Mimba (Azadirachta indica A.
Juss.)
Mimba (Azadirachta indica A. Juss.) merupakan tanaman perdu atau pohon kecil yang awalnya ditemukan di wilayah Madhya Pradesh, India. Tanaman ini diyakini masuk dan mulai dibudidayakan di Indonesia sekitar tahun 1500, dengan Pulau Jawa sebagai pusat penanamannya.
Mimba tumbuh subur di daerah tropis, terutama di dataran rendah hingga ketinggian ±300 mdpl. Tanaman ini umumnya ditemukan di wilayah Jawa Barat, Jawa Timur, dan Madura, terutama di lokasi kering musiman, tepi jalan, serta hutan dengan pencahayaan cukup.
Morfologi
Pohon mimba dapat mencapai tinggi hingga ±20 meter. Batangnya relatif pendek dan agak bengkok, kulit batang tebal dan permukaannya kasar. Daun berbentuk majemuk menyirip genap, berwarna hijau kecokelatan, helaian lonjong dengan tepi bergerigi, ujung meruncing, dan pangkal runcing. Setiap tangkai daun terdiri dari 8–16 anak daun dengan panjang 3–10,5 cm. Buah mimba berbentuk oval, panjang ±1 cm, berwarna kuning saat matang, dan berbiji tunggal dengan kulit keras berwarna cokelat.
Anak daun memiliki tekstur tipis menyerupai kulit, permukaan agak melengkung seperti bulan sabit, tulang daun menyirip dengan cabang sejajar. Daun tersusun spiral dan mengelompok di ujung ranting.
Habitat
Mimba dapat tumbuh liar di tanah agak tandus, hutan terbuka, atau ditanam sebagai peneduh di tepi jalan. Tanaman ini lebih banyak ditemukan di daerah kering di Jawa Barat, Jawa Timur, dan Madura pada ketinggian 1–300 mdpl.
Sebaran Nama
-
Nama daerah: Imba/Mimba (Jawa), Membha/Mempheuh (Madura), Intaran/Mimba (Bali), Beum (Aceh)
-
Nama asing: Margosier, Margosatree, Neem tree
-
Nama ilmiah: Azadirachta indica A. Juss.
Klasifikasi
-
Divisi: Spermatophyta
-
Subdivisi: Angiospermae
-
Kelas: Dicotyledonae
-
Subkelas: Dialypetaleae
-
Bangsa: Rutales
-
Suku: Meliaceae
-
Marga: Azadirachta
-
Jenis: Azadirachta indica A. Juss.
Kandungan dan Manfaat
Daun mimba mengandung berbagai senyawa aktif seperti β-sitosterol, hyperoside, nimbolide, quercetin, quercitrin, rutin, azadirachtin, dan nimbine, yang sebagian memiliki potensi sebagai antikanker. Di India, tanaman ini dikenal sebagai the village pharmacy karena digunakan untuk mengatasi penyakit kulit, peradangan, demam, infeksi bakteri, diabetes, gangguan jantung, serta sebagai insektisida.
Di Indonesia, daun mimba dimanfaatkan sebagai penambah nafsu makan, obat disentri, pengobatan borok, malaria, hingga anti bakteri. Minyak dari bijinya digunakan untuk mengatasi eksim, kudis, dan infeksi kulit lainnya. Kulit batang yang pahit dimanfaatkan sebagai tonikum dan obat malaria, sedangkan buah dan getahnya digunakan sebagai penguat tubuh.
Mimba juga berfungsi sebagai insektisida nabati jika dicampur dengan bahan seperti serai wangi, lengkuas, gadung, sabun, atau alkohol.
Resep Tradisional
-
Disentri: Rebus ⅓ genggam daun mimba dan 2 jari batang mimba dalam 3 gelas air hingga tersisa ¾ bagian, saring, dan minum dua kali sehari.
-
Eksim: Haluskan 20 lembar daun mimba, campur dengan air kapur sirih, lalu oleskan pada kulit yang terkena.
Efek Biologis
Azadirachtin, senyawa utama mimba, bersifat antiserangga. Ekstrak daunnya dapat digunakan sebagai fungisida alami, insektisida terhadap larva Aedes aegypti, dan memiliki efek antiparasit pada Plasmodium berghei. Namun, penggunaan berlebihan dapat menyebabkan iritasi mata, jaringan lunak, hingga peradangan.
Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Mimba

No comments:
Post a Comment