batang, bentuk T, dan silindris.

 STRUKUR TUBUH VIRUS



Pada umumnya struktur tubuh yang dimiliki oleh virus terdiri dari asam nukleat dan kapsid. Selain itu, virus juga memiliki struktur tambahan. Asam nukleat ini terdiri dari DNA atau deoxyribo nucleid acid atau RNA atau ribonucleid acid. Secara umum, struktur tubuh virus terdiri atas 4 bagian utama, yaitu kepala, isi tubuh, ekor, dan kapsid.

  • Struktur Virus Kepala Virus memiliki kepala berisi DNA atau RNA yang menjadi bahan genetik kehidupannya. Isi kepala ini dilindungi oleh kapsid, yaitu selubung protein yang tersusun oleh protein. Bentuk kapsid sangat bergantung pada jenis virusnya. Kapsid virus bisa berbentuk bulat, polihedral, heliks, atau bentuk lain yang lebih kompleks. Kapsid tersusun atas banyak kapsomer atau sub-unit protein. Kapsid adalah lapisan berupa rangkaian kapsomer pada tubuh virus yang berfungsi sebagai pembungkus DNA atau RNA. Fungsi kapsid ini adalah sebagai pembentuk tubuh dan pelindung bagi virus dari kondisi lingkungan luar.
  • Isi Tubuh virus atau biasa disebut virion, adalah bahan genetik yang berupa salah satu tipe asam nukleat (DNA atau RNA). Tipe asam nukleat yang dimiliki virus akan mempengaruhi bentuk tubuh virus. Virus dengan isi tubuh berupa RNA biasanya berbentuk menyerupai kubus, bulat, atau polihedral, contohnya pada virus-virus penyebab penyakit polyomyelitis, virus influenza, dan virus radang mulut dan kuku.
  • Ekor merupakan bagian dalam struktur tubuh virus yang berfungsi sebagai alat untuk menempelkan diri pada sel inang. Ekor yang melekat di kepala ini umumnya terdiri atas beberapa tabung tersumbat yang berisi benang dan serat halus.

 JENIS-JENIS VIRUS

VIRUS DNA

Virus DNA adalah virus yang materi genetiknya berupa asam nukleat yang berbentuk rantai ganda berpilin. Di dalam sel inangnya, DNA pada virus akan mengalami replikasi menjadi beberapa DNA dan juga akan mengalami transkripsi menjadi mRNA. mRNA kemudiana mengalami translasi untuk menghasilkan protein selubung virus. Masih di dalam sel inang, DNA dan protein virus mengkonstruksikan diri menjadi virus – virus baru. mRNA juga akan membentuk enzim penghancur (Lisozim) sehingga sel inang lisis (hancur) dan virus – virus keluar untuk menginfeksi sel inang lainnya. Contoh Virus ini :

  • Papiloma
  • Poliloma
  • Parvovirus B19
  • Adenovirus
  • Herpes simpleks I (luka di sekeliling mulut)
  • Herpes simpleks II (perlukaan genital)
  • Varicella zoster (cacar air)
  • Virus Epstein-Barr
  • Cytomegalovirus
  • Vaccinia
  • Roseola
  • Cacar sapi
  • Cacar
  • Bakteriofag
  • Hepatitis B virus
  • Smallpox virus
  • Transfusion Transmitted Virus
  • JC virus (progressive multifocal leukoencephalopathy)
  • Anellovirus
  • Salterprovirus

VIRUS RNA

Virus RNA adalah virus yang materi genetiknya berupa asam nukleat yang berbentuk rantai tunggal atau ganda tidak berpilin. Di dalam sel inangnya, RNA pada virus akan mengalami transkripsi balik menjadi Hibrid RNA-DNA dan akhirnya membentuk DNA. Selanjutnya DNA virus akan masuk ke inti sel inangnya, menyisip ke dalam DNA inangnya. DNA virus akan merusak DNA inangnya dan membentuk mRNA. mRNA akan mengalami translasi untuk menghasilkan protein selubung virus untuk menbentuk virus – virus baru. Contoh Virus ini:

  • HIV AIDS
  • Influenza
  • Virus Hepatitis E
  • Poliovirus
  • Paramyxovirus Paramyxovirus
  • Virus enterik
  • Virus rubella
  • Virus demam kuning
  • Virus ensefalitis
  • Virus tumor RNA DHF (demam berdarah)
  • Rabies Campak Rhinovirus (demam dan pilek)
  • Reovirus (diare)
  • Gondong
  • Rotavirus
  • Enterovirus
  • Hepatovirus
  • Virus ebola

DAMPAK POSITIF VIRUS

Istilah virus, memiliki konotasi terhadap sesuatu yang mematikan, tetapi reputasi buruk ini tidak berlaku secara universal sebab Virus memang tidak selalu merugikan. Terdapat beberapa virus yang bermanfaat bagi kehidupan manusia, berikut beberapa diantaranya:

BIDANG KESEHATAN

Beberapa virus yang berperan di bidang kesehatan sebagai pencegahan kanker serta pengendalian kesehatan tubuh adalah sebagai berikut :

  • Virus berperan dalam pembuatan beberapa vaksin. Seperti vaksin polio, campak, cacar, kanker, dan lain-lain. Kandungan yang terdapat di dalam manfaat vaksin adalah virus yang sudah mati ataupun dilemahkan dan mengakibatkan demam bagi orang yang disuntik vaksin. Kemudian, sistem imun akan merekamnya dan membentuk anti bodi dalam tubuh. Sehingga jika penyakit-penyakit tersebut datang menyerang maka sistem imun tubuh mencegahnya masuk.
  • Beberapa virus berperan dalam melakukan pengendalian terhadap beberapa sel kanker yang akan dibunuh dengan menggunakan cell-killing effects virus secara langsung, dibanding menggunakan sistem imun.
  • Virus-directed enzyme prodrug therapy (VDEPT), merupakan sebuah terapi virus dimana sel yang menjadi target dimasukkan enzim dan dapat mengaktifkan dan menonaktifkan prekusor maupun cytoxic yang tersusun secara sistematis.
  • Membuat antitoksin. Antitoksin ini terbentuk melalui penggabungan DNA virus dan gen yang bersifat menguntungkan. Kemudian, DNA virus menghubungkan DNA manusia dengan DNA bakteri. Sehingga, sel bakteri mengandung gen manusia yang dapat menghasilkan antitoksin.
  • Bahan pembuatan insulin. Virus penyebab kanker dicangkokkan dengan gen-gen penghasil insulin ke bakteri. Sehingga, bakteri tersebut dapat berkembangbiak dan memproduksi insulin.
  • Terapi gen dengan mengubah gen penyebab infeksi menjadi gen penyembuh
  • Bacteriophages telah berhasil menyembuhkan penyakit tifus pada ayam dan disentri. Pada tahun 1921, bacteriophages digunakan untuk melawan virus Staphylococcus yang menyerang kulit. Sistem kerjanya adalah menempel pada bakteri pathogen tersebut dan menginfeksinya hingga bakteri tersebut mati.

BIDANG PERTANIAN

Manfaat Virus di bidang pertanian dapat dilihat dari penggunaan organisme biologis dalam mengendalikan kerusakan oleh hama atau yang biasa disebut dengan pengendalian biologis. Kegiatan ini sudah banyak digunakan pada sistem-sistem pertanian, berikut beberapa diantaranya:

  • Pengendalian hama serangga melalui Baculoviruses, atau sekelompok virus yang dapat menginfeksi serangga dan artropoda lainnya. Baculoviruse ditanamkan pada gen tanaman pertanian. Kemudian larva serangga memakan tumbuhan tersebut. Virus kemudian menginfeksi sel dan tumbuh di dalam tubuh larva tersebut dan lama kelaman merusak jaringan tubuh tubuhnya.
  • Integrated Pest Management. Penerapan IPM ini mengandalkan agen-agen biologis. Sehingga, mengurangi penggunaan pestisida yang dapat mengakibatkan pencemaran lingkungan edufriends.

BIDANG SCIENCE

Pengembangan ilmu. Virus telah digunakan secara luas pada studi molekuler dan seluler yang dapat digunakan untuk memanipulasi dan mengetahui fungsi-fungsi dari sel. Selain itu, Virus juga dapat digunakan sebagai penelitian genetik, seperti replikasi DNA, transkipsi, formasi RNA, formasi protein, DNA dasar dari ketahanan tubuh.

Keanekaragaman Hayati dan Klasifikasi Makhluk Hidup

 


Keanekaragaman hayati(biodiversitas) menurut Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1994 adalah keanekaragaman  di antara makhluk hidup dari semua sumber termasuk di antaranya daratan, lautan, dan ekosistem akuatik lain, serta kompleks ekologi yang merupakan bagian dari keanekaragamannya, mencakup keanekaragaman dalam spesies, antara spesies dan ekosistem. Keanekaragaman hayati dapat dibedakan menjadi tiga tingkatan, yaitu sebagai berikut.

1. Keanekaragaman tingkat ekosistem. 
Keanekaragaman tingkat ekosistem dapat dijelaskan sebagai keanekaragaman yang terjadi sebagai akibat dari adanya interaksi antara makhluk hidup penyusun suatu daerah dengan lingkungannya. Contoh dari keanekaragaman tingkat ekosistem yaitu ekosistem padang rumput dengan hutan hujan tropis.

2. Keanekaragaman tingkat gen. 
Keanekaragaman tingkat gen dapat dijelaskan sebagai keanekaragaman yang terjadi sebagai akibat dari adanya variasi genetik dalam suatu spesies. Contoh keanekaragaman tingkat gen yaitu keanekaragaman warna mahkota bunga pada tanaman mawar. Di mana warna tanaman mawar, antara lain tanaman mawar merah, kuning, pink, dan putih.

3. Keanekaragaman tingkat jenis atau spesies. 
Keanekaragaman tingkat jenis atau spesies ini dapat dijelaskan sebagai keanekaragaman variasi bentuk dan penampakan yang dimiliki oleh spesies satu dengan spesies yang lainnya dalam suatu lingkungan. Contoh dari keanekaragaman tingkat jenis atau spesies ini yaitu penampakan yang dimiliki oleh buah cempedak atau Artocarpus cempedens dan buah nangka atau Artocarpus heterophylus yang merupakan satu famili.

Keanekaragaman hayati juga perlu dilestarikan. Pelestarian terhadap keanekaragaman hayati di negara Indonesia dapat digolongkan menjadi dua, yaitu sebagai berikut.

1. Pelestarian eks situ. 
Pelestarian eks situ merupakan suatu usaha pelestarian yang dilakukan dengan cara memindahkan makhluk hidup dari habitat aslinya. Contoh pelestarian eks situ yaitu kebun botani, taman safari, dan kebun binatang.

2. Pelestarian in situ. 
Pelestarian in situ merupakan suatu usaha pelestarian terhadap makhluk hidup yang dilakukan di habitat aslinya. Contoh pelestarian in situ yaitu taman nasional, hutan lindung, dan cagar alam.

Setelah memahami tentang keanekaragaman hayati. Selanjutnya akan dipaparkan tentang klasifikasi makhluk hidup. Namun, sebelum dipaparkan lebih jauh, apakah yang dimaksud dengan klasifikasi?

Klasifikasi merupakan suatu proses penggolongan terhadap makhluk hidup yang dilakukan secara sistematis menurut suatu aturan tertentu. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan kemudahan dalam mempelajari tentang ciri- ciri dan sifat yang dimiliki oleh suatu makhluk hidup.

Lalu, apa tujuan dan manfaat dari mempelajari tentang klasifikasi? Tujuan dari klasifikasi terhadap makhluk hidup dapat dijelaskan sebagai berikut.

1. Untuk menjelaskan tentang ciri – ciri yang dimiliki oleh makhluk hidup. Dengan memahami tentang deskripsi dari ciri – ciri makhluk hidup dapat diketahui perbedaan yang dimiliki antara makhluk hidup yang satu dengan makhluk hidup yang lain.
2. Untuk mengetahui tentang hubungan kekerabatan yang ada antara makhluk hidup yang satu dengan makhluk hidup yang lain.
3. Untuk memberi nama pada makhluk hidup spesies yang baru diketahui.
4. Untuk mengelompokkan makhluk hidup berdasarkan pada persamaan ciri- ciri yang dimiliki.

Dengan melihat tujuan dari sistem klasifikasi pada makhluk hidup tersebut, maka dapat diketahui beberapa manfaatnya. Adapun manfaat dari klasifikasi makhluk hidup, yaitu sebagai berikut.

1. Agar hubungan kekerabatan yang ada pada makhluk hidup dapat diketahui.

2. Memudahkan dalam mempelajari tentang makhluk hidup yang sangat beraneka ragam jenisnya.

Pengklasifikasian terhadap makhluk hidup bukannya tanpa dasar. Hal – hal yang menjadi dasar untuk sistem klasifikasi pada makhluk hidup dapat dijelaskan sebagai berikut ini.

1. Klasifikasi makhluk hidup berdasarkan perbedaan.
2. Klasifikasi makhluk hidup berdasarkan persamaan.
3. Klasifikasi makhluk hidup berdasarkan ciri biokimia.
4. Klasifikasi makhluk hidup berdasarkan ciri morfologi dan anatomi.
5. Klasifikasi makhluk hidup berdasarkan manfaat.

Bagaimana tahapan dari klasifikasi? Klasifikasi terhadap makhluk hidup memiliki tiga tahap. Tiga tahapan ini harus dilalui ketika ingin melakukan klasifikasi terhadap makhluk hidup. Tahapan – tahapan tersebut yaitu sebagai berikut:

1. Melakukan suatu proses identifikasi dan pengamatan yang dilakukan terhadap sifat yang dimiliki oleh makhluk hidup.
2. Mengelompokkan makhluk hidup berdasarkan pada ciri – ciri dan sifat yang diamati.
3. Memberikan nama pada makhluk hidup jenis baru. Tujuan dilakukan hal tersebut yaitu untuk mempermudah dalam pengenalan dan dapat membedakan dengan makhluk hidup yang lain.

Setelah memahami tentang tahapan klasifikasi. Bagaimana macam – macam klasifikasi? Macam – macam klasifikasi dapat dijelaskan sebagai berikut.

1. Klasifikasi sistem buatan. 
Klasifikasi sistem buatan diartikan sebagai suatu klasifikasi yang didasarkan pada ciri morfologi yang mudah diamati dari makhluk hidup. Contoh dari klasifikasi sistem buatan yaitu sistem klasifikasi tumbuhan yang terdiri dari pohon, herba, dan semak.

2. Klasifikasi sistem alami. 
Klasifikasi sistem alami diartikan sebagai suatu klasifikasi yang didasarkan pada sifat morfologi, fisiologi, dan anatomi yang dimiliki oleh makhluk hidup. Contoh dari klasifikasi sistem alami yaitu sapi, kerbau, dan kambing diklasifikasikan ke dalam golongan hewan yang berkaki empat atau morfologi.

3. Klasifikasi sistem filogenik. 
Klasifikasi sistem filogenik dapat diartikan sebagai suatu jenis klasifikasi yang didasarkan pada sejarah evolusi makhluk hidup dan hubungan kekerabatan antara takson yang satu dengan takson yang lain. Contoh klasifikasi sistem filogenik yaitu hubungan kekerabatan yang ada antara orang utan dan gorila.

Setelah mempelajari tentang macam- macam klasifikasi. Selanjutnya, dijelaskan tentang sistem nama makhluk hidup. Sistem pemberian nama untuk makhluk hidup yang terdiri dari dua bagian nama.

Kedua bagian nama tersebut dinamakan dengan sistem tata nama ganda atau dikenal pula dengan Binomial nomenclature. Sistem tata nama makhluk hidup ini diperkenalkan pertama kali oleh Carolus Linnaeus. Yang dilakukan pada tahun 1707 sampai 1778.

Hierarki taksonomi yang diperkenalkan oleh Carolus Linnaeus ini terdiri dari takson atau tingkatan. Tingkatan ini mulai dari tingkat yang tinggi sampai tingkat yang rendah. Tingkatan ini dapat dijabarkan sebagai berikut.

Kingdom – divisio atau tumbuhan / filum atau hewan – kelas – ordo – familia – genus – spesies

  1. KINGDOM. Kingdom merupakan tingkatan takson tertinggi makhluk hidup. Kebanyakan ahli Biologi sependapat bahwa makhluk hidup di dunia ni dikelompokkan menjadi 5 kingdom (diusulkan oleh Robert Whittaker tahun 1969). Kelima kingdom tersebut antara lain : Monera, Proista, Fungi, Plantae, dan Animalia
  2. FILUM/DIVISIO (KELUARGA BESAR). Nama filum digunakan pada dunia hewan, dan nama division digunakan pada tumbuhan. Filum atau division terdiri atas organism-organisme yang memiliki satu atau dua persamaan ciri. Nama filum tidak memiliki akhiran yang khas sedangkan nama division umumnya memiliki akhiran khas, antara lain phyta dan mycota.
  3. KELAS (CLASSIS). Kelompok takson yang satu tingkat lebih rendah dari filum atau divisio
  4. ORDO (BANGSA). Setiap kelas terdiri dari beberapa ordo. Pada dunia tumbuhan, nama ordo umumnya diberi akhiran ales.
  5. FAMILI. Family merupakan tingkatan takson di bawah ordo. Nama family tumbuhan biasanya diberi akhiran aceae, sedangkan untuk hewan biasanya diberi nama idea.
  6. GENUS (MARGA). Genus adalah takson yang lebih rendah dariada family. Nama genus terdiri atas satu kata, huruf pertama ditulis dengan huruf capital, dan seluruh huruf dalam kata itu ditulis dengan huruf miring atau dibedakan dari huruf lainnya.
  7. SPECIES (JENIS). Species adalah suatu kelompok organism yang dapat melakukan perkawinan antar sesamanya untuk menghasilkan keturunan yang fertile (subur)
Bagaimana aturan dari pemberian sistem nama pada makhluk hidup. Adapun aturan pada s1. istem nama Binomial nomenclatur ini dapat dijelaskan sebagai berikut ini.

1. Terdiri dari dua kata bahasa latin atau dilatinkan.
2. Kata pertama di awali dengan huruf besar. Kata pertama merupakan nama genus. Kata kedua di awali dengan huruf kecil. Kata kedua ini merupakan penunjuk spesies atau epitheton spesificum.
3. Tulisan harus bercetak miring, apabila dicetak atau ketik komputer. Atau diberikan garis bawah, jika ditulis tangan. Contoh: jika ditulis dengan menggunakan tulis tangan, maka Elaeis oleifera atau kelapa sawit. Kemudian, jika di ketik komputer, maka Rhinoceros sondaicus atau badak bercula satu.

Perkembangan sistem klasifikasi dapat dijabarkan ke dalam lima jenis, yaitu sistem dua kingdom, sistem tiga kingdom, sistem empat kingdom, sistem lima kingdom, dan sistem enam kingdom.

Demikian pemaparan tentang Keanekaragaman Hayati dan Klasifikasi Makhluk Hidup. Semoga artikel ini dapat membantu sahabat portal ilmu untuk memahami tentang materi biologi. Selamat belajar.

Referensi:

Rahardian, R dan Ananda, A. 2012. Mini Book Master Biologi SMA Kelas X, XI, & XI. Jakarta: PT Wahyu Media.

Thursday, October 22, 2020

Busana Adat Jawa - Pengertian, Wujud dan Filosofinya

 



 Busana Adat Jawa  




Wacan kang menehi katrangan sawjining babagan utawa perkara kanhi runtut saka wiwitan tumekaning pungkasan diarari teks dheskriptl. Ancase wacan dheskriptif ku meneti gambaran saengga pamaca bisa mangreteni prekara kang tanpa kudu meruhs kahanan sanyatane. Busana Jawa, mligine Jawa Tengah, ku nduweni kaendahan uga nduweni makna tarlambu Mula, ayo padha sinau wacan dheskriptif ngenani busana adat Jawa!

A. Pangerten Wacan Dheskriptif 

1. Pangerten Wacan Dheskriptif 

Tembung "dheskripsi" asale saka basa Latin yaiku descripcere kang tegese nulis utawa njlentrehake sawjining bab/perkara. Dheskripsi uga duwe teges njentrehake utawa menehi gambaran. Dadi, wacan dheskriptif yaiku sawijning karangan kang gagasan utamane nggambarake kanthi cetha obyek, panggonan, utawa prastawa kang dadi topik marang pamaca saengga wong kang maca bisa ngrasakake langsung kang lagi dicritakake ing wacan kasebut. 
Titikan/ciri-ciri wacan dheskriptif kang becik yaiku:
a. Nggambarake samubarang upamane kahanan, papan, utawa manungsa kanthi cetha. 
b. Nggunakake pancadriya (pandeleng, pangrasa, parngrungu, pangganda, lan pangecap). 
d. Bisa ngajak pamaca kaya-kaya pamaca bisa ndeleng, ngrasa, krungu, lan ngambu/ngganda dhewe. 
e. Anggone nggambarake utawa njlentrehake sawijining obyek kang dadi topik ditulis kanthi njlimet, kaya dene wujud, ukuran, werna, lan sapiturute.

2. Jinising Wacan Dheskriptit 

Wacan dheskriptil kabage dadi rong jinis, yaiku wacan dheskripsi imajinatif lan wacan dheskripsi faktual.

a. Dheskripsi Imajinatif (impresionis) 
Dheskripsi imajinatif utawa impresionis yaiku paragrat kang nggambarake ruwang utawa panggonan dumadine prastawa Gambaran ngenani panggonan kasebut kudu bisa dimangreteni marang pikiran lan rasa pangrasa wong kang maca 
b. Dheskripsi Faktual/Ekspositoris 
Dheskripsi faktual/ekspositoris yaiku paragraf kang nggambarake sawijining perkara utawa pawongan kanthi njertrehake tetengere wong kasebut apa anane saengga pamaca bisa mbayangake kahanane. Supaya obyek bisa nuwuhake daya khayal marang awake wong kang maca, penulis kudu bisa nggambarake saka sudut pandang ngendi wae. Tansaya rinci penulis anggone njentrehake sawjining prastawa, bakal luwih cetha kanggone wong kang maca mangreteni gambaran prastawa kang dicritakake mau. Umpama obyek kang digambarake iku sawijining pawongan, babagan kang prelu dijentrehake yaiku aspek fisik uga aspek rohani saka wong kang digambarake kasebut. Aspek rohani kaya dene pangrasa, watak, bakat, lan sapiturute. 

3. Tuladha Wacan Dheskripsi 
a. Dheskripsi Imajinatif 
Tuladha:
Borabudur iku mapan ing tlatah Kabupaten Magelang. Wewangunan ing Borobudur awujud candhi Budha kang karakit saka watu kali awama ireng. Candhi ki arupa candhi susun utawa tingkat saben tingkatan ana undhak-undhakane lan saben tingkatan ana stupane uga relief sing katatah ing tembok-tembok saben tingkatan candhi. Relief iki nggambarake kabudayan masarakat jaman semana. 

b. Dheskripsi Faktual  
Tuladha: 
Respati bocah kang awake gedhe dhuwur, pinter, lan kebak subasita. Respati uga seneng tetulung marang sapa wae. Dheweke uga ora tau ninggalake salat limang wektu. Kancane Respati akeh banget amarga dheweke kalebu bocah kang grapyak marang sapa wae. 

B. Maca Wacan Dheskriptif ngenani Busana Adat Jawa


BUSANA ADAT JAWA



   Busana kejawen mungguhe wong lanang iku dumadi saka wolung werna, yaiku: blangkon utawa dhesar, beskap utawa atela, sabuk utawa setagen, keris, cindhe utawa sindur, epek, timang, jarik utawa nyamping, lan selop.
Blangkon lan keris iku siji lan sijine ana perangane dhewe-dhewe. Perangan blangkon ana pitung werna, yaiku mathak, kemodho, wiron, cungkeng, mondholan, ubet utawa kupon, lan kuncung. Dene keris kang uga diarani dhuwung utawa wangkingan utawa curiga dumadi saka pitung perangan uga. Pitung perangane keris iku jenenge ukiran, mendhak, rangka, godhong, wilah/katga/parung, pendhok, lan ganja.
Bedakke Antara Busana Adat Jawa SOLO lan YOGYA

BLANGKON


   Blangkon kota Yogya yaiku bagian mburine ana mondolan(benjolan) kanggo panggonan gelungan rambut, amarga adat zaman biyen tradisi rambut lanang didawakake. Yen didelok saka ngarep blangkon Yogya luweh mbentuk huruf “A” ing bagian bathuk.
Blangkon kota Solo yaiku luweh trepes(rata) amarga wektu masa kolonial masyarakat Solo utawa Surakarta ngikuti budaya cukur kaya kaya wong Eropa. Blangkon Solo bagian ngarep luweh omba.

SURJAN  LAN BESKAP

SURJAN

BESKAP

   Surjan yaiku klambi khas Yogya kanggo wong lanang. Sering disebut uga busana takwan, surjan luweh akeh nggunakake motif kembang-kembang kaya sing biasa dinggo Sri Sultan Hamengkubuwono.
Beskap yaiku klambi khas Solo kanggo wong lanang. Wernane luweh cenderung ireng/peteng.


KERIS
KERIS


   Warangka pada keris Yogya cenderung luweh tumpul, ornamen ukiran keris lebih sederhana.
Warangka pada keris Solo cenderung luweh lancip, ornamen ukiran keris Solo lebih bermotif daripada keris Yogya.

BATIK


   Batik Solo cenderung nduweni werna luweh ing coklat sogan, motif batik Solo lebih kecil. Cara ngewirune yen jarik Solo ing bagian pinggiran wernane putih diumpetake, dadine saka njaba orak ketok.
Batik Yogya nduweni warna dasar putih, motif batik Yogya cenderung luweh gede. Cara ngewirune yen jarik Yogya bagian pinggiran sing putih diketokake utawa diweruhake.

SANGGUL


   Sanggul yaiku rambut tamnahan sing diwenehi dasaran bentuk bulat kaya tatakan gelas rada cilik, sing digawe saka kain gaas, kadang-kadang berbentuk oval utawa bulat cilik. Rambut tambahan (palsu) tersebut iso dibentuk macem-macem sanggul sing dikenal karo kabeh ibu-ibu kanggo sanggul tempel.
Sanggul Yogya disebut sanggul gelung tekuk, kanggo masang tusuk konde sanggul Yogya ana ing 1 tengah.
Sanggul Solo disebut sanggul konde, kanggo masang tusuk konde ing 1 tengah lan 2 ing pinggir.

KEBAYA


   Kebaya Yogya khas saka kebaya iki yaiku ana pita wernane emas sing ngelilingi lengan, ngelilingi gulu, diteruskengarep dada nganti bagian ngisor awak. Jarik khas Yogya werna dasare putih. Wiru jarikke nampakake werna putih(kain sing orak di batik) pas dilempit.
Kebaya Solo  orak ana ciri khas sing khusus, kebaya Solo orak ana pita-pita hiasan sing ngelilingi awak kaya kebaya yogya. Werna dasar jarikke coklat, hitam, utawa kuning. Orak nampakake kain putih(kain sing orak batik) pas di wiru.



Sumber : Buku Gegaran Nyinau Basa Jawa 2 Kelas XI SMA/SMK/MA






Wednesday, August 12, 2020

Prinsip Keselamatan Kerja

 KESELAMATAN KERJA DI LABORATORIUM


A. Tata tertib penggunaan laboratorium

Memakai baju khusus praktikum (baju lab) saat berada di laboratorium

Meja kerja hanya boleh untuk meletakkan alat tulis, buku, bahan dan alat praktikum

Tidak mencoba memegang alat dan bahan yang tidak diperlukan yang ada di laboratorium

Tidak makan minum dan merokok dalam laboratorium

Pengambilan zat tidak boleh berlebihan

Bersihkan alat, meja dan ruangan setelah selesai praktikum

Memisahkan sampah padat dan sampah cair. Sampah padat dibuang ditempat sampah, sampah cair dibuang di bak saluran pembuangan.

Sisa pengambilan zat sebaiknya dibuang, jangan dimasukkan kembali ke botol asal untuk menghindari kontaminasi, meskipun dalam hal ini kadang terasa boros

Sebelum meninggalkan ruangan, periksa dengan teliti kembali keadaan di dalam laboratorium

B. Keselamatan kerja di laboratorium

Sebaiknya minum segelas susu sebelum praktikum untuk menetralkan tubuh dari pengaruh kontaminasi zat- zat kimia

Kenakan penutup hidung dan mulut, kacamata dan sarung tangan saat mengambil zat- zat kimia yang mudah menguap dan berbahaya

Wanita dan pria yang memiliki rambut panjang harus diikat, rambut panjang yang tidak terikat dapat menyebabkan kecelakaan. karena dapat tersangkut pada alat yang berputar.

Hati- hati saat membawa dan menggunakan alat- alat praktikum yang terbuat dari kaca

Gunakan alat bantu seperti pipa kaca, pipet tetes, sndok plastik atau pinset untuk mengambil zat- zat atau bahan

Bila ada bagian tubuh yang terkena zat kimia, sgera basuh dengan air

Gunakan obat- obatan P3K bila ada yang terluka

Sgera muntahkan jika ada zat kimia yang masuk ke dalam mulut

Jangan mencium zat kimia secara langsung, cara membaui zat adalah mengibas- ngibaskan tangan kemulut tabung

Jika hendak memanaskan tabung reaksi arahkan mulut tabung reaksi tersebut menjauh dari wajaw. Panaskan tabung reaksi tersebut dengan cara digerak- gerakkan sehingga pemanasan tidak pada satu sisi.

Bila terjadi kebakaran segera padam kan dengan alat pemadam kebakaran atau tutup dengan lab tebal yang sudah dibasahi air

Cucilah tangan dngan sabun setelah praktikum

Jika hendak mencampur larutan dengan zat tambahan yang dapat menimbulkan reaksi, lakukanlah dengan pipet setetes demi setetes melalui bagian pinggir tabung reaksi.

C. Pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) di laboratorium


1. Luka

Luka lecet. Bersihkan luka dengan air dingin atau hangat, mengalir dan bukan dicelupkan. Antiseptik sebaiknya ditambahkan untuk membantu membersihkan luka. Diberi betadin, dan ditutup dengan kasa steril kemudian diplester atau dibalut. 

Luka iris. Luka akibat benda tajam seperti pisau atau pecahan kaca. Bersihkan dengan air matang bersih, diberi obat merah atau antiseptik, dirapatkan dan dibalut, atau ditutup dengan plester atau kain kasa yang bersih. 

Luka tusuk. Luka yang disebabkan oleh benda berujung runcing seperti paku, jarum atau tertikam. Luka dibersihkan, ditutup, dan korban dibawa ke Puskesmas atau rumah sakit untuk mendapat suntikan anti tetanus. 

Luka memar . Luka tertutup dimana kerusakan jaringan dibawah kulit disertai perdarahan yang dari luar tampak kebiruan. Penanganannya dengan kompres air hangat –dingin bergantian, dan meninggikan bagian yang luka. 

Luka bakar

* Luka bakar akibat zat kimia asam 

Hapus zat asam dengan kapas atau kain halus, cuci dengan air mengalir sbanyak- sebanyaknya, selanjutnya cuci dengan larutan Na2CO3 1%. Cuci lagi luka dengan air, keringkan, olesi dengan salep lavertan (salep minyak ikan) dan balut dengan kain perban. 


* Luka bakar akibat zat kimia basa 

Cuci dengan air sebanyak- banyaknya. Bilas dengan asam asetat 1%. Cuci kembali dengan air. Keringkan, olesi dengan salep boor. Balut dengan kain perban.

* Luka bakar karena panas 

Bila kulit hanya memerah, olesi dengan salep lavertan. Bila sampai terassa nyeri kompres dengan air secepatnya dan bawa ke dokter. Bila luka terlalu besar jangan diberi obat apapun, tutup luka dengan kain perban dan bawa segera ke dokter.


2. Keracunan melalui mulut

Bila zat hanya sampai dimulut segera kumur- kumur sebanyak- banyaknya

Bila zat tertelan segera muntahkan. Jika tidak bisa muntah pancing dengan minum segelas air yang dicampurkan 2 sendok teh garam dapur atau pancing dengan jari yang dimasukkan ke pangkal tenggorokan hingga dapat muntah

Jika korban pingsan, hindari pemberian sesuatu melalui mulut, segera bawa ke dokter

3. Keracunan zat melalui hidung 

Bawa si penderita ke tempat yang udaranya segar. Bila korban tidak bernafas, berikan nafas buatan.

4. Mata terkena percikan zat kimia 

Segera basuh dengan air sebanyak- banyaknya.


D. Simbol- simbol keselamatan kerja dan maknanya






Baca Juga : Ruang Lingkup Biologi
Baca Juga : Metode Ilmiah

Metode Ilmiah

 

Metode ilmiah adalah suatu metode atau cara untuk memecahkan suatu masalah dengan langkah-langkah tertentu, sistematis, logis dan empiris. Hal ini mengandung arti bahwa langkah-langkah yang dilakukan harus sesuai urutannya, tidak boleh dibolak balik.


(1) Ilmuwan melakukan pengamatan dan membuat hipotesis dalam usahanya untuk menjelaskan fenomena alam;

(2) prediksi yang dibuat berdasarkan hipotesis diuji dengan melakukan percobaan atau eksperiTiap langkah yang dilakukan saling berkaitan atau berhubungan, bisa diterima secara logika dan dilakukan berulang-ulang. Metode ilmiah digunakan oleh para ilmuwan untuk memecahkan masalah yang dihadapi. Metode ilmiah mempunyai kriteria sebagai berikut:

men;

(3) hipotesis yang telah lolos uji berkali-kali dapat menjadi teori ilmiah.


Metode ilmiah yang harus dilakukan oleh para ilmuwan untuk menemukan teori adalah pengulangan dari langkah-langkah tersebut di bawah ini:


1. Mengadakan pengamatan, dari pengamatan kemudian dibuat atau dirumuskan masalah (melakukan karakterisasi setelah mealkukan pengamatan dan pengukuran)


2. Membuat hipotesis (menyusun dugaan yang bersifat sementara atas hasil pengamatan dan pengukuran) dari masalah tersebut


3. Prediksi (deduksi logis dari hipotesis)


4. Melakukan percobaan atau eksperimen (pengujian atas semua hal yang terdapat pada point 1-3)


5. Menarik kesimpulan


Langkah-Langkah Metode Ilmiah



Merumuskan masalah

Bagaimana membuat rumusan masalah dari hasil pengamatan ?

Misalnya anda diminta mengamati tumbuhnya bayam di sekitar kandang dengan tumbuhnya bayam di bawah pohon mangga. Dalam pengamatan ini Anda diminta mengamati kondisi fisik tanah dan memperkirakan kandungan zat hara tanah serta suhu di tempat tumbuhnya bayam. Kemudian Anda diminta menulis satu rumusan penelitian.

Untuk membuat rumusan masalah, para ilmuwan mengidentifikasi sifat-sifat utama yang relevan yang dimiliki oleh subyek yang diteliti. Dalam proses ini dapat melibatkan proses pengamatan yang seringkali memerlukan pengukuran dan atau analisa yang cermat. Proses pengukuran dan analisa sering memerlukan alat ilmiah khusus seperti termometer, AAS, mikroskop, spektrometer dan lain-lainnya.


Hasil pengukuran bisa ditabulasikan dalam tabel, digambarkan dalam bentuk grafik atau dipetakan dan diproses dengan perhitungan statistik seperti korelasi dan regresi atau secara deskriptif. Dengan demikian melalui pengamatan dan pengukuran maupun anlisa dapat merumuskan masalah penelitian.


Prediksi Dari Hipotesis

Untuk membuat hipotesis anda diminta mencermati pernyataan yang menyatakan bahwa kesuburan tanah dapat diidentifikasi dari kondisi fisik dan kandungan zat haranya. Tanah yang gembur dan kandungan zat hara tinggi dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman. Berdasarkan pernyataan tersebut di atas dan rumusan masalah pada point 1, buatlah hipotesis penelitiannya.


Hipotesis merupakan pernyataan sementara yang perlu dibuktikan kebenarannya. Para ahli menyatakan bahwa hipotesis adalah dugaan terhadap hubungan antara dua variabel atau lebih. Sehingga hipotesis sering dinyatakan sebagai jawaban sementara atau dugaan sementara yang harus diuji kebenarannya.


Hipotesis penelitian adalah hipotesis kerja, yaitu hipotesis yang dirumuskan untuk menjawab permasalahan berdasarkan teori- teori yang relevan dengan rumusan masalah penelitian dan belum berdasarkan fakta atau dukungan data yang nyata dari hasil kerja di lapangan. Dengan demikian melalui prediksi berdasarkan teori-teori yang relevan dengan permasalahan dapat dirumuskan hipotesis.

Eksperimen

Bagaimana melakukan eksperimen ?

Berdasarkan rumusan masalah dan hipotesis dibuatlah rancangan penelitian atau eksperimen. Untuk itu perlu diidentifikasi terlebih dahulu variabel bebas, variabel terikat dan variabel kontrol. Berdasarkan ketiga variabel tersebut dibuatlah rancangan eksperimen dan selanjutnya dilakukan percobaan atau eksperimennya.


Jika hasil eksperimen tidak sesuai atau bertentangan dengan hipotesis maka hipotesis yang diuji tidak benar atau tidak lengkap sehingga perlu dianalisis mengapa hasilnya demikian. Dengan demikian akan bisa ditentukan apakah perlu ada perbaikan atau bahkan ditinggalkan. Jika hasil eksperimen sesuai dengan hipotesis, maka hipotesis tersebut benar namun masih perlu diuji lebih lanjut. Hasil eksperimen tidak bisa membenarkan suatu hipotesis melainkan hanya bisa meningkatkan probabilitas kebenaran hipotesis tersebut.


Tetapi hasil eksperimen secara mutlak dapat menyalahkan suatu hipotesis bila hasil eksperimen bertentangan dengan hipotesis. Eksperimen dapat dilakukan di dalam laboratorium maupun di luar laboratorium. Yang perlu diperhatikan adalah pencatatan yang detail dari suatu eksperimen, hal ini sangat membantu dalam pelaporan hasil eksperimen dan memberikan bukti efektivitas dan keutuhan prosedur yang dilakukan.


Merumuskan Kesimpulan

Bila langkah merumuskan masalah, prediksi dari hipotesis, rancangan eksperimen dan eksperimen dilakukan secara sistematis maka akan dapat dibuat kesimpulan dari hipotesis yang diuji yaitu pupuk dapat mempengaruhi (meningkatkan ) pertumbuhan tanaman.

Kesimpulan ini diperoleh dengan melakukan analisis data dan pembahasan berdasarkan landasan teoritis dan empiris yang dikembangkan berdasarkan data hasil eksperimen. Perlu diperhatikan bahwa seseorang yang melakukan proses metode ilmiah perlu didasari sikap ilmiah dan sikap ilmiah ini semestinya dipunyai oleh setiap peneliti dan para ilmuwan.


Sikap ilmiah yang dimaksud adalah jujur (menerima kenyataan hasil penelitian apa adanya tanpa harus melakukan modifikasi dan tidak mengada-ada), obyektif ( sesuai dengan fakta yang ada), teliti ( tidak ceroboh dan tidak melakukan kesalahan), terbuka (mau menerima pendapat yang benar dariorang lain) dan rasa ingin tahu yang tinggi.


Keterampilan Proses Sains

  • Menerapkan keterampilan proses Sains dalam mempelajari Biologi

Keterampilan proses merupakan cara memandang siswa sebagai manusia seutuhnya, yang mana siswa juga memiliki potensi, kreasi, keingintahuan, dan perasaan. Cara memandang ini diekspresikan dalam kegiatan pembelajaran yang memungkinkan siswa diberi kesempatan untuk mengembangkan kemampuan pengetahuan, sikap dan nilai serta keterampilan-keterampilan ilmiah. Keterampilan ilmiah atau keterampilan sains merupakan seperangkat keterampilan yang digunakan para ilmuwan dalam melakukan penelitian ilmiah.


Keterampilan proses sains ini perlu dilatihkan kepada siswa dengan alasan:

(1) dalam praktiknya, sains tidak bisa dipisahkan dari metode ilmiah atau metode penyelidikan dan mengetahui sains tidak hanya sekedar mengetahui materi tentang sains tetapi juga bagaimana cara untuk mendapatkan materi sains tersebut;


(2) keterampilan proses sains merupakan merupakan keterampilan belajar sepanjang hayat yang dapat digunakan tidak hanya untuk mempelajari ilmu tetapi juga dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari bahkan untuk bertahan hidup.


  Keterampilan proses melibatkan keterampilan kognitif, manual dan sosial. Keterampilan manual jelas terlibat dalam keterampilan proses karena keterlibatannya dalam penggunaan alat dan bahan, pengukuran dan perakitan alat. Keterampilan sosial jelas terlibat dalam hal mendiskusikan hasil pengamatan.


Dalam pembelajaran Biologi keterampilan proses perlu dikembangkan melalui pengalaman langsung sebagai pengalaman belajar dan disadari ketika kegiatannya sedang berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui pengalaman langsung seseorang dapat lebih menghayati proses atau kegiatan yang dilakukan tetapi apabila hanya sekedar melaksanakan tanpa menyadari yang sedang dikerjakan maka hasilnya kurang bermakna dan memerlukan waktu yang lama untuk menguasainya.


Dalam pembelajaran Biologi keseimbangan antara perolehan produk (konsep/pengetahuan) dan kemampuan yang berkembang selama proses belajar melalui keterampilan proses merupakan hal yang harus dipertimbangkan guru Biologi.


Berdasarkan berbagai pendapat tentang komponen keterampilan proses, komponen keterampilan yang dapat dikembangkan melalui pembelajaran Biologi bersifat relatif. Oleh karena itu, di bawah ini disajikan jenis keterampilan proses sains beserta indikatornya yang dapat diberikan dalam bahan ajar ini tidak mutlak. Secara prinsip komponen keterampilan proses yang dapat diberikan kepada siswa adalah sebagai barikut.


  •  Mengamati /observasi dan Menafsirkan pengamatan

1. Mengamati merupakan keterampilan proses yang menjadi dasar dari semua keterampilan. Dalam hal ini, mengamati adalah kemampuan menggunakan seluruh indera yang dimiliki oleh semua siswa dan mengumpulkan /menggunakan fakta yang relevan
2. Menafsirkan pengamatan merupakan keterampilan mencatat hasil pengamatan, memisah-misahkan, mengklasifikasikan, menghubung-hubungkan sehingga diperoleh suatu pola

  • Memprediksi

Penggunaan pola yang telah ditemukan pada saat melakukan pengamatan, dapat digunakan untuk mengemukakan kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi pada fenomena yang serupa. Jadi, proses melakukan prediksi ini merupakan sutau proses penalaran yang logis berdasarkan hasil pengamatan.

  • Menggunakan peralatan dan Mengukur

Keterampilan ini merupakan kemampuan dalam memilih alat atau bahan yang sesuai serta kemampuan melakukan pengukuran suatu besaran dengan akurat. Jika hal ini dilakukan berulang-ulang, maka siswa akan mampu memperkirakan kesalahan yang dilakukan kemudian mengoreksinya.

  • Mengajukan pertanyaan

Terbiasa mengajukan pertanyaan, secara tidak langsung dapat mengungkapkan seberapa jauh kemampuan kognisinya digunakan. Jenis dan substansi pertanyaan menunjukkan tingkat berpikirnya. Keterampilan ini akan berkembang jika guru sering memberikan kesempatan kepada siswa untuk berdiskusi.

  • Merumuskan hipotesis

Keterampilan merumuskan hipotesis menekankan pada kemampuan menyatakan dan menentukan pola yang diperoleh sekaligus menyatakan kemungkinan akibat-akibat dari pernyataan yang dibuatnya.

  • Merencanakan penyelidikan/percobaan

Keterampilan ini merupakan kemampuan siswa dalam merencanakan suatu percobaan untuk membuktikan atau menemukan suatu konsep. Kemampuan menentukan alat dan bahan yang digunakan, menentukan variabel-variabel, menentukan desain percobaan, menentukan langkah kerja serta bagaimana mengolah data merupakan kemampuan yang dapat dikembangkan melalui keterampilan ini.

  • Menginterpretasikan

Keterampilan ini merupakan kemampuan siswa untuk menyimpulkan kecenderungan informasi yang diperoleh, membuat kesimpulan tentatif atupun membuat generalisasi.

  • Berkomunikasi

Keterampilan ini merupakan kemampuan untuk menguraikan dengan jelas dan cermat apa yang telah dilakukan. Menyusunnya dalam berbagai sarana komunikasi (di depan kelas, diskusi, seminar, dsb.), menggambarkan hasilnya melalui gambar, skema, grafik adalah kemampuan yang dapat dikembangkan pada diri siswa.

  • Mengelompokkan / Interpretasi

Keterampilan ini merupakan kemampuan untuk mencatat setiap pengamatan yang terpisah, mencari perbedaan dan persamaan, mencari dasar pengelompokan atau penggolongan dan menghubungkan hsil-hasil pengamatan.

  • Menerapkan konsep

Keterampilan ini merupakan kemampuan untuk menggunakan konsep yang telah dipelajari pada situasi baru dan menggunakan konsep pada pengalaman baru untuk menjelaskan apa yang terjadi.


Contoh Aplikasi Pendekatan Keterampilan Proses Untuk Meminta Siswa Melaksanakan Kegiatan :

1. Coba amati percobaanmu, catat perubahan-perubahanyang terjadi pada tanaman tersebut selama 1 minggu! (Keterampilan mengamati)
2.  Pada saat melakukan kegiatan nomor (1), menurutmu apa yang akan terjadi pada pertumbuhan tanaman dalam pot/polybag? (Keterampilan menyusun hipotesis)
3. Jika tanaman tersebut dibiarkan pada posisinya selama 4 minggu, maka apa yang akan terjadi pada tanaman tersebut? (Keterampilan memprediksi)
   Bagaimana pertumbuhan tanaman tersebut, jika setelah 2 minggu pot/polybag diubah posisinya menjadi berdiri? (Keterampilan memprediksi)
4.  Kesimpulan apa yang dapat kamu peroleh melalui kegiatan seperti yang kamu lakukan (Keterampilan membuat kesimpulan)
5. Buatlah laporan singkat tentang hasil pengamatanmu (Keterampilan komunikasi)

Jadi melalui satu kegiatan, guru dapat mengembangkan beberapa keterampilan proses sekaligus. Sebagai konsekuensinya, dalam proses pembelajaran Biologi yang dikemas dengan pendekatan ini paling tidak membawa dampak pada:
  • Pelaksanaan pembelajaran membutuhkan waktu yang cukup
  • Kekhawatiran tidak dapat menuntaskan seluruh materi, jika selalu menggunakan pendekatan ini pada saat
  • Guru harus memiliki waktu luang yang cukup untuk mempersiapkan

Demikianlah pembahasan mengenai Metode ilmiah Biologi -Pengertian, Langkah, Karakteristik, Contoh semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂


Baca Juga : Ruang Lingkup Biologi

Baca Juga : Prinsip Keselamatan Kerja

Konsep Biologi untuk pembelajaran TKA Biologi Kelas XII

  🌳 Keanekaragaman Hayati Keanekaragaman hayati (Biodiversitas) adalah totalitas variasi kehidupan di bumi. Untuk analisis TKA, Anda wajib...